Iris Fontbona, Penguasa Pertambangan Terbesar di Dunia (1)

 Iris Fontbona, Penguasa Pertambangan Terbesar di Dunia

BIBLIOTIKA - Iris Gonzales Fontbona adalah pemimpin Luksic Group, perusahaan pertambangan tembaga terbesar di dunia. Dia lahir pada 1942 di Santiago de Chile, Chili, dan perusahaan yang sekarang dipimpinnya adalah warisan suaminya, Andrónico Luksic Abaroa.

Sebenarnya, tidak seratus persen tepat jika disebut “warisan”, karena Iris Fontbona telah ikut membantu usaha suaminya saat sang suami masih hidup. Ketika sang suami meninggal dunia pada 2005, usaha itu pun kemudian dikendalikan sepenuhnya oleh Iris Fontbona. Kenyataannya, Iris Fontbona terbukti mampu mengelola perusahaan itu, bahkan berkembang jauh lebih pesat.

Saat masih hidup, Andrónico Luksic dikenal sebagai pengusaha di bidang pertambangan. Semula, dia menikah dengan Ena Craig. Setelah Ena Craig meninggal karena sakit, Andrónico Luksic menikah lagi dengan Iris Fontbona. Istri keduanya itu membantu mengelola perusahaan Luksic Group yang didirikan Andrónico Luksic.

Seperti umumnya bisnis lain, bisnis Luksic Group pun sempat mengalami pasang surut. Pada tahun 1970, ketika Chili dipimpin oleh Presiden Salvador Allende, bisnis mereka terancam hancur. Waktu itu, pemerintahan Salvador Allende melakukan nasionalisasi, sehingga bisnis apa pun di luar kepemilikan negara bisa dibilang tak bisa beroperasi. Itu merupakan saat-saat terburuk bagi bisnis Luksic Group.

Setelah Salvador Allende terguling dan kepemimpinan Chili digantikan oleh Jenderal Augusto Pinochet pada 1973, usaha Luksic Group masih belum bisa berjalan. Bahkan, pemerintah Chili waktu itu melarang Luksic Group berinvestasi dalam pelelangan perusahaan-perusahaan milik negara. Selama waktu-waktu susah itu, Iris Fontbona terus mendukung suaminya.

Menyadari bisnis mereka tak bisa bergerak di dalam negeri, Luksic Group kemudian memasuki usaha di luar negeri. Selama 1970-1973, mereka melakukan ekspansi ke Argentina, Kolombia, Kroasia, dan Brasil. Investasi Luksic Group pun tersebar di beberapa sektor industri. Tak hanya pertambangan dan keuangan, mereka juga memasuki bisnis kargo, finansial, makanan dan minuman, media, real estate, dan transportasi.

Pada awal 1980-an, krisis keuangan melanda Chili, dan memicu resesi serta kebangkrutan luas. Bisa dibilang, berbagai perusahaan di Chili mengalami kehancuran waktu itu. Luksic Group, yang memfokuskan bisnisnya di luar negeri, justru selamat. Selama masa-masa krisis itu, Luksic Group sempat membeli Banco de Santiago, salah satu bank terkemuka di negara tersebut.

Ketika akhirnya iklim bisnis di Chili kembali sehat, Luksic Group kembali fokus membangun usaha di negaranya sendiri. Sampai kemudian, pada Agustus 2005, Andrónico Luksic meninggal karena kanker. Iris Fontbona pun mengambil alih perusahaan yang didirikan suaminya, serta merawat lima anak—tiga anak kandungnya, dan dua anak tiri dari istri pertama suaminya. Sejak itulah, kualitas dan kemampuan Iris Fontbona di bidang bisnis diuji, dan dia berhasil dengan luar biasa.

Di Chili, Iris Fontbona aktif mengelola Antofagasta Plc., salah satu anak perusahaan Luksic Group yang mengelola bidang pertambangan. Antofagasta Plc. kini telah menjadi salah satu perusahaan tembaga terbesar di dunia, dengan cadangan 100 juta ton tembaga. Iris Fontbona memiliki 60 persen saham di perusahaan ini.

Di dunia perbankan, Luksic Group di bawah Iris Fontbona menanamkan investasi di Banco de Chile yang merupakan lembaga keuangan terbesar kedua di Chili. Di bank komersial tersebut, Luksic Group menjadi pemegang saham terbesar setelah menguasai 50 persen saham. Selain sektor perbankan, Iris Fontbona juga menanamkan investasi di Compañía Sudamericana de Vapores (CSAV), sebuah perusahaan pelayaran Chili, yang merupakan perusahaan pelayaran terbesar dan tertua di Amerika Latin.

Baca lanjutannya: Iris Fontbona, Penguasa Pertambangan Terbesar di Dunia (2)