Ini yang Terjadi jika Anda Memakai Bra Siang Malam

 Ini yang Terjadi jika Anda Memakai Bra Siang Malam

BIBLIOTIKA - Kebanyakan wanita melepas bra di saat akan tidur, sehingga—selama terlelap—payudara mereka tidak terkekang oleh bra. Kebiasaan melepas bra saat tidur bukan semata karena ingin lebih nyaman, namun juga karena sebagian wanita percaya bahwa memakai bra di saat tidur bisa menyebabkan kanker payudara. Hal itu tampaknya berbeda dengan yang dilakukan oleh Mariella Frostrup, seorang presenter televisi AS, yang terkenal sebagai wanita seksi, bahkan simbol seks.

Mariella Frostrup telah berusia 50-an tahun, tetap terlihat seksi, bahkan awet muda. Rahasia kecantikan dan keseksiannya terungkap saat ia diwawancarai majalah Easy Living. Dalam wawancara tersebut, Mariella Frostrup terus terang mengaku sulit menghadapi proses penuaan yang dialaminya. “Saya berambisi untuk tidak mengalah pada mitos kecantikan,” ujarnya. “Namun pikiran rasional saya menyadari, kita tidak bisa tetap muda selamanya.”

Dia juga menceritakan, saat menatap cermin, dia kadang berpikir negatif mengenai penuaannya, “Ya Tuhan, saya tidak percaya rahang saya bisa terlihat seperti itu. Setelah ini apa lagi?”

Bagaimana pun, Mariella Frostrup berusaha menjaga penampilannya, agar tetap menarik. Salah satunya adalah dengan selalu memakai bra ketika tidur. Sejak menerapkan kebiasaan itu, dia telah menjalaninya selama 15 tahun. Menurutnya, itu salah satu upaya yang dilakukannya agar senantiasa tampak seksi dan awet muda.

Kebiasaan Mariella Frostrup mengenakan bra hingga 24 jam sehari semalam itu pun mengundang perdebatan di kalangan pakar kesehatan. Para ahli terbagi, ada yang setuju dan tidak setuju bahwa memakai bra sepanjang hari bisa mencegah proses penuaan secara alami.

Douglas McGeorge, seorang dokter bedah plastik, termasuk pihak yang setuju dengan Mariella Frostrup. Ia menyatakan, “Hal itu (memakai bra sepanjang waktu) akan meminimalkan peregangan dan pengaruh gravitasi.” Namun, ia mengakui, banyak wanita yang merasa tidak nyaman jika tidur tanpa melepas bra.

Sementara itu, Dr. Elizabeth Vaughan, yang selama lebih dari 25 tahun menyarankan pasiennya untuk tidak memakai bra, memiliki pandangan berbeda. Menanggapi kebiasaan Mariella Frostrup yang selalu mengenakan bra sepanjang waktu, dia menyatakan, “Payudara berisi jaringan getah bening, yang tidak bisa memompa seperti jantung. Gerakan dan tekanan membantu menghilangkan racun-racun di sekujur sistem getah bening. Apa pun yang memperlambat pembersihan racun-racun itu akan meningkatkan risiko mengembangkan gejala-gejala atau penyakit. Bra yang membatasi gerakan payudara akan meningkatkan kemampatan. Memperlambat pembersihan racun-racun dari payudara juga akan meningkatkan jumlah wanita yang terkena penyakit payudara.”

Dua pendapat para ahli itu tentu saja membingungkan, khususnya bagi khalayak awam. Namun, merujuk pendapat Grete Braughton-Smith, spesialis perawatan klinis di Breast Cancer Care, memakai bra atau tidak lebih merupakan pilihan pribadi, dan lebih karena kenyamanan, daripada faktor lainnya. Dengan kata lain, memakai bra atau tidak di saat tidur hanya soal pilihan dan kenyamanan.

Grete Braughton-Smith juga menjelaskan, sebagian wanita—khususnya yang berpayudara besar—memang tidak terlalu masalah memakai bra siang malam. Misalnya, selama kehamilan atau sesudah persalinan, pasiennya selalu disarankan untuk mengenakan bra ketika tidur, jika mereka merasa lebih nyaman.

“Ada juga kondisi yang tidak ideal untuk mengenakan bra pada saat tidur,” ujarnya. “Namun, yang penting diperhatikan adalah bahwa memakai bra sepanjang waktu tidak meningkatkan risiko kanker payudara.”