Hinduja Bersaudara, Kakak Beradik Terkaya di India

  Hinduja Bersaudara, Kakak Beradik Terkaya di India

BIBLIOTIKA - Hinduja Bersaudara adalah kakak beradik penguasa The Hinduja Group, perusahaan diversifikasi terbesar di dunia. Secara global, The Hinduja Group mempekerjakan lebih dari 72.000 orang, dan memiliki kantor di kota-kota dunia, juga di semua kota besar di India. Hinduja Bersaudara terdiri dari Srichand Hinduja, Gopichand Hinduja, Prakash Hinduja, dan Ashok Hinduja. Mereka berasal dari India, tapi kantor pusat perusahaan mereka ada di London, Inggris.

Sejarah perusahaan Hinduja dimulai pada 1914, didirikan oleh Parmanand Deepchand Hinduja, ayah Hinduja Bersaudara. Parmanand Deepchand berasal dari Sindh, India (sekarang Pakistan). Dia memulai bisnisnya di Mumbai, India, lalu melakukan ekspansi internasional dengan memindahkan perusahaannya ke Iran pada 1919.

Selama bertahun-tahun, perusahaan Hinduja berbasis di Iran, sampai kemudian terjadi revolusi di Iran pada 1979. Pada waktu itu, bisnis Parmanand Deepchand telah diwariskan kepada empat anaknya, yaitu Srichand Hinduja, Gopichand Hinduja, Prakash Hinduja, dan Ashok Hinduja.

Akibat revolusi di Iran, yang mengakibatkan perekonomian tidak stabil, Hinduja Bersaudara pun memindahkan pusat bisnis mereka ke London, Inggris, pada 1979. Sejak itu pula, empat bersaudara itu terpisah untuk mengurus tanggung jawab masing-masing, sehubungan bisnis mereka yang tersebar di mana-mana.

Gopichand Hinduja tinggal di London, untuk mengurusi bisnis ekspor. Prakash Hinduja mengelola perusahaan keuangan di Jenewa, Swiss. Ashok Hinduja, si bungsu, berada di India, mengurus bisnis mereka yang ada di sana. Sementara Srichand Hinduja, si sulung, tinggal di London, memimpin dan mengorganisasi adik-adiknya.

Ketika perusahaan Hinduja Group diwariskan oleh sang ayah kepada mereka, perusahaan itu sudah tergolong besar. Tetapi ketika dikelola empat anaknya, The Hinduja Group berubah menjadi raksasa. Seiring berganti tahun, Hinduja Group terus membesar bagai gurita yang menguasai banyak sektor bisnis, dari perbankan dan keuangan, transportasi, energi, telekomunikasi, properti, media, hingga hiburan. Secara lengkap, berikut ini daftar perusahaan yang ada di bawah naungan The Hinduja Group:
  1. Ashok Leyland (otomotif)
  2. Hinduja Foundries Ltd. (properti)
  3. Hinduja Swiss Bank Ltd. (perbankan dan keuangan)
  4. IndusInd Bank (perbankan)
  5. Hinduja Leyland Finance Ltd. (perbankan dan keuangan)
  6. Hinduja Global Solutions Ltd. (perbankan dan keuangan)
  7. Hinduja Ventures Ltd. (investasi)
  8. Gulf Oil Corporation Ltd. (minyak)
  9. Gulf Oil Ltd. (minyak dan gas) 
  10. Hinduja Nasional Power Corporation Ltd. (teknologi)
  11. IndusInd Ltd. (media dan komunikasi)
  12. IDL Specialty Chemicals Ltd. (kimia)
  13. Hinduja Realty Ventures Ltd. (properti)
  14. Ashok Leyland Ltd. (energi) 
  15. Hinduja Tek Limited (sebelumnya Defiance Technologies Limited)
  16. Hinduja Group India (hiburan)
  17. National Hospital & Medical Research Centre (kesehatan)
  18. Hinduja Health Ltd. (kesehatan)
  19. KPB Hinduja College of Commerce (keuangan)
  20. Houghton Internasional (logam dan kimia)
  21. Albonair GmbH, Jerman (otomotif)

Seperti yang dinyatakan di atas, dua Hinduja, yaitu Gopichand Hinduja dan Srichand Hinduja, tinggal di Inggris. Rumah mereka ada di kawasan eksklusif St. James, Westminster, London. Tepatnya di Carlton House Terrace yang terletak di antara Buckingham Palace dan Downing Street No. 10 yang menjadi  rumah dinas Perdana Menteri Inggris.

Rumah megah itu dibeli keluarga Hinduja pada 2006 seharga 66,5 juta poundsterling, kemudian direnovasi dengan biaya 40 juta poundsterling. Total nilai rumah tersebut menjadi 106,5 juta poundsterling (atau sekitar Rp. 2 triliun). Rumah dengan luas 6 ribu meter persegi itu memiliki 6 lantai dengan 25 kamar, yang menampung sekitar 30 orang dari keluarga besar Hinduja.

Bisa dibilang, Hinduja Bersaudara telah kaya sejak lahir. Tapi mereka juga berhasil mengembangkan kekayaan yang diwariskan orangtuanya, hingga terus membesar. Salah satu kesuksesan yang benar-benar dilahirkan tangan mereka adalah industri film. Mereka mengakuisisi hak distribusi film India ke Timur Tengah, dan bisnis itu kemudian mendatangkan jutaan dollar bagi mereka.

Bahkan meski bisnis mereka telah menggurita, Hinduja Bersaudara masih belum berhenti. Mereka melakukan akuisisi demi akuisisi, hingga perusahaan mereka makin meraksasa. Pada 2012, misalnya, mereka mengakuisisi perusahaan AS, Houghton International, yang merupakan produsen cairan logam terbesar di dunia.

Karenanya, tidak mengherankan jika Hinduja Bersaudara memiliki kekayaan besar, mencapai 14,5 miliar dollar, hingga masuk daftar orang-orang terkaya di dunia. Meski mereka berempat, namun dianggap satu orang, karena bisnis (dan kekayaan) mereka digerakkan bersama atas nama keempatnya.