François Pinault, Penguasa Barang Seni dan Mewah dari Prancis

 François Pinault, Penguasa Barang Seni dan Mewah dari Prancis

BIBLIOTIKA - François Pinault adalah pengusaha dan kolektor barang seni yang sangat terkenal dari Prancis. Ia lahir pada 21 Agustus 1936 di Les Champs-Géraux, Prancis, dan saat ini masuk dalam jajaran orang-orang terkaya di dunia, karena memiliki kekayaan mencapai 14,9 miliar dollar.

Sebagai pengusaha sukses, François Pinault memulai bisnisnya dari nol. Dia lahir dan tumbuh di dalam keluarga berkekurangan, hingga terpaksa putus kuliah karena kehabisan biaya. Tetapi, seperti orang-orang hebat lain, François Pinault tidak menyerah. Dia bekerja di berbagai tempat, berusaha mengumpulkan uang, dan terus berusaha tanpa patah semangat.

Kisah perjalanan hidup François Pinault saat merintis kehidupannya bisa jadi sangat panjang jika diceritakan secara detail. Yang jelas, nasibnya mulai berubah ketika dia mulai mampu mengumpulkan uang, kemudian menggunakan uangnya untuk membeli saham. Dari sedikit saham yang dibeli, ia memperoleh tambahan keuntungan, dan dia kembali membeli saham lain, lalu mendapat keuntungan, dan begitu seterusnya. Yang sedikit lama-lama menjadi bukit, dan François Pinault mulai mengumpulkan kekayaan dari saham-sahamnya.

Setelah cukup lama bermain di dunia saham, François Pinault kemudian mendirikan perusahaan bernama Pinault-Printemps-Redoute (PPR). Melalui perusahaannya tersebut, François Pinault membeli saham perusahaan-perusahaan yang memproduksi merek-merek mewah, seperti Gucci dan Balenciaga. Dua merek terkenal itu bahkan kemudian dikendalikan oleh perusahaan François Pinault, karena banyaknya saham yang dimiliki.

Perusahaan Gucci mulai berdiri pada 1980, dan kemudian tumbuh menjadi rumah mode paling berpengaruh, serta menjadi bisnis yang menguntungkan. Pada Oktober 1995, Gucci menjadi perusahaan publik, dan menawarkan saham seharga 22 dollar per lembar. Saham-saham itulah yang dibeli oleh perusahaan François Pinault, hingga ia menjadi pemilik saham mayoritas.

Gucci memiliki kantor di berbagai negara, termasuk di Florence, Milan, Paris, London, Hong Kong, Jepang, dan New York, sebagai ilustrasi betapa besarnya industri yang dimilikinya. Karenanya, ketika perusahaan itu masuk perusahaan François Pinault, kita pun bisa membayangkan besarnya bisnis yang dikendalikan olehnya.

Selain Gucci, François Pinault juga diketahui memegang kepemilikan saham pada merek-merek mewah lain, termasuk Yves Saint Laurent, Bottega Veneta, dan Alexander McQueen. Selain merek-merek mewah, François Pinault juga menanam sahamnya pada merek-merek untuk kalangan menengah, semisal Lerner dan Chadwick.

Pada 1992, François Pinault mendirikan perusahaan lain bernama Artemis. Seluruh saham itu dimiliki oleh keluarganya. Artemis memiliki dan mengelola ladang anggur untuk wine di wilayah Bordeaux, yang diolah oleh Château-Latour, yang telah beroperasi sejak 1331. Selain itu, Artemis juga menguasai saham yang tersebar di berbagai perusahaan, termasuk perusahaan sepatu Converse, Samsonite, sebuah resort di Colorado, hingga balai lelang Christie. Terakhir, Artemis juga memiliki perusahaan asuransi bernama Aurora Life, yang berbasis di California.

Di dunia bisnis, François Pinault dikenal sebagai “predator”, karena kebiasaannya membeli saham atau perusahaan-perusahaan yang sedang mengalami penurunan pasar. Setelah dimiliki olehnya, François Pinault mengubah perusahaan-perushaaan itu menjadi bisnis yang menguntungkan.

Selain terkenal sebagai pengusaha, François Pinault juga sangat terkenal sebagai kolektor benda seni. Tampaknya, dia memiliki kecenderungan pada merek-merek mewah dan benda-benda seni berkualitas tinggi. Koleksi seni pribadinya yang sangat banyak dipamerkan di museum Palazzo Grassi, Venesia. Pada 2006, majalah ArtReview menempatkan François Pinault di peringkat teratas sebagai orang yang memiliki koleksi benda seni terbanyak.

François Pinault menikah dengan Maryvonne. Mereka memiliki tiga anak dan empat cucu.