Biografi Robin Li, Pencipta Search Engine Baidu

Biografi Robin Li, Pencipta Search Engine Baidu

BIBLIOTIKA - Di Cina, search engine atau mesin pencari paling terkenal dan paling banyak digunakan bukan Google, melainkan Baidu. Sebagai mesin pencari, Baidu bahkan memiliki aneka fitur yang tidak dimiliki Google. Misalnya, Baidu memiliki fitur film yang memungkinkan pengguna Baidu mengecek film apa saja yang sedang beredar di kotanya, jadwal terbit film-fim tertentu, hingga pemesanan kursi bioskop.

Baidu didirikan oleh Robin Li, seorang pemuda Cina yang lahir pada 17 November 1968, di Yangquan. Dia lahir di sebuah keluarga sederhana, sebagai satu-satunya anak lelaki. Dia memiliki tiga saudara, yang semuanya perempuan. Setelah lulus SMA pada 1987, Robin Li mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi National Higher Education Entrance Examination. Prestasinya di sana membawa Robin untuk melanjutkan pendidikan di Peking University, jurusan manajemen informatika.

Lulus dari perguruan tinggi pada 1991, Robin Li mengirimkan lamaran beasiswa ke puluhan universitas di Amerika. Waktu itu, kondisi politik di Cina sedang memanas, dan Robin Li terpikir untuk belajar di Amerika, sekaligus mencari kerja di sana. Puluhan lamaran beasiswa ia kirimkan, sampai kemudian ia diterima sebagai mahasiswa jurusan ilmu pendidikan komputer di State University of New York.

Pada 1994, setelah lulus dari State University of New York, dia memperoleh pekerjaan sebagai konsultan bidang layanan informasi di Dow Jones and Company. Di sela-sela aktivitas pekerjaannya, Robin Li mengembangkan sistem pencarian berbasis algoritma, dan mengembangkan jurnal Wall Street edisi online.

Dalam perjalanan karirnya kemudian, dia sempat bekerja di Infoseek, perusahaan milik Disney yang difokuskan pada pengembangan teknologi mesin pencari di internet. Namun Robin Li menganggap Infoseek jalan di tempat—tidak ada kemajuan atau perkembangan berarti. Robin Li pun memutuskan keluar dari Infoseek, dan berencana menggunakan waktunya untuk menulis buku yang waktu itu telah separuh ditulisnya. Buku tersebut berjudul “Silicon Valley Business War”, yang mengupas perang teknologi dalam rangka persaingan dan pengembangan mesin pencari di internet.

Selama sibuk menggarap penulisan buku itulah, suatu ide tercetus dalam benak Robin Li. Ia ingat bahwa Cina adalah negara dengan penduduk terbesar dunia, yang kala itu berjumlah 1,3 miliar jiwa. Dari jumlah penduduk tersebut, sepertiga di antaranya masyarakat modern pengguna internet. Hal itu memberikan ide bagi Robin Li untuk mengembangkan mesin pencari sendiri di internet.

Berbekal ide itu, Robin Li pulang ke Cina, lalu mulai mengumpulkan dana untuk membangun mesin pencari yang dibayangkannya. Mesin pencari itu kemudian lahir, dan diberi nama “Baidu”. Secara harfiah, “Baidu” memiliki arti “ratusan kali”, suatu kata yang memberikan filosofi mendalam bagi Robin Li. Secara resmi, Baidu Inc. berdiri pada 18 Januari 2000, dan berkantor di Distrik Haidian, Beijing, RRC.

Saat masih bekerja di Dow Jones and Company dan mengerjakan edisi online Wall Street Journal, Robin Li melakukan banyak inovasi dengan menganalisis popularitas tautan laman web dengan menggunakan banyaknya situs yang tertaut ke laman yang bersangkutan sebagai patokannya, dan ia menamakannya metode pencarian “analisis tautan” atau link analysis. Bekal pengetahuan itulah yang telah membantu kesuksesannya dalam melahirkan mesin pencari.

Bisa dibilang, Baidu berkembang dengan cepat, dan segera disukai serta digunakan banyak orang di Cina. Trafik (lalu lintas internet) di situs Baidu terus meningkat dari waktu ke waktu, hingga akhirnya mendominasi penggunaan mesin pencari di Cina. Hingga 2013, Baidu.Com tercatat sebagai mesin pencari yang digunakan 81 persen pengguna internet di Cina. Itu artinya, Baidu telah berhasil menumbangkan Google dan Yahoo!, yang semula menjadi raksasa mesin pencari di internet.

Baidu mulai masuk bursa saham pada 2005, dan dua tahun kemudian tercatat sebagai perusahaan Cina yang pertama kali masuk dalam Indeks NASDAQ-100, sebuah daftar perusahaan yang paling dihormati.

Pada Januari 2014, kapitalisasi pasar Baidu mencapai 55 miliar dollar, dan kenyataan itu menjadikan Baidu sebagai perusahaan yang didirikan dari nol tersukses sepanjang sejarah, bila dilihat dari kapitalisasi pasar, pendapatan, pertumbuhan, dan pengaruh budaya. Perusahaan yang semula hanya memiliki sepuluh staf saat awal berdiri itu, kini telah memiliki lebih dari 17.000 karyawan.

Sebagai mesin pencari, layanan Baidu menyediakan indeks 740 miliar lebih laman internet, 80 miliar gambar, dan 10 miliar data multimedia. Baidu juga memiliki layanan ensiklopedia seperti Wikipedia. Selain itu, Baidu juga memasarkan produk ponsel pintar miliknya, dengan nama Changhong H5018.

Atas kesuksesannya membangun Baidu Inc., Robin Li pun kini menjadi salah satu orang terkaya di Cina, bahkan di dunia. Dia diketahui memiliki kekeyaan mencapai 15,2 miliar dollar. Penghasilan terbesarnya diperoleh dari saham di Baidu, juga kepemilikan saham di 360buy Jingdong Mall, toko online Cina yang memiliki pendapatan sebesar 3,9 miliar dollar pada 2012.