Biografi Joseph Safra, Bankir Terkaya di Brasil

 Biografi Joseph Safra, Bankir Terkaya di Brasil

BIBLIOTIKA - Joseph Safra adalah keturunan Suriah yang menjadi bankir terkaya di Brasil. Ia menjadi pemimpin group perbankan dan finansial raksasa di Brasil, yaitu Safra Group yang bergerak di sektor perbankan dan investasi. Ia juga komisaris seluruh anak usaha Safra Group, termasuk di antaranya Safra National Bank of New York dan Banco Safra yang berkantor pusat di São Paulo, Brasil.

Lahir di Aleppo, Suriah, pada 1939, Joseph Safra bisa dibilang sudah kaya sejak lahir, karena keluarganya secara turun temurun telah terkenal sebagai bankir sejak zaman Dinasti Ottoman. Pada masa Dinasti Ottoman, leluhur Joseph Safra berdagang emas di wilayah perdagangan Timur Tengah. Sampai kemudian, leluhur Joseph Safra mendirikan usaha perbankan, dan menjadi bankir kepercayaan Kerajaan Ottoman, terutama untuk memfasilitasi perdagangan antara Alexandria, Aleppo, dan Istanbul.

Pada awal abad ke-20, ketika Dinasti Ottoman runtuh, Jacob Safra, ayah Joseph Safra, memisahkan diri dari bisnis keluarga, dan mendirikan usaha sendiri di Beirut, dengan nama Jacob E. Safra Bank. Joseph Safra dan kakaknya, Edmond Safra, ikut dalam bisnis ayahnya tersebut di usianya yang baru menginjak 16 tahun. Dengan cepat, Edmond Safra memegang kendali bisnis di divisi logam.

Pada tahun 1952, Jacob Safra memindahkan pusat bisnisnya ke São Paulo, Brasil, dan beroperasi dengan nama Banco Safra de Investimento. Tiga tahun kemudian, pada 1955, Joseph Safra membangun bisnisnya sendiri, juga di Brasil, dengan nama Banco Safra. Dalam pertumbuhannya, Banco Safra menjadi bank terbesar di Brasil, yang kini telah berekspansi ke Eropa dan AS. Bank ini memberikan pelayanan untuk wilayah Eropa, Afrika Utara, dan Amerika Selatan.

Sementara itu, Edmond Safra merambah ke Jenewa, Swiss, dan mendirikan Trade Development Bank. Dengan modal 1 juta dollar, bank tersebut terus tumbuh hingga memiliki aset 5 miliar dollar pada 1980-an. Setelah itu, Edmond Safra bersama Joseph Safra merambah Amerika, dan mendirikan Republic National Bank of New York, yang juga meraih kesuksesan. Pertengahan tahun 1980-an, bank tersebut ada di urutan ketiga setelah Citigroup dan Chase Manhattan dari segi kuantitas cabang di New York.

Semua kesuksesan dan kekayaan itu kemudian terpusat pada satu orang, yaitu Joseph Safra. Ketika ayah mereka meninggal, warisan kekayaan sang ayah pun jatuh ke dua anaknya, yaitu Edmond Safra dan Joseph Safra. Lalu Edmond Safra meninggal dunia pada 1999, yang menjadikan Joseph Safra sebagai satu-satunya keturunan Safra paling tua. Posisi itu menjadikannya memegang dan mengendalikan semua bisnis yang ada di bawah Safra Group.

Kini, karena telah menjadi warga negara Brasil, Joseph Safra pun memusatkan semua perusahaannya di São Paulo, Brasil, meski masih memiliki berbagai perusahaan yang ada di luar negeri. Salah satu investasinya di luar negeri adalah mal bernama 660 Madison Avenue yang ada di kawasan real estate mewah di AS. Sebagai pewaris tunggal perusahaan Safra Group, Joseph Safra memiliki kekayaan mencapai 17,3 miliar dollar, yang menjadikannya masuk dalam daftar orang-orang terkaya di dunia.

Selain terkenal sebagai pebisnis sukses dan bankir terkaya di Brasil, Joseph Safra juga terkenal dermawan. Dia membangun yayasan amal yang telah menyumbangkan banyak bantuan dana ke rumah sakit dan badan-badan amal untuk kepentingan kemanusiaan. Dia juga terkenal sebagai orang yang rendah hati. Kadang-kadang, saat senggang, dia memasak untuk keluarganya. Dia juga selalu menyempatkan waktu untuk menelepon teman-temannya, sekadar untuk menanyakan kabar mereka.

Jack Terpins, salah satu sahabat Joseph Safra, pernah menceritakan pada media, “Dia (Joseph Safra) berpikir tentang bisnisnya selama 24 jam sehari, tapi masih menyempatkan menelepon saya setiap hari, ketika saya berada di rumah sakit karena operasi jantung.”

Joseph Safra menikah dengan Vicky Safra, dan mereka memiliki empat anak, yaitu Alberto Safra, Esther Safra, Jacob J. Safra, dan David J. Safra.