Biografi Azim Premji, Penguasa Bisnis Software dari India

 Biografi Azim Premji, Penguasa Bisnis Software dari India

BIBLIOTIKA - Dari usaha minyak goreng peninggalan ayahnya, Azim Premji membangun bisnis software terbesar di dunia. Nama Wipro Corporation mungkin kurang populer di Indonesia. Namun, perusahaan itu memasok berbagai software di berbagai perangkat canggih, termasuk software aneka ponsel yang banyak digunakan di Indonesia.

Nama lengkapnya Azim Hashim Premji, dan dia lahir pada 24 Juli 1945 di Mumbai, India. Dia kuliah di Stanford University, AS. Namun, sebelum sempat lulus, dia harus meninggalkan kuliahnya karena ayahnya meninggal dunia. Sang ayah memiliki usaha minyak goreng, bernama Vanaspati, dan Azim Premji memiliki tanggung jawab meneruskannya, agar dapat menopang perekonomian keluarga. Waktu itu tahun 1966, dan usia Azim Premji 21 tahun.

Pada 1970-an, Azim Premji mengarahkan usaha keluarganya ke bidang teknologi, memanfaatkan keluarnya IBM dari pasar India. Dalam visi Azim Premji, bisnis teknologi lebih menjanjikan untuk masa depan, daripada bisnis minyak goreng yang waktu itu bahkan nyaris bangkrut.

Kenyataannya, visi itu terbukti benar. Memasuki 1980-an, perusahaan Azim Premji mulai membangun rekanan bisnis dengan berbagai perusahaan raksasa yang bergerak di bidang informasi teknologi, seperti Sun Microsystems, General Electric, dan Motorola.

Dalam kemitraan itu, perusahaan Azim Premji berperan memasok berbagai produk teknologi yang selama ini dipasarkan oleh para industri tersebut. Dari sanalah kemudian, Azim Premji memasok berbagai hardware dan software yang kemudian diubah menjadi ponsel, komputer, pemutar musik, dan lain-lain, yang diproduksi dan dipasarkan oleh perusahaan-perusahaan informasi teknologi. Selain itu, perusahaan Azim Premji juga menjalankan bisnis konsultan IT.

Berkat kerjasama tersebut, Azim Premji pun menjadikan perusahaannya sebagai pemasok teknologi terbesar di dunia. Pada 1997, Azim Premji mengubah nama perusahaannya yang semula Vanaspati menjadi Wipro Products Limited.

Memasuki tahun 2000-an, perusahaan tersebut telah mempekerjakan 147 ribu karyawan, dan melayani lebih dari 900 perusahaan di 61 negara, dengan nilai penjualan per tahun mencapai 3,47 miliar dollar. Belakangan, Azim Premji juga mendirikan Wipro Arabia, yang bekerja sama dengan perusahaan Dar Al-Riyadh, Arab Saudi.

Atas prestasinya tersebut, Azim Premji mendapat berbagai penghargaan, di antaranya masuk dalam daftar “30 Pengusaha Terhebat Sepanjang Masa” versi Business Week (Juni 2007), “10 Orang di Dunia yang Paling Mampu Membuat Perubahan” versi Forbes (Mei 2003), “100 Orang Paling Berpengaruh di Dunia” versi Time (April 2004), “100 Miliuner yang Paling Banyak Membuat Perubahan” versi Financial Times (November 2004), dan lain-lain.

Sementara itu, Wipro Products Limited menjadi perusahaan pertama di luar AS yang menerima penghargaan IEEE Software Process Award, dan Azim Premji masuk dalam daftar 100 orang paling kaya di dunia. Pada tahun 2000, ia mendapat gelar doktor kehormatan dari Manipal Academy of Higher Education.

Azim Premji juga menjadi orang India pertama yang meraih Faraday Medal pada 2005. Pada tahun itu juga Premji mendapatkan Padma Bushan, penghargaan tertinggi untuk warga sipil di India. Terakhir, dia juga dipercaya pemerintah India untuk menjadi Dewan Penasihat Perdana Menteri dalam bidang Teknologi Informasi.

Tidak hanya hebat dalam urusan bisnis, Azim Premji juga dikenal sangat dermawan di India. Dia mendirikan yayasan Azim Premji Foundation, yang ia gunakan untuk membantu pendidikan bagi generasi muda di India. Yayasan itu telah membantu menyekolahkan 1,8 juta anak di India, membantu pengentasan kemiskinan, dan membangun lebih dari 900 gedung sekolah di berbagai wilayah di India.

Terakhir, yang juga menarik dari Azim Premji adalah kesederhanaannya yang luar biasa. Meski terkenal sebagai orang kaya-raya, bahkan orang penting, dia senantiasa bersikap rendah hati. Sehari-hari, dia mengendarai mobil sederhana. Ketika baru datang dari luar negeri dan tiba di bandara, dia naik taksi atau bahkan naik bajaj, bukan dijemput mobil perusahaan dengan pengawal pribadi.

Azim Premji menikah dengan Yasmeen, dan memiliki dua anak, yaitu Rishad Premji dan Tariq Premji. Mereka tinggal di Bangalore, India.