Biografi Aliko Dangote, Orang Terkaya di Afrika

 Biografi Aliko Dangote, Orang Terkaya di Afrika

BIBLIOTIKA - Alhaji Aliko Dangote adalah tokoh bisnis Nigeria, yang mendirikan dan memimpin Dangote Group, perusahaan yang bergerak di beberapa bidang. Dengan kekayaan mencapai 14,7 miliar dollar, dia tidak hanya menjadi orang terkaya di Afrika, tapi juga di dunia.

Aliko Dangote lahir pada 10 April 1957 di Kano, Nigeria. Dia lahir dan tumbuh dalam keluarga pengusaha. Kakeknya, Alhasan Dantata, adalah pengusaha kaya di Nigeria. Lalu ayah dan pamannya juga membangun usaha bersama. Karenanya, sejak kecil, jiwa usaha Aliko Dangote sudah tumbuh, karena dia bersentuhan langsung dengan dunia usaha keluarga besarnya.

Sejak masih sekolah dasar, Aliko Dangote sudah belajar jadi pengusaha. Waktu itu, sementara teman-temannya asyik bermain, dia menjajakan permen yang ia buat sendiri di rumah bersama ibunya. Hasil penjualannya ditabung. Usaha semacam itu terus ia lakoni sampai dewasa, dengan berbagai barang jualan, dan dia baru berhenti berdagang ketika akan kuliah.

Aliko Dangote kuliah di Universitas Al-Azhar, Kairo, jurusan bisnis dan manajemen. Setelah lulus dan pulang dari Kairo, Aliko Dangote meminjam uang pada pamannya sebesar 500 ribu naira atau sekitar 3.160 dollar. Waktu itu usia Aliko Dangote 21 tahun. Uang hasil pinjaman itu ia gunakan untuk modal berdagang minyak goreng, gula, pasta, dan kebutuhan sehari-hari lainnya.

Dia mengimpor gula dari Brasil dan beras dari Thailand, lalu menjualnya pada pasar lokal dengan untung berlipat. Hanya dalam waktu empat tahun, dia sudah mampu membeli truk untuk keperluan dagangnya, dan sejak itu barang dagangannya semakin banyak. Karena ingin usahanya terus berkembang, dia memindahkan basis usahanya ke Lagos, ibu kota Nigeria.

Di Lagos, Aliko Dangote benar-benar mengembangkan usahanya dengan baik, hingga berkembang pesat. Bisnisnya mulai merambah Benin, Ghana, Togo, dan wilayah-wilayah tetangga Nigeria. Bidang usahanya pun makin luas, tidak hanya berdagang kebutuhan sehari-hari, tapi juga di bidang lain.

Pada 1981, Aliko Dangote mencoba membangun bisnis semen. Dia membeli pabrik semen yang sudah mati, dan menghidupkannya kembali. Hasilnya menakjubkan. Bisnis semennya tumbuh luar biasa, dan Aliko Dangote pun terpikir untuk mendirikan perusahaan induk guna membawahi berbagai lini perusahaannya yang kini mencakup banyak bidang. Maka lahirlah Dangote Group.

Bisnis Aliko Dangote meliputi perusahaan pembuat makanan, pabrik semen, tekstil, dan pengangkutan. Dangote Group mendominasi pasar gula di Nigeria, dan menjadi pemasok utama gula ke berbagai perusahaan. Penyulingan gula milik Aliko Dangote yang terletak di pelabuhan Apapa, Lagos, mampu memproduksi 700 ribu ton gula per tahun. Perusahaan gulanya dikenal sebagai yang terbesar di Afrika. Dia juga memiliki pabrik pengolahan gula berkapasitas 100 ribu ton di Jigawa State.

Dengan pabrik pengolahan gula yang begitu besar, Dangote Group mampu mengekspor 400 ribu metrik ton gula per tahun, dan mampu menutupi 70 persen kebutuhan penduduk Nigeria. Aliko Dangote juga menjadi pemasok gula untuk perusahaan minuman global seperti Coca Cola, Pepsi, dan Seven-Up di Nigeria.

Selain gula, Dangote Group juga mengekspor kain, cokelat, ikan, semen, dan sejumlah komoditas lain ke berbagai negara. Perusahaan tekstilnya, bernama Dangote Textile dan Nigeria Textiles Mills Plc., mampu memproduksi 120 ribu meter kain setiap hari. Kini, total pegawai yang ada di bawah naungan Dangote Group mencapai 22.000 orang. Sementara jangkauan bisnisnya mencapai sejumlah negara di Afrika, termasuk Benin, Kamerun, Togo, Ghana, Afrika Selatan, dan Zambia.

Selain memiliki saham mayoritas di perusahaan-perusahaan miliknya sendiri, Aliko Dangote juga diketahui memiliki sejumlah saham di perusahaan-perusahaan besar lain, seperti Zenith Bank dan UBA Group. Dari gurita bisnisnya itu, Aliko Dangote berhasil menumpuk kekayaan luar biasa. Beberapa tahun sebelumnya, kekayaan Aliko Dangote mencapai 24,5 miliar dollar. Namun, karena terjadi inflasi dan penurunan nilai mata uang Nigeria, kekayaannya menurun drastis, hingga tinggal 14,7 miliar dollar.

Sebagai orang terkaya di Afrika, Aliko Dangote terkenal dermawan. Dia telah menggelontorkan sedikitnya 1 miliar dollar ke berbagai badan amal di negaranya, untuk membantu penanganan banjir, layanan kesehatan, pengurangan kemiskinan, hingga pembangunan perpustakaan. Dia ingin mengangkat Nigeria dari jurang kemiskinan dan kekerasan, yang masih sering terjadi di negara itu. Karena kiprah sosialnya, Presiden Nigeria menganugerahkan gelar Grand Commander of The Order of The Niger pada Juni 2011.