Ancaman Bahaya di Balik Permainan Pokémon GO (4)

Ancaman Bahaya di Balik Permainan Pokémon GO

BIBLIOTIKA - Isu mengenai hak akses atau izin untuk Pokémon GO itu kemudian direspons oleh pembuat aplikasi, Niantic Inc. Mereka merilis pernyataan yang mengatakan bahwa mereka “tidak mengakses sejumlah besar data”, dan menyebutnya sebagai sebuah kesalahan pendirian (the set up an error). Niantic juga mengatakan bahwa aplikasi Pokémon GO tidak mengakses informasi apa pun selain ID pengguna dan alamat e-mail.

Selain itu, Niantic menambahkan bahwa Google akan mengubah hak akses yang diberikan kepada permainan ini dari sisi Google, dan bahwa pengguna tidak perlu melakukan apa pun untuk membuat perubahan.

Niantic Inc adalah perusahaan pembuat aplikasi dari Amerika Serikat yang berbasis di San Francisco, California. Perusahaan ini didirikan oleh John Hanke pada 2010, dan semula bernama Niantic Labs, yang merupakan perusahaan internal startup di Google. Pada 2015, Niantic Labs keluar dari Google dan menjadi perusahaan independen, dengan nama Niantic Inc. Mereka menjadi perusahaan pengembang game untuk permainan realita berjalan (reality mobile games).

Protes Pokémon GO di Amerika

Pada Rabu, 13 Juli 2015, Senator Al Franken dari Partai Demokrat di negara bagian Minnesota, mengirimkan surat resmi ke Niantic Inc untuk bertanya tentang keterangan dari Pokémon GO mengenai kebijakan privasi mereka. Dalam surat itu dia menyatakan, “Saya prihatin mengenai sejauh mana Niantic seharusnya tidak perlu mengumpulkan, menggunakan, dan berbagi berbagai informasi pribadi pengguna tanpa izin mereka. Sebagai pasar augmented reality yang berkembang, saya meminta Anda untuk memberikan kejelasan yang lebih besar tentang bagaimana Niantic menangani isu privasi pengguna dan keamanan para pengguna, terutama dari pemain yang masih muda.”

Lebih jauh, Senator Al Franken juga meminta secara spesifik pada beberapa item lain yang ditemukan dalam persyaratan layanan dan kebijakan privasi Pokémon GO, yaitu:

Sebenarnya informasi apa yang dibutuhkan dan dikumpulkan oleh Niantic untuk permainan dan jasa terkait ini (Pokémon GO).

Digunakan untuk apa informasi itu, akan dimasukkan sebagai apa informasi itu, dan dengan siapa informasi itu akan dibagikan.

Mengapa Pokémon GO perlu izin untuk memintanya kepada para pengguna.

Apakah beberapa dari koleksi itu sangat atau harus diperlukan (opt-in), dan bukan sekedar opsi yang bisa dipilih (opt-out).

Bagaimana Niantic menciptakan “persetujuan yang berarti” (meaningful consent) dari orang tua mengenai hasil dari pengumpulan data anak-anak mereka.

Senator Al Franken adalah advokat yang andal dalam aspek progresif teknologi, dan kantornya juga sangat peka pada potensi pelanggaran privasi oleh orang-orang seperti virtual reality, layanan media, dan platform baru seperti Uber.

Menanggapi pernyataan dan pertanyaan Senator Al Franken, Niantic Inc belum memberikan respons resmi, selain hanya memberi respons melalui situs mereka, mengenai isu privacy policy yang dirasa memberatkan pengguna Pokémon GO. Sebelumnya, beberapa pengamat media juga telah menanyakan hal yang sama kepada Niantic Inc mengenai isu-isu yang sama sebagaimana yang diajkan oleh Senator Al Franken, namun bisa dibilang tidak memperoleh respons berarti dari pihak Niantic Inc.

Ancaman pembajakan data

Semula, Niantic Project hanyalah sebuah ide yang melahirkan percobaan melalui permainan game. Awalnya, Niantic Project adalah proyek investigasi fiksi dalam kisah augmented reality berdasarkan lokasi game mobile Ingress. Namun, setelah dirilisnya Pokémon GO, mereka pun melihat bahwa proyek itu bisa digunakan untuk mengumpulkan berbagai macam data dan informasi masyarakat (pengguna game).

Niantic Labs didirikan pada 2010 oleh John Hanke, yang merupakan co-founder Keyhole, yang kemudian menjadi Google Earth, dan yang juga terlibat dalam Google Street View dan Google Maps. Permainan Pokémon GO menggunakan semua fasilitas tersebut.

Baca lanjutannya: Ancaman Bahaya di Balik Permainan Pokémon GO (5)