Ancaman Bahaya di Balik Permainan Pokémon GO (2)

 Ancaman Bahaya di Balik Permainan Pokémon GO

BIBLIOTIKA - Pokémon GO adalah permainan atau game yang memanfaatkan teknologi AR (Augmented Reality), yang meminta para pemain untuk berjalan di dunia nyata untuk mencari Pokemon, Pokestop, atau Gym. Pemain juga dapat menggunakan benda-benda tertentu atau item yang ditemukan dalam game atau dibeli dengan uang asli, untuk menarik Pokemon di Pokestop. Kepolisian O’Fallon menyebutkan, hal inilah yang dimanfaatkan oleh para perampok.

Seseorang dapat menambahkan item pada Pokestop untuk memancing para pemain. Para perampok juga memanfaatkan Pokémon GO untuk mencari orang-orang yang ada di sekitar mereka. Seseorang yang berniat jahat bisa pula menggunakan umpan untuk menarik lebih banyak Pokémon di lokasi-lokasi tertentu, misalnya di tempat sepi atau gelap, dan di sanalah kemudian aksi kejahatan seperti perampokan atau intimidasi serta kriminalitas lain terjadi pada para pemain Pokémon GO.

Karena itu, jika Anda menggunakan aplikasi ini (atau aplikasi lain serupa) atau memiliki anak yang menggunakan aplikasi ini, berhati-hatilah ketika memberitahu di mana Anda berada kepada orang yang tidak dikenal.

Sampai saat ini, setidaknya telah ada empat tersangka yang ditangkap akibat kejahatan yang mereka lakukan dengan memanfaatkan game Pokémon GO. Keempat tersangka tersebut berusia antara 16 sampai 18 tahun, dan mereka mencuri ponsel korban serta barang-barang pribadi, lalu pergi. Polisi Missouri menangatakan bahwa para remaja itu mengaku menggunakan aplikasi sebagai bagian dari rencana kejahatan mereka.

Brett Miller (17), Jamine Warner (18), Shane Backer (18), dan tersangka remaja 16 tahun, dituntut dengan tuntutan perampokan tingkat pertama dan tindakan kriminal bersenjata. Bisa dibilang, mereka adalah penjahat-penjahat yang telah terungkap akibat pemanfaatan game Pokémon GO untuk tujuan kejahatan atau kriminalitas.

Selain perampok, popularitas Pokémon GO juga menarik perhatian para kriminal dunia cyber. Mereka menanamkan malware pada aplikasi Pokémon GO. Hal itu menjadi berbahaya, karena Pokémon GO baru diluncurkan secara resmi di beberapa negara saja. Akibatnya, orang-orang yang tidak sabar menunggu rilis resmi dari game tersebut akan mengunduh Pokémon GO dari situs yang tidak resmi.

Zombie-zombie di era teknologi

Para pemain Pokémon GO tidak sadar terhadap situasi di sekitar lingkungan mereka, karena mereka terus menatap ponselnya. Bagaimana jika pemain sedang mengemudi atau bermain ditengah jalanan?

Dalam game online, yang paling membuat para pemain ketagihan adalah adanya petualangan, transaksi, jual-beli item, atau adanya tim yang dapat bekerja sama dengan mereka. Selain semua yang dapat membuat ketagihan tersebut, Pokémon GO dibuat dengan kemampuan lebih dari umumnya permainan lain. Misalnya dapat menggabungkan real visual lingkugan di sekeliling pemain dengan game tersebut.

Dengan paduan antara game dan kamera ponsel, pengguna seakan melihat musuh di depannya. Selain itu, Pokémon GO menggunakan Google Map sebagai lokasi atau peta sekeliling. Dengan menggunakan kamera smartphone dan GPS, pemain akan seolah mengejar dan menangkap karakter Pokémon dalam kehidupan nyata.

Dari misi-misi dalam permainan itu, Pokémon GO juga menggunakan foto-foto dalam Google Street sebagai misi khusus. Misalnya ada benda atau objek atau foto atau gambar dalam Pokémon GO yang harus dicari ketika pemain berada di wilayah tersebut. Objek-objek itu diambil dari suasana yang terekam Google Street. Ketika pemain berhasil menemukannya, maka akan mendapat poin lebih banyak.

Hal-hal itulah yang membuat pengguna ketagihan hingga terus memainkan Pokémon GO. Mereka tak jauh beda dengan zombie, atau bahkan mirip pecandu narkotika yang dapat dikontrol, disuruh, penurut, dan mengabaikan segala yang ada disekeliling mereka. Bahkan, orang masih kesulitan melepaskan kebiasaan tersebut, meski tinggal di negara yang tidak memiliki Pokémon GO.

Baca lanjutannya: Ancaman Bahaya di Balik Permainan Pokémon GO (3)