Alisher Usmanov, Berawal dari Penjara Menjadi Orang Kaya-raya

 Alisher Usmanov, Berawal dari Penjara Menjadi Orang Kaya-raya

BIBLIOTIKA - Pada era 1980-an, dia sempat dipenjara karena tuduhan kejahatan. Tetapi, pada era 1990-an, dia berubah menjadi pengusaha kaya-raya yang mengusai aneka saham dan perusahaan. Alisher Usmanov mungkin bisa menjadi contoh seorang yang memiliki masa lalu gelap dan mengubahnya menjadi masa depan yang gemilang.

Nama lengkapnya Alisher Burkhanovich Usmanov. Dia lahir pada 9 September 1953 di Chust, Uzbekistan. Ketika Uni Soviet runtuh pada 1991, Alisher Usmanov melihat suatu peluang yang tidak dilihat orang lain, yakni kebutuhan tas plastik. Pada masa itu, tas plastik masih langka di Soviet, dan dia lalu mendirikan usaha tas plastik. Hasilnya bisa ditebak, dia segera sukses.

Setelah menghasilkan banyak keuntungan dari bisnis tas plastik, Alisher Usmanov mengalihkan fokusnya pada bidang bisnis lain, dan dia membeli sejumlah saham di perusahaan logam, pertambangan, juga gas alam, di berbagai negara. Setelah itu, dia bersama beberapa temannya mendirikan Metalloinvest, perusahaan yang mengolah bijih besi.

Pada perkembangannya kemudian, Metalloinvest menjadi produsen bijih besi terbesar di Rusia, dan kelima di dunia. Pada November 2012, Alisher Usmanov dan rekan bisnisnya di Metalloinvest mendirikan USM Holdings Limited untuk mengelola aset-aset mereka.

Keuntungan besar yang ia dapatkan dari bisnisnya, juga dari saham-sahamnya, memungkinkan Alisher Usmanov untuk membeli setumpuk saham lain. Maka dia pun membeli saham di Apple Inc. senilai 100 juta dollar, juga membeli saham di Facebook, Twitter, Zynga, dan Groupon.

Sebagian besar pendapatan yang diperoleh Alisher Usmanov berasal dari sahamnya di Digital Sky Technologies (DST). Dia memiliki 80 persen saham di perusahaan tersebut, yang menjadikan kekayaannya cepat melambung. DST adalah perusahaan investasi yang didirikan pengusaha Rusia bernama Yuri Milner. DST memegang saham ekuitas di beberapa perusahan teknologi yang cukup besar, termasuk Zynga, Spofy, Airbnb, ZocDoc, Facebook, dan 360buy.com.

Alisher Usmanov terus mengembangkan usahanya. Dia mendirikan stasiun televisi dan situs di internet. Saat ini, dia pemilik tujuh stasiun televisi nasional, lebih dari 30 stasiun televisi lokal, dan sejumlah situs besar berbahasa Rusia di internet.

Di luar bisnis, Alisher Usmanov terkenal sebagai orang yang royal, dan punya hobi mengoleksi properti mewah dan benda seni. Di London, dia membeli sebuah rumah mewah bergaya Victoria seharga 77 juta dollar, juga sebuah mansion bergaya Tudor yang berasal dari abad ke-5 di Surrey, di selatan London, yang dulunya milik raja minyak Jean Paul Getty.

Dia juga pernah mengeluarkan uang hingga 31 juta dollar untuk membeli koleksi seni Mstislav Rostropovich, untuk kemudian disumbangkan kepada museum negara. Dalam urusan menyumbang, Alisher Usmanov dianggap orang yang sangat dermawan. Dia setidaknya telah mengeluarkan 120 juta dollar untuk kegiatan amal.

Dia juga mendirikan yayasan sosial, seni, dan olah raga, yang memiliki peran penting di balik kesuksesan Rusia memenangkan lelang sebagai penyelenggara Piala Dunia 2018, sekaligus menjadi rekanan komersial ketiga untuk Piala Dunia 2018 dan 2022.

Pada 2007, Alisher Usmanov membeli sebagian saham klub sepak bola Inggris, Arsenal, dan menjadi pemilik saham terbesar kedua di klub elit itu. Dia dan rekan bisnisnya, Farhad Moshiri, membeli saham bekas bos Arsenal, David Dein, senilai 75 juta pounsterling. Selain sepak bola, dia juga terlibat di cabang olahraga anggar. Dia adalah Presiden Federasi Anggar Internasional.