Abigail Johnson, Perjalanan Hidup Sang Putri Miliuner

 Abigail Johnson, Perjalanan Hidup Sang Putri Miliuner

BIBLIOTIKA - Abigail Johnson lahir pada 19 Desember 1961, di tengah keluarga kaya. Kakeknya, Edward C. Johnson II, adalah pendiri perusahaan Fidelity Investments Personal and Workplace Investing (atau biasa disingkat Fidelity Investments), sebuah perusahaan investasi dan reksadana. Sementara ayahnya, Edward C. Johnson III, menjabat sebagai CEO perusahaan tersebut.

Meski begitu, Abigail Johnson tidak langsung masuk perusahaan ayahnya dan menduduki jabatan penting. Sebaliknya, dia mengawali karirnya dengan menjadi penjawab panggilan telepon di departemen layanan pelanggan perusahaan—suatu pekerjaan yang bisa dibilang biasa-biasa saja. Pekerjaan itu dilakukannya ketika Abigail Johnson duduk di bangku sekolah menengah.

Lulus dari sekolah menengah, Abigail Johnson kuliah bisnis di Harvard University. Sambil kuliah, dia bekerja di Booz Allen & Hamilton, sebagai konsultan. Pekerjaan itu dilakukannya antara tahun 1985 sampai 1986.

Setelah lulus dari Harvard, dan mendapat gelar MBA, Abigail Johnson baru bergabung dengan perusahaan yang dipimpin ayahnya, Fidelity Investments. Dia bekerja sebagai analis saham hingga tahun 1988. Dalam pekerjaan itu, Abigail Johnson membuktikan bahwa dirinya mampu dan layak menjabat tugas tersebut, hingga akhirnya dipromosikan menjadi eksekutif di Fidelity Management pada 1997, dan telah menjalani berbagai posisi eksekutif di sana sejak saat itu.

Pada Agustus 2012, Abigail Johnson dipromosikan sebagai presiden di Fidelity Investments. Kemudian, pada 13 Oktober 2014, dia dipromosikan sebagai CEO, seiring pengunduran diri ayahnya yang semula menjabat sebagai CEO. Saat ini, Abigail Johnson menjadi anggota Komite Regulasi Pasar Modal, juga anggota Dewan Direksi Securities Industry and Financial Markets Association (SIFMA).

Sementara Fidelity Investments yang dipimpinnya menjadi perusahaan reksadana terbesar kedua di Amerika Serikat, dengan aset mencapai 1,67 triliun dollar. Fidelity Investments bahkan telah melahirkan pers independen, bernama Fidelity Insight Bulletin. Per Maret 2013, keluarga Johnson menguasai 49 persen saham di perusahaan tersebut, dan menjadikan Abigail Johnson sebagai salah satu orang berpengaruh sekaligus kaya-raya.

Pada 2013, majalah Forbes menempatkan Abigail Johnson sebagai wanita terkuat ke-60 di dunia, berdasarkan pengaruh yang dimilikinya. Satu tahu tahun kemudian, peringkatnya naik menjadi wanita terkuat ke-34, dan pada 2015 dia menduduki peringkat ke-19 sebagai wanita terkuat di dunia. Sementara itu, dalam hal kekayaan, Abigail Johnson masuk dalam jajaran orang-orang terkaya di dunia, dengan kekayaan mencapai 13,4 miliar dollar.

Di kantornya, Abigail Johnson sering dipanggil “Abby”, dan dia dikenal sebagai wanita yang dingin dan tenang, juga pekerja keras yang tak kenal lelah. Dia bekerja sebelas jam per hari di kantor, dan telah melakukannya selama bertahun-tahun. Saat libur, dia sering datang ke tempat tinggal kakeknya, yang terletak di pinggiran kota Boston, AS.

Meski telah menyandang status sebagai wanita yang berpengaruh sekaligus salah satu orang terkaya di dunia, Abigail Johnson tidak menyukai publisitas, dan sangat jarang memberikan wawancara. Karenanya, kehidupan Abigail Johnson bisa dibilang sangat sedikit yang diketahui publik, selain hal-hal penting dalam karirnya.

Walau begitu, publik mengetahui, Abigail Johnson tidak kaya semata-mata karena kebetulan terlahir dalam keluarga kaya. Seperti yang sekilas dinyatakan di atas, dia memulai karirnya dari sangat bawah, sebagai penjawab telepon, dan itu dilakukannya ketika dia masih sekolah menengah.

Ketika mulai kuliah dan nyambi bekerja, dia pun tidak bekerja di perusahaan keluarganya. Sebaliknya, dia bekerja di perusahaan milik orang lain, untuk membuktikan pada diri sendiri bahwa dia memang memiliki kemampuan. Dia baru bergabung dengan perusahaan keluarganya setelah lulus kuliah dan memiliki gelar MBA. Didukung kerja keras dan kemampuan yang dimiliki, Abigail Johnson pun akhirnya menduduki tempatnya yang sekarang.

Dalam kehidupan pribadi, Abigail Johnson menikah dengan Christopher J. McKown, seorang pendiri perusahaan informasi, dan mereka memiliki dua orang anak.