7 Kiat Menurunkan Risiko Kanker Payudara

7 Kiat Menurunkan Risiko Kanker Payudara

BIBLIOTIKA - Sembilan dari sepuluh wanita bersedia membuat perubahan gaya hidup untuk mengurangi risiko kanker payudara. Kenyataan itu tentu positif, karena sampai saat ini kanker payudara masih menjadi pembunuh wanita nomor dua setelah kanker serviks. Lebih dari itu, upaya mencegah selalu lebih baik daripada mengobati, khususnya dalam hal kanker payudara.

Berikut ini adalah beberapa kiat yang bisa dilakukan wanita untuk menghindari, atau setidaknya menurunkan risiko terkena kanker payudara.

Perhatikan diri sendiri

Bagaimana pun, yang paling bertanggung jawab pada kesehatan Anda adalah diri Anda sendiri. Begitu pula dengan kesehatan payudara. Rutin melakukan pemeriksaan sendiri pada payudara adalah upaya penting untuk mendeteksi keberadaan masalah atau kelainan yang mungkin timbul pada payudara. Kenyataannya, sebagian besar masalah payudara dideteksi oleh si wanita sendiri, sebelum akhirnya mereka memerisakannya ke dokter.

Untuk itu, selalu perhatikan diri Anda sendiri, dan rutinlah memeriksa payudara Anda. Perhatikan selalu setiap perubahan yang terjadi pada payudara, entah warna kulit, benjolan, atau pembengkakan yang disertai rasa sakit dalam jangka panjang. Rutin memeriksa payudara membuat Anda akan segera menyadari jika sewaktu-waktu terjadi masalah pada payudara Anda.

Menyusui

Untuk wanita yang baru melahirkan, sangat disarankan untuk memberikan ASI eksklusif kepada bayi. Selain hal itu baik untuk bayi Anda, menyusui juga baik untuk kesehatan Anda, khususnya kesehatan payudara. Aktivitas menyusui memungkinkan Anda memiliki risiko lebih rendah untuk terkena kanker payudara.

Kenyataan tersebut didasarkan pada studi yang menemukan bahwa kanker payudara berkaitan dengan hormon estrogen. Para peneliti percaya, bahwa tubuh yang terpapar banyak hormon estrogen memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena kanker payudara. Saat menyusui, kadar estrogen pada tubuh wanita akan menurun, dan itu artinya juga menurunkan risiko kanker payudara.

Cari tahu riwayat keluarga

Sangat penting bagi wanita untuk mengetahui apakah terdapat riwayat dalam keluarga yang pernah menderita kanker payudara. Wanita yang memiliki riwayat keluarga yang terkena kanker payudara perlu lebih waspada, karena memiliki risiko lebih tinggi, akibat keberadaan gen tertentu yang diwarisi dari keluarga.

Jika Anda menemukan ada keluarga Anda yang pernah mengidap kanker payudara, Anda bisa mengonsultasikan hal itu dengan dokter, meski Anda masih dinyatakan sehat. Langkah ini bisa menjadi antisipasi yang baik, sekaligus upaya pencegahan untuk hal-hal yang mungkin terjadi.

Mengurangi asupan alkohol

Penyebab kanker payudara tidak hanya karena faktor genetik atau keturunan, namun juga gaya hidup. Gaya hidup yang tidak sehat ikut mempengaruhi tingkat risiko wanita dalam hal kanker payudara. Di antara hal yang telah diketahui memiliki pengaruh terhadap kanker payudara adalah konsumsi alkohol.

Karena itu, jika Anda kebetulan mengonsumsi alkohol, sebaiknya hentikan atau setidaknya kurangi asupan alkohol. Sejumlah studi telah menemukan fakta bahwa alkohol terkait dengan kanker payudara. Para peneliti meyakini bahwa kenyataan itu terjadi karena mengonsumsi alkohol menjadikan kadar estrogen naik, dan meningkatnya estrogen menjadikan risiko kanker payudara ikut meningkat.

Menjaga keseimbangan berat badan

Selain alkohol, obesitas juga telah dikaitkan dengan meningkatnya risiko kanker payudara. Para peneliti menemukan bahwa wanita yang mengalami kenaikan berat badan 22 kilogram sampai 25 kilogram setelah berusia 18 tahun, memiliki 40 persen risiko lebih tinggi untuk terkena kanker payudara.

Karena itu, sangat penting bagi wanita untuk menjaga kesehatan, terutama keseimbangan berat badan. Anda bisa memulai pola hidup sehat tersebut dengan mengonsumsi makanan serta minuman yang sehat, menghindari junk food, juga menjauhi makanan yang mengandung lemak tinggi. Studi menunjukkan bahwa makanan yang mengandung lemak tinggi juga berpengaruh pada tingginya risiko kanker payudara.

Olahraga

Olahraga tidak hanya menyehatkan tubuh secara keseluruhan, tapi juga menurunkan tingkat risiko kanker payudara. Penelitian menyangkut hal ini mengungkapkan bahwa semakin sedikit Anda berolahraga, kadar hormon estrogen di dalam tubuh akan meningkat. Padahal, meningkatnya hormon estrogen berkaitan dengan meningkatnya risiko kanker payudara. Karena itu, rutin berolahraga—setidaknya tiga kali seminggu—akan menurunkan risiko kanker payudara.

Memeriksa payudara secara rutin

Memeriksa payudara tidak hanya dapat dilakukan sendiri dalam kebiasaan SADARI, namun juga bisa melalui pemeriksaan dokter. Meski Anda telah melakukan pemeriksaan payudara sendiri secara rutin, namun Anda juga masih perlu memeriksakannya ke dokter. Hal ini akan lebih penting lagi, jika kebetulan Anda memiliki riwayat kanker payudara pada keluarga. Selain memeriksakan payudara, Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter.

Wanita yang telah memasuki usia 40-50 tahun juga perlu rutin memeriksakan payudara ke dokter, karena 80 persen kasus kanker payudara terjadi pada wanita di atas usia 50.