11 Tanda Risiko Kanker Payudara yang Perlu Diwaspadai

  11 Tanda Risiko Kanker Payudara yang Perlu Diwaspadai

BIBLIOTIKA - Wanita yang memiliki keluarga—orangtua atau saudari—yang menderita kanker payudara memang memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena kanker payudara. Namun, tanda risiko kanker payudara bukan hanya anggota keluarga yang juga terkena kanker. International Women’s Organization menyebutkan sejumlah tanda lain yang juga perlu diwaspadai, karena juga berpotensi memiliki risiko kanker payudara.

Berikut ini adalah tanda-tanda risiko kanker payudara yang perlu Anda perhatikan:

  1. Belum pernah melahirkan atau tidak melahirkan sampai berusia 30 tahun.
  2. Masa kehamilan, khususnya masa kehamilan pertama, berakhir pada aborsi.
  3. Menggunakan pil kontrasepsi sebelum mengalami masa kehamilan penuh, atau menggunakan pil kontrasepsi selama sedikitnya 4 tahun.
  4. Mulai menstruasi pada usia muda (sebelum berusia 12 tahun) atau memasuki masa menopause di atas usia 55 tahun.
  5. Menjalankan terapi estrogen sedikitnya selama 5 tahun setelah memasuki masa menopause.
  6. Mengonsumsi alkohol dalam jumlah sangat banyak.
  7. Obesitas.
  8. Memiliki kanker payudara dalam riwayat kesehatan pribadi.
  9. Memiliki kanker ovarium atau kanker leher rahim dalam riwayat kesehatan pribadi.
  10. Memiliki riwayat kanker payudara pada keluarga dekat (ibu, kakak perempuan, atau anak perempuan). Risiko lebih besar bila seorang saudara mengalami kanker payudara di kedua sisi, sebelum memasuki masa menopause.
  11. Kasus penderita kanker payudara pada wanita umumnya terjadi pada usia di atas 50 tahun. Meski begitu, saat ini sudah mulai banyak orang yang terkena kanker payudara pada usia 30-an, bahkan remaja.

Data WHO menyebutkan, bahwa penduduk di negara-negara industri memiliki risiko kanker yang besar. Dalam hal ini, Indonesia sudah mulai masuk menjadi negara industri. Pada kanker payudara, saat ini diperkirakan rasionya sudah meningkat dari masa-masa sebelumnya, dan telah mencapai 100:100.000 penduduk positif kanker payudara, atau 1 banding 1.000.

Yang juga perlu diperhatikan, selain tanda-tanda risiko di atas, wanita yang aktif bekerja hingga malam hari, stres, terkena paparan polusi, pola makan tidak seimbang, serta kurang istirahat—semuanya merujuk pada gaya hidup negara industri—juga dapat berisiko terkena kanker payudara.