Tips Bila Gebetanmu Sudah Punya Pacar

Tips Bila Gebetanmu Sudah Punya Pacar

BIBLIOTIKA - Di dalam urusan cinta, ada orang (cewek ataupun cowok) yang memiliki masalah yang kira-kira seperti ini:

“Aku jatuh cinta pada seseorang, namun aku tak tahu apakah dia juga jatuh cinta kepadaku atau tidak. Suatu hari, aku menelepon ke ponselnya, dan memberanikan diri menanyakan apakah dia sudah punya pacar ataukah belum. Ternyata, dia dengan jujur mengatakan sudah punya pacar. Aku merasa sedih bukan main, dan merasa patah hati…”

Kisah semacam itu tentu saja banyak dialami oleh kita, tak peduli cowok ataupun cewek, dengan berbagai ragam versinya. Ada yang kemudian frustrasi, tak bisa tidur beberapa malam, tidak enak makan, dan rasanya hidup jadi tak ada gairah lagi. Padahal sebelumnya kita sudah membayangkan dan mengangankan banyak hal indah yang akan kita lakukan bersamanya; makan malam bareng, nonton film, bermesraan dan saling mencintai…

Kadang-kadang cinta memang datang secara salah, dalam arti ia datang pada orang yang tidak tepat.

Nah, kalau kita kebetulan menghadapi hal semacam itu, biasanya yang paling dirasakan pertama kali adalah perasaan patah hati. Kita merasa kehilangan sesuatu, atau kehilangan harapan pada seseorang.

Menghadapi hal semacam ini, kita tidak perlu bersedih hati sampai berlarut-larut. Sedih itu tentu saja manusiawi karena kita tak bisa meraih sesuatu yang kita inginkan. Tapi usahakan untuk tidak terus-menerus bersedih karena hal itu, sebab hidup tidaklah berhenti hanya karena orang yang kita cintai tidak membalas cinta kita.

Berikut ini adalah upaya yang bisa kita lakukan dalam rangka mengobati diri sendiri ketika kita kecewa dan patah hati karena pujaan kita sudah punya pacar.

Yang pertama, cobalah tanyakan pada diri kita sendiri, mengapa kita sampai jatuh cinta kepadanya, atau, benarkah kita memang jatuh cinta kepadanya?

Memang susah kalau kita hanya berpikir bahwa dia hanyalah untuk kita. Perasaan semacam ini biasanya muncul ketika kita terlalu jatuh hati, dan tak bisa menghadapinya secara dewasa.

Cobalah untuk mengendapkannya dalam hati, dan menanyakan pada diri sendiri secara jernih dan objektif, apakah kita memang benar-benar jatuh cinta kepadanya, dan menginginkan dia menjadi pacar kita?

Bisa jadi, sebenarnya perasaan kita kepada orang tersebut bukanlah perasaan cinta yang sesungguhnya, namun hanya sekadar kekaguman. Bisa saja kita melihatnya begitu baik atau istimewa, dan kemudian timbul perasaan suka atau kagum yang kita anggap sebagai perasaan cinta.

Atau, bisa jadi pula sebenarnya kita belum siap untuk sungguh-sungguh dekat dengan seseorang, dan kemudian, tanpa kita sadari, kita pun merasa lebih aman untuk jatuh cinta kepada orang yang tak mungkin kita miliki. Perasaan semacam ini biasanya jarang dipahami, namun tidak jarang hal itulah yang terjadi.

Nah, apabila kita sudah bisa menakar secara bijak perasaan jatuh cinta yang kita rasakan, sekarang cobalah untuk menyingkirkan perasaan yang kita rasakan itu. Tentu saja upaya ini akan sulit pada awalnya, namun apabila kita bisa berpikir secara bijak, maka kita pun akan mampu pada akhirnya.

Analogi mudahnya, kita tidak mungkin terus-terusan berusaha menangkap ikan yang telah terjerat pada kail orang lain, kan? Daripada kita berharap ikan itu terlepas dari kail orang lain yang telah mendapatkannya, tentu akan lebih baik dan lebih bijak jika kita ‘ganti kolam’ yang ikannya lebih banyak!

Yang kedua, usahakan untuk melupakan orang yang kita impikan itu. Tentu saja mengingat orang yang kita cintai sama sekali tidak masalah, apabila ingatan tersebut tidak menyebabkan kita frustrasi dan berharap yang tidak-tidak. Namun, apabila ingatan terhadap orang yang kita cinta itu hanya menyebabkan kita mengasihani diri sendiri dan menyebabkan hidup terganggu karenanya, sebaiknya lupakan saja.

Terus-menerus mengingat orang yang kita cintai namun tak bisa membalas cinta kita bukan hanya akan menyempitkan pandangan kita, namun juga bisa mengakibatkan kita kehilangan kesempatan dan sosok lain yang bisa jadi lebih istimewa darinya.

Bisa saja, tanpa setahu kita, ada sosok lain yang diam-diam memperhatikan kita karena jatuh hati, namun kita tak pernah menyadarinya karena terus-menerus menutup diri dengan hanya memikirkan orang yang kita cinta itu saja. Lebih dari itu, mengapa harus menyusahkan diri sendiri untuk memikirkan seseorang yang belum tentu juga memikirkan kita…?

Ada beberapa cara untuk dapat melupakan bayangan orang yang kita cintai, salah satunya adalah menyibukkan diri pada hal-hal yang positif, misalnya dengan memusatkan diri pada hobi atau aktivitas menyenangkan yang biasa kita jalani. Atau membaca buku yang bagus, novel mengasyikkan, petualangan dengan teman-teman ke tempat-tempat yang belum pernah kita jamah, pokoknya terus sibukkan diri dengan hal-hal lain yang sekiranya dapat melenakan pikiran kita dari bayangan dan ingatan kepada orang itu.

Selain itu, jangan tutup mata dan pikiran serta hati kita untuk juga mulai melihat sosok-sosok lain di sekitar kita. Bisa saja di antara mereka sesungguhnya ada sosok istimewa, hanya saja kita selama ini tidak atau belum menyadarinya karena pikiran kita hanya terfokus pada orang itu saja.

Sosok istimewa itu tentu saja tidak selamanya harus cakep sekali seperti artis film atau bintang sinetron. Sosok istimewa itu bisa saja teman kita yang sederhana namun memiliki hati yang baik. Yang perlu diingat; kisah cinta yang nyata itu lebih indah dan lebih menyenangkan daripada fantasi yang tak terwujud.