Sejarah Dinasti Rothschild: Taktik Licik Menguasai Inggris

 Sejarah Dinasti Rothschild: Taktik Licik Menguasai Inggris

BIBLIOTIKA - Keluarga Rothschild tampaknya memiliki bakat dalam kecerdikan, khususnya di bidang finansial, dan mereka memanfaatkan kecerdikan itu dengan sangat licik sekaligus licin. Artikel ini adalah lanjutan artikel sebelumnya (Sejarah Dinasti Rothschild: Awal Mula Illuminati), yang akan mengungkapkan bagaimana keluarga Rothschild dalam mencengkeramkan kuku pengaruhnya, khususnya di Inggris. Disusun dalam bentuk kronologi, artikel ini didasarkan pada buku The History of Money Changers yang ditulis Andrew Hitchcock.

1789: 

Rencana Illuminati untuk memprakarsai Revolusi Prancis berhasil mulai tahun 1789 sampai tahun 1793. Revolusi ini adalah impian para bankir; mereka mendirikan sebuah konstitusi dan meluluskan aturan untuk melarang Gereja Roma memungut pajak, juga mengeluarkan Gereja sebagai obyek pengecualian pajak.

1790: 

Mayer Amschel Rothchild berkata, “Biarkan saya menerbitkan dan mengontrol uang sebuah negara, dan saya tidak peduli siapa yang menulis hukumnya.”

1791: 

Rothschild mendapatkan “kontrol atas uang negara” melalui agennya di kabinet George Washington, yaitu Alexander Hamilton, dengan mendirikan sebuah bank sentral di Amerika yang dinamai First Bank of the United States. Kartel ini diberikan selama 20 tahun.

1792: 

Jacob (James) Mayer Rothschild lahir.

1796: 

Amschel Mayer Rothschild menikahi Eva Hanau.

1798: 

Pada umur 21, Nathan Mayer Rothschild meninggalkan Frankfurt menuju Inggris, dan mendirikan sebuah bank di London.

1800: 

Salomon Mayer Rothschild menikahi Caroline Stern.

1806: 

Napoleon mengatakan bahwa dia akan menyingkirkan keluarga Hess-Cassel dari pemerintahan. Pangeran William IX dari Hesse-Hanau, melarikan diri dari Jerman menuju Denmark, dan mempercayakan kekayaan senilai 3 juta dolar kepada Mayer Amschel Rothschild.

Nathan Rothschild menikahi Hannah Barent Cohen, putri seorang pedagang kaya di London.

1808: 

Anak pertama Nathan Rothschild, Lionel Nathan de Rothschild, lahir.

1810: 

Sir Francis Baring dan Abraham Goldsmid meninggal. Dengan demikian, Nathan Rothschild menjadi satu-satunya bankir besar di Inggris.

Salomon Rothschild menuju Vienna, Austria, dan mendirikan sebuah bank, bernama M.von Rothschild und Sohne.

1811: 

Kartel Bank of the United States habis, dan Kongres Amerika tidak memperpanjangnya. Nathan Rothschild berkata, “Bila aplikasi perpanjangan kartel ini tidak diperpanjang, Amerika akan terlibat dalam perang yang mengerikan.”

Kongres tetap menolak memperpanjang kartel, dan Nathan Rothschild mengancam kembali, “Beri pelajaran buat Amerika yang lancang. Bawa kembali mereka ke status kolonial.”

1812:

Didukung uang dari Rothschild, Inggris menyatakan perang atas Amerika. Rencana Rothschild adalah membawa Amerika ke lembah hutang yang dalam, dan memaksa mereka untuk memperbarui kartel First Bank of the United States.

Mayer Amschel Rothschild meninggal. Dalam wasiatnya dia memerintahkan hal berikut: Semua posisi penting di bisnis keluarga hanya boleh dipegang oleh anggota keluarga; hanya anak laki-laki dari keluarga yang boleh berpartisipasi dalam bisnis keluarga, ini termasuk seorang anak laki-lakinya yang lahir di luar nikah (penting untuk diketahui bahwa Rothschild juga memiliki 5 anak perempuan, jadi hari ini penyebaran dinasti Zionist Rothchild yang tidak memiliki marga Rothschild telah menyebar luas, dan orang Yahudi percaya anak yang lahir dari wanita Yahudi tetap keturunan Yahudi); anggota keluarga harus mengawinkan anak sepupu pertama dengan sepupu kedua untuk mempertahankan kekayaan keluarga (dari 18 perkawinan cucunya, 16 adalah perkawinan antara sepupu pertama); tidak boleh dilakukan inventori publik atas kekayaannya; tidak boleh ada aksi legal terhadap nilai atas hartanya; anak tertua dari anak tertua akan menjadi kepala keluarga (kecuali mayoritas keluarga menyetujui untuk mengubahnya).

Contohnya adalah Nathan Mayer Rothschild yang menjadi kepala keluarga paska kematian Mayer Amschel Rothschild.

Jacob Mayer Rothschild menuju Prancis dan mendirikan sebuah bank, bernama de Rothschild Freres.

Nathaniel de Rothschild, anak menantu Jacob Mayer Rothschild, lahir.

1814: 

Mengenai uang $3 juta yang dititipkan Pangeran William IX kepada Rothschild, menurut Ensiklopedia Yahudi, edisi 1905, volume 10, halaman 494:

Uang itu disimpan dalam tong anggur, dan tidak berhasil ditemukan oleh pasukan Napoleon saat mereka memasuki Frankfurt. Uang itu ternyata tidak pernah dikembalikan oleh Rothschild kepada Pangeran William.

Nathan Rothschild menginvestasikan $3 juta itu dalam emas di East India Company, karena mengetahui uang itu akan berguna untuk kampanye Peninsula Wellington. Uang yang dicuri itu memberi empat keuntungan bagi Rothschild:
  1. Dalam bentuk surat hutang Wellington yang dia beli dengan harga 50 sen per dolar, dan dia dapatkan kembali dengan nilai lebih besar.
  2. Dalam bentuk emas yang dia jual kepada Wellington.
  3. Dalam bentuk pembelian kembali emas itu.
  4. Dalam bentuk pengiriman emas tersebut ke Portugis.

1815: 

Rothschild bersaudara menyediakan suplai emas kepada pasukan Wellington (melalui Nathan di Inggris) dan pasukan Napoleon (melalui Jacob di Prancis), dan memulai kebijakan mereka untuk membiayai kedua belah pihak dalam perang. Rothschild menyukai perang, karena perang adalah generator hutang terbesar bagi sebuah negara yang bebas risiko bagi sang pemberi pinjaman.

Hutang ini selalu dijamin oleh pemerintah negara bersangkutan, dijamin oleh tenaga kerja di negara tersebut, dan benar-benar tidak masalah siapa yang menang dalam perang, karena dalam pinjaman disebutkan bahwa pemenang perang akan membayar hutang negara yang kalah.

Saat Rothschild membiayai kedua belah pihak dalam perang, mereka juga menggunakan jaringan bank yang mereka miliki di Eropa untuk mendirikan sebuah jaringan jasa pengiriman pos dengan menggunakan rute rahasia dan kurier yang lebih cepat. Keberadaan kurier sangat penting bagi Rothschild agar bisa selalu lebih cepat tahu dibanding orang lain, untuk mengetahui informasi terkini dari apa yang terjadi.

Selain itu, kurier Rothschild adalah satu-satunya pedagang yang diizinkan melalui blokade Inggris dan Prancis. Kurier-kurier inilah yang selalu memberikan informasi kepada Nathan mengenai perkembangan terkini dari perang, dan Nathan menggunakan informasi itu untuk mengambil posisi beli ataupun jual di bursa saham.

Salah satu kurier Rothschild bernama Rothworth. Saat hasil akhir perang Waterloo dimenangkan oleh Inggris, Rothworth berhasil memberitahu hasil perang tersebut kepada Rothschild 24 jam lebih cepat dibanding kurier dari Wellington.

Saat itu surat hutang Inggris disebut dengan consuls, dan diperdagangkan di bursa saham. Nathan menginstruksikan semua bawahannya untuk menjual consuls. Hal itu membuat pedagang lainnya percaya bahwa Inggris pasti telah kalah dalam perang, dan mereka pun mulai menjual dalam kepanikan.

Harga consuls jatuh bebas, dan Nathan diam-diam menginstruksikan bawahannya untuk membeli kembali consuls sebanyak-banyaknya.

Ketika berita kemenangan perang bagi Inggris sampai di London, nilai consuls naik ke level yang bahkan lebih tinggi dibanding harga sebelum perang dimulai. Nathan Rothschild mendapatkan keuntungan hampir 20 kali lipat dari investasi ini.

Keluarga Rothschild berhasil mengontrol ekonomi Inggris lewat cara ini, dan mengendalikan Bank of England.

Tahun 1815, Nathan Mayer Rothschild membuat pernyataan ini, “Saya tidak peduli siapa boneka yang akan dipilih menjadi Raja Inggris untuk memimpin kekaisaran yang mataharinya tidak pernah terbenam. Orang yang mengontrol suplai uang Inggris mengendalikan kekaisaran Inggris, dan sayalah yang mengontrol suplai uang Inggris.”

Nathan juga mengatakan bahwa selama 17 tahun dia di Inggris, dia berhasil melipatgandakan 20.000 pound yang diberikan ayahnya menjadi 50 juta pound, atau naik 2.500 kali lipat!

Keluarga Rothschild menggunakan kontrol mereka di Bank of England untuk mengganti metode pengiriman emas antara negara ke negara, dan mereka mulai menggunakan kelima jaringan bank mereka yang tersebar di Eropa untuk memulai sistem debit dan kredit kertas, sistem perbankan yang bertahan sampai sekarang.

Di akhir abad tersebut, sebuah periode yang dikenal sebagai “Zaman Keluarga Rothschild,” diperkirakan keluarga ini mengontrol setengah dari kekayaan dunia.

Dalam Kongres Vienna yang berlangsung antara September 1814 sampai Juni 1815, Rothschild menyampaikan keinginannya untuk membentuk Pemerintahan Dunia, yang akan memberi mereka kontrol politik mutlak atas kebanyakan negara-negara beradab.

Namun, Tsar Alexander I dari Rusia, yang tidak mengizinkan Rothschild untuk mendirikan bank sentral di Rusia, tidak setuju dengan rencana tersebut, sehingga rencana Pemerintahan Dunia Rothschild terhalangi.

Nathan Rothschild kemudian bersumpah bahwa suatu hari dia ataupun keturunannya akan menghancurkan seluruh keluarga Tsar Alexander I dan keturunannya. Malang bagi dunia, 102 tahun kemudian keturunan Rothschild membiayai Bolsheviks dan memenuhi janji itu.

Baca lanjutannya: Rahasia Tersembunyi Karl Marx dan Friedrich Nietzsche