Sejarah Dinasti Rothschild: Penguasaan Palestina Sampai Jatuhnya Komunisme di Rusia

 Sejarah Dinasti Rothschild: Penguasaan Palestina Sampai Jatuhnya Komunisme di Rusia

BIBLIOTIKA - Sangat mengherankan, bagaimana sekelompok orang yang sama sekali tidak terkait dengan Palestina bisa mengklaim tanah itu sebagai milik mereka, sekaligus mengusir orang-orang yang telah mendiami tempat tersebut sejak ratusan tahun sebelumnya. Tetapi kenyataan itulah yang terjadi. Sekelompok orang mendirikan negara bernama Israel di Palestina, sekaligus menindas orang-orang yang menjadi pemilik sah tanah Palestina.

Uraian dalam artikel ini akan mengungkapkan bagaimana peristiwa ironis itu terjadi. Tentu saja melibatkan konspirasi Dinasti Rothschild, melalui kekuasaan, kekayaan, suap, sampai praktik-praktik kotor lainnya. Artikel ini lanjutan artikel sebelumnya (Sejarah Dinasti Rothschild: Konspirasi Perang Dunia dan Lahirnya PBB). Disusun dalam bentuk kronologi, artikel ini didasarkan pada buku The History of Money Changers yang ditulis Andrew Hitchcock.

1947: 

Inggris yang di sebelum Perang Dunia II menyatakan tidak akan ada imigrasi orang Yahudi ke Palestina untuk melindungi orang Palestina dari aksi teror terhadap mereka ataupun terhadap tentara Inggris, mentransfer kontrol atas Palestina kepada PBB, yang kemudian memutuskan untuk membagi Palestina menjadi 2 bagian, satu untuk Zionis dan satu lagi untuk Arab, dengan kota Yerusalem tetap sebagai zona internasional, dan bisa dinikmati oleh semua aliran kepercayaan.

Transfer ini dijadwalkan pada 15 Mei 1948. Bagaimana orang Arab tidak marah, PBB tidak punya hak untuk memberikan properti Arab kepada siapa pun, apalagi sebenarnya saat itu orang Yahudi di Palestina hanya 6%, tetapi mereka mendapatkan 57% dari tanah Palestina.

1948: 

Rothschild menyuap Harry Truman (Presiden ke-33 Amerika) untuk mengakui Israel sebagai negara berdaulat dengan memberikan $2 juta kepadanya sebagai dana kampanye. Setengah jam setelah Israel menyatakan diri sebagai negara berdaulat, Amerika menjadi negara pertama di dunia yang menyatakan pengakuan atas keberadaan Israel.

Bendera Israel diperkenalkan. Berupa heksagram Rothschild dengan warna biru.
Hal ini membuat marah banyak orang Yahudi yang menyadari bahwa tanda heksagram itu sebenarnya simbol misterius zaman kuno, Moloch, yang digambarkan sebagai Iblis yang tidak bersedia berkorban. Heksagram itu juga merepresentasikan Saturn, sebutan lain Setan. Tetapi begitulah, karena Rothschild menginginkannya, maka dia menjadi bendera Israel.

Dua garis biru di bendera Israel adalah simbol Sungai Nil dan Eufrat. Dengan demikian, ambisi teritorial Israel meliputi: Irak, Syria, Yordan, Lebanon, dan sebagian Arab Saudi.

Saat PBB mentransfer Palestina menjadi negara Yahudi tanggal 15 Mei, Israel melancarkan serangan militer kepada orang Arab dan mengatakan kepada mereka, bila mereka tidak segera melarikan diri, mereka akan dibunuh. 800 ribu orang Arab pergi dalam panik, mereka mencoba meminta bantuan dari negara-negara Arab lainnya, tetapi tidak ada yang membantu karena saat itu tidak ada yang bisa menandingi persenjataan Israel yang disuplai rezim Stalin di Rusia. Kemudian, Israel menguasai 78% tanah dari Palestina, lebih dari 57% seperti yang diberikan secara ilegal oleh PBB.

1949: 

Pada 1 Oktober, Mao Tse Tsung menyatakan kemerdekaan Republik Rakyat Cina di lapangan Tiananmen, Beijing. Dia dibiayai oleh Komunis Rusia dengan dana dari Rothschild dan juga beberapa agen Rotschild lainnya yaitu: Solomon Adler, mantan ofisial keuangan Amerika yang menjadi mata-mata di Rusia; Israel Epstein, anak seorang Yahudi Bolshevik yang dipenjarakan oleh Tsar di masa revolusi; dan Frank Coe, seorang pimpinan di IMF milik Rothschild.

1950: 

Israel mengeluarkan peraturan tentang kepulangan pengungsi, menjamin bahwa setiap orang Yahudi di dunia memiliki hak untuk menetap di Israel, namun para warga Palestina yang nenek moyangnya sudah tinggal di sana sejak 1300 tahun yang lalu, tidak memiliki hak tersebut.

1951: 

Badan Intelijen Israel, “Mossad”, didirikan. Motto Mossad mungkin slogan paling memuakkan di dunia: “By Way of Deception, Thou Shalt Do War” (Dengan Cara Menipu, Kau Seharusnya Berperang)

1955: 

Edmond de Rothschild mendirikan Compagnie Financiere, di Paris.

1957: 

Maurice de Rothscild meninggal di Paris.

1962: 

Institusi de Rothchild Freres mendirikan Imetal sebagai perusahaan induk dari bisnis pertambangan mineral mereka.

Dalam bukunya “The Rothschilds,” Frederic Morton mengatakan, “Walaupun mereka mengontrol industri, perdagangan, pertambangan, dari korporasi turisme, tidak ada dari perusahaan itu yang menggunakan nama Rothschild. Sebagai perusahaan pribadi, keluarga ini tidak perlu, dan tidak akan, menerbitkan laporan keuangan apa pun.” Tujuan Rothschild adalah mengeliminasi semua kompetisi, dan menciptakan monopoli global mereka sendiri.

1963: 

Kurang dari enam bulan setelah menandatangani Executive Order 11110, yang mengembalikan hak mencetak uang Amerika kepada Konggres dan tidak lagi lewat Federal Reserve yang dimiliki Rothschild, Presiden John F. Kennedy mati ditembak.
Kemungkinan penyebab lain kematian Kennedy adalah karena dia menyatakan secara tegas kepada Perdana Menteri Israel, David Ben-Gurion, bahwa dalam keadaan apa pun dia tidak akan menyetujui Israel menjadi negara nuklir.

Edmond de Rothschild mendirikan La Compagnie Financiere (LCF), di Swiss sebagai perusahaan modal ventura. Perusahaan ini kemudian berkembang menjadi bank investasi dan manajemen aset yang memiliki banyak cabang. Dia juga menikahi Nadine dan memiliki seorang anak, Benjamin de Rothschild.

1965: 

Israel mendapatkan uranium dari NUMEC (Nuclear Materials and Equipment Corporation).

1970: 

Perdana Menteri Inggris, Edward Heath, menjadikan Lord Victor Rothschild sebagai kepala unit kepolisian Inggris. Pada masa itu, Inggris menjadi anggota European Community.

1973: 

Dalam bukunya, None Dare Call It Conspiracy, Gary Allen mengatakan,
“Satu alasan utama mengapa buku-buku sejarah tidak membahas peranan bankir internasional dalam sejarah politik, karena Rothschild adalah orang Yahudi. Kaum Yahudi menggunakan organisasi Anti-Defamation Leaque (ADL) sebagai instrumen untuk meyakinkan semua orang bahwa bila orang membicarakan Rothschild dan kawan-kawannya maka dia menyerang orang Yahudi.

“Mereka juga menjadikan topik tersebut sebagai subjek yang tabu untuk dibicarakan di Universitas. Setiap individu ataupun buku yang membahas masalah ini akan segera diserang oleh ratusan komunitas ADL di seluruh negeri ini. Sesungguhnya, tidak ada orang yang lebih berhak lagi untuk marah kepada Rothschild selain orang Yahudi… Rothschild-lah yang membiayai Nazi untuk membantai mereka.”

George J. Laurer, seorang karyawan Rothschild di IBM, menciptakan UPC (Universal Product Code) barcode yang melekat pada semua barang yang dijual di seluruh dunia, yang memiliki angka 666.

Kitab Wahyu Bab 13 ayat 17–18: “dan tidak seorang pun yang dapat membeli atau menjual selain daripada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya. Yang penting di sini adalah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.”

Keseluruhan tujuan Rothschild sedang dijalankan di dunia, semua barang yang dibeli dan dijual menggunakan tanda dari binatang itu, 666.

1976: 

Seorang Yahudi Ashkenazi, Harold Rosenthal, ajudan Yahudi Ashkenazi lainnya, Senator Jacob Javits, mengatakan, “Kebanyakan orang Yahudi tidak ingin mengakuinya, tetapi tuhan kita adalah Lucifer.”

1980: 

Fenomena global privatisasi dimulai. Dinasti Rothschild ada di baliknya sejak awal untuk mengambil alih kontrol atas semua aset publik di seluruh dunia.

1981: 

Banque Rothschild dinasionalisasikan oleh pemerintah Prancis. Rothschild kemudian mendirikan bank baru, Rothschild & Cie Banque (RCB) sebagai pengganti bank sebelumnya, dan menjadi salah satu perusahaan investasi di Prancis.

1985: 

Eustace Mullins mempublikasikan “Siapa Pemilik Jaringan Televisi”, dan dia mengungkapkan bahwa Rothschild mengontrol ketiga jaringan terbesar TV Amerika: NBC, CBS, dan ABC.

N. M. Rothschild & Sons menasihati pemerintah Inggris untuk memprivatisasikan British Gas. Mereka kemudian juga membujuk Inggris melego semua aset negaranya: baja, batu bara, perusahaan pembangkit listrik, juga air bersih.

1987: 

Edmond de Rothschild mendirikan World Conservation Bank yang dirancang untuk mentransfer hutang dari negara dunia ketiga (miskin) ke bank tersebut, dan sebagai gantinya negara dunia ketiga akan memberikan tanah mereka kepada bank tersebut. Ini dimaksudkan agar Rothschild bisa mengontrol negara dunia ketiga yang memiliki 30% luas tanah di bumi.

1988: 

ADL menyelenggarakan kompetisi nasional bagi mahasiswa hukum untuk merancang draf anti-kebencian terhadap kelompok minoritas. Pemenangnya seorang pemuda bernama Joseph Ribakoff. Dia mengatakan bahwa bukan hanya kekerasan yang dimotivasi kebencian harus dilarang, tetapi semua kata-kata yang membangkitkan kecurigaan, perpecahan, kebencian, dan kemungkinan kekerasan, juga harus dianggap sebagai kriminal.

Pemenang hadiah ADL ini menyarankan pemerintah untuk memonitor dan melarang kebebasan berbicara, dan melakukan sensor terhadap semua film yang mengkritik kelompok tertentu. ADL berhasil memaksakan peraturan-peraturan ini untuk dipraktikkan di seluruh dunia 15 tahun mendatang.

Peraturan ini didesain untuk melindungi konspirasi Rothschild. Bila Anda mengkritik Rothschild sebagai kriminal kabalist, Anda akan dijadikan target anti-Semit.

1989: 

Beberapa negara di Eropa Timur, atas pengaruh Glasnost dan Perestroika, menjadi lebih terbuka dan mulai menuntut kebebasan dari pemerintahan Komunis menjadi Republik. Di Rusia dan sejumlah negara Eropa Timur, komunisme mulai tumbang dan digantikan dengan Republik.

Di Rusia, Boris Yeltsin (istrinya adalah putri Joseph Stalin) dan pemerintahan Republiknya mengambil langkah mengakhiri Komunisme dan menyita semua properti mereka.

Ini adalah simbol jatuhnya komunisme di Rusia, dan menyebabkan gelombang eksodus sebanyak 700.000 orang Yahudi menuju Israel.

Baca lanjutannya: Dari Perang Teluk Sampai Hancurnya WTC Amerika