Sejarah Dinasti Rothschild: Konspirasi Perang Dunia dan Lahirnya PBB

  Sejarah Dinasti Rothschild: Konspirasi Perang Dunia dan Lahirnya PBB

BIBLIOTIKA - Dinasti Rothschild memiliki peran dalam memicu pecahnya Perang Dunia II. Melalui pengaruh kekuasaan dan kekayaan yang mereka miliki, Dinasti Rothschild menggerakkan berbagai hal yang kemudian manuju satu inti, yaitu pecahnya Perang Dunia II. Setelah perang besar itu pecah, Dinasti Rothschild pun memperoleh tujuannya, yang salah satunya adalah membentuk pemerintah satu dunia melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Artikel ini lanjutan artikel sebelumnya (Sejarah Dinasti Rothschild: Dari Perebutan Palestina Sampai Revolusi Rusia). Uraian dalam artikel ini akan mengisahkan bagaimana Dinasti Rothschild menguasai tanah di Palestina, cara mereka mendorong para Yahudi agar pindah ke Palestina, sampai lahirnya IMF, World Bank, dan PBB. Disusun dalam bentuk kronologi, artikel ini didasarkan pada buku The History of Money Changers yang ditulis Andrew Hitchcock.

1921: 

Atas perintah Jacob Schiff, Council of Foreign Relations (CFR) didirikan oleh Bernard Baruch dan Kolonel Edward Mandell House. Schiff memberikan perintah ini sebelum kematiannya tahun 1920, bahwa harus didirikan sebuah organisasi di Amerika untuk menyaring para politisi, untuk melanjutkan konspirasi Rothschild. Formasi CFR disetujui di sebuah pertemuan pada 30 Mei 1919 di Hotel Majestic di Paris, Prancis.

Anggota CFR pada mulanya sekitar 1.000 orang di Amerika. Mereka adalah kepala dari hampir semua kekaisaran industri di Amerika, semua bankir internasional Amerika, dan kepala dari semua yayasan bebas pajak. Mereka akan menyediakan modal bagi setiap kandidat yang ingin menjadi anggota Kongres, Senat, ataupun Presiden.

Pekerjaan pertama CFR adalah mengontrol pers. Tugas ini diberikan kepada John D. Rockefeller yang mendirikan sejumlah majalah nasional seperti Life dan Time. Dia juga membiayai Samuel Newhouse untuk membeli dan mendirikan jaringan surat kabar di seluruh Amerika, dan bersama-sama Eugene Meyer mereka membeli Washington Post, Newsweek, dan The Weekly Magazine.

CFR juga perlu mengontrol radio, televisi, dan industri perfilman. Tugas ini dibagi-bagikan di antara para bankir seperti Kuhn Loeb, Goldman Sachs, Warburgs, dan Lehmanns.

1924: 

Josef Stalin menjadi penguasa di Rusia. Nama aslinya adalah Djugashvili, artinya “anak Yahudi.”

1925: 

Tahun ini, di Ensiklopedia Yahudi, dikatakan tentang keberadaan para Yahudi Ashkenazi (yang merupakan 90% dari dunia Yahudi), dengan sebuah pengakuan yang mengejutkan bahwa musuh Yahudi, Esau (yang juga dikenal dengan nama Edom, lihat Kitab Kejadian Bab 36:1), sekarang merupakan representasi dari ras Yahudi, dan pada halaman 42 volume V dikatakan bahwa, “Edom adalah Yahudi modern.”

Ini sama saja dengan mengatakan bahwa orang-orang Yahudi Ashkenazi ini, yang merupakan 90% dari dunia Yahudi, sebenarnya adalah goyim (orang non-Yahudi).

1926: 

Maurice de Rothschild melahirkan seorang anak laki-laki, Edmond de Rothschild.

1929:

Rothschild menghancurkan perekonomian Amerika dengan mengetatkan suplai uang.

1930: 

Bank Dunia pertama Rothschild, “Bank for International Settelments (BIS)”, didirikan di Basle, Swiss. Tempat yang sama saat 33 tahun sebelumnya diselenggarakan Konggres Zionis Dunia.

1933: 

Pada 30 Januari, Adolf Hitler menjadi Kanselir Jerman. Dia mengusir Yahudi, yang kebanyakan adalah komunis, keluar dari posisi mereka di pemerintahan Jerman. Akibatnya, pada bulan Juli, Yahudi menggelar Konferensi Dunia di Amsterdam dan menuntut Hitler mengembalikan setiap orang Yahudi ke posisi mereka.

Hitler menolak. Kemudian Samuel Untermyer, yang sekarang menjadi kepala delegasi Amerika dan pimpinan konferensi ini, kembali ke Amerika dan menyampaikan hal berikut,

“…Yahudi adalah aristokrat di dunia… Apa yang akan kita lakukan adalah memboikot semua produk Jerman, pengiriman dan jasa… Kita akan menghancurkan rezim Hitler dan mengembalikan akal sehat orang Jerman dengan menghancurkan ekspor mereka… Setiap dari kalian, orang Yahudi atau bukan… harus menolak membeli apa pun yang dibuat Jerman.”

Karena 2/3 suplai makanan Jerman harus diimpor, dan hanya bisa diimpor kalau ada barang yang diekspor, maka—bila Jerman tidak bisa lagi mengekspor—2/3 dari populasi Jerman akan kelaparan, karena hanya ada bahan makanan untuk 1/3 rakyat Jerman.

Akibat boikot ini, Yahudi di Amerika, akan memprotes ataupun merusak semua toko yang menjual produk Jerman.

Saat efek dari boikot ini mulai terasa di Jerman. Orang-orang Jerman, yang sampai saat itu tidak melakukan kekerasan apa pun terhadap orang Yahudi, mulai memboikot toko-toko Yahudi.

Tentara Nazi dan Yahudi Palestina kemudian berkolaborasi selama 7 tahun ke depan. Mereka memiliki satu tujuan yang sama, Yahudi Palestina menginginkan agar semua orang Yahudi pindah ke Palestina, sedangkan Nazi menginginkan agar orang Yahudi di Jerman bisa diusir keluar dari Jerman. Mereka menandatangani sebuah perjanjian yang dinamakan Ha’avara, yang isinya adalah izin transfer penduduk Yahudi beserta kekayaan mereka untuk dipindahkan dari Jerman ke Palestina.

IBM yang didanai Rothchild, membuat mesin untuk Nazi yang memproduksi kartu-kartu untuk mengorganisasikan dan mengatur identifikasi sosial, untuk mengusir orang Yahudi dan menyita properti mereka.

Di tahun yang sama, Presiden Roosevelt, yang lahir dari wanita Yahudi, memerintahkan agar semua dolar Amerika diberi logo Illuminati, sebuah mata yang sedang mengawasi, dengan motto “Novus Ordo Seclorum,” artinya “Tatanan Dunia Baru.”

1934: 

Hukum kerahasiaan bank Swiss diubah, dan setiap karyawan bank yang melanggar aturan ini akan dimasukkan ke penjara. Ini adalah persiapan untuk Perang Dunia II yang direkayasa oleh Rothschild, yang—seperti biasa—akan membiayai kedua belah pihak.

Edmond de Rothschild meninggal.

1938: 

Tanggal 7 November, seorang Yahudi membunuh Ernst vom Rath, seorang ofisial kedutaan Jerman di Prancis. Hasilnya, tingkat kebencian orang Jerman kepadaYahudi mulai lepas kendali.

Bank Rothschild di Austria, S.M. von Rothschild und Sohne, ditutup setelah pendudukan Nazi di Austria.

1939: 

I.G. Farben, produsen bahan kimia di dunia dan perusahaan baja terbesar di Jerman, melipatgandakan produksi mereka. Ini adalah untuk mempersiapkan pasukan Jerman menghadapi Perang Dunia II. Perusahaan ini dimiliki oleh Rothschild, dan mereka menggunakan orang Yahudi serta para pembangkang lainnya sebagai budak pekerja. I.G. Farben juga menciptakan Zyklon B, gas yang digunakan untuk membunuh orang Yahudi.

Tanggal 1 September, Perang Dunia II dimulai, saat Jerman menyerang Polandia. Pimpinan Jerman adalah orang Kristiani, dia mengetahui bahwa Rusia sedang dipimpin oleh Komunis (yang dibiayai Rothschild), dan dia khawatir saat Persekutuan Soviet berkembang terlalu kuat, Yahudi komunis akan menginvasi Jerman dan menyapu bersih orang Kristiani dari peta dunia.

1940: 

Dalam bukunya, “Inside The Gestapo,” Hans jurgen Koehler mengatakan hal berikut tentang Maria Anna Schicklgruber, nenek Adolf Hitler, “Seorang pelayan wanita… pergi ke Vienna dan menjadi pelayan rumah tangga… di kediaman Rothschild… dan Kakek Hitler yang tidak diketahui pasti ada di rumah tersebut.”

Buku lain “The Mind of Hitler,” oleh Walter Langer mengatakan, “Ayah Hitler, Alois Hitler, adalah anak haram Maria Anna Schicklgruber… Maria tinggal di Vienna saat dia mengandung. Saat itu dia dipekerjakan sebagai pelayan di rumah Baron Rothschild. Saat diketahui bahwa dia mengandung, Maria dikirim pulang ke kampungnya… tempat Alois lahir.”

Di permukaan, tampaknya Hitler tidak mungkin seorang keturunan Rothschild, tetapi saat mengetahui manfaat yang didapat Rothschild dari perang, baik secara finansial maupun politik, sebuah koneksi Rothschild sebenarnya tidak lagi tampak aneh.

1941: 

Presiden Roosevelt merencanakan untuk melibatkan Amerika ke dalam perang dengan melarang penjualan baja bekas dan minyak kepada Jepang. Saat itu Jepang sedang berperang melawan Cina. Tanpa baja dan minyak, Jepang tidak bisa melanjutkan perangnya. Jepang tergantung total kepada Amerika untuk menyediakan baja bekas dan minyak. Roosevelt sudah tahu bahwa ini akan memprovokasi Jepang untuk menyerang Amerika, yang memang mereka lakukan lewat serangan Pearl Harbor.

1942: 

Perusahaan Prescott Bush, ayah dua presiden Amerika di masa mendatang, George Herbert Walker dan George W, disita atas tuduhan “Berdagang dengan Musuh”. Dia membiayai Hitler dari Amerika, padahal pada saat yang sama tentara Amerika sedang berperang melawan tentara Jerman.

1943: 

Tanggal 18 Febuari, Izaak Greenbaum, seorang Zionis, kepala komite penyelamatan Yahudi, dalam pidatonya di pertemuan Zionis, mengatakan, “Bila saya ditanya, bisakah kamu memberikan uang dari UJA (United Jewish Appeal) untuk menolong kaum Yahudi, jawaban saya adalah tidak, saya katakan sekali lagi, tidak! Seekor sapi di Palestina lebih berharga daripada seluruh orang Yahudi di Polandia!”

Kata-kata itu tidak mengejutkan, keseluruhan ide Zionis memang mendukung pembunuhan massal terhadap orang Yahudi, untuk menakut-nakuti mereka supaya percaya bahwa satu-satunya tempat yang aman bagi mereka adalah Israel. Bagaimana lagi caranya menyakinkan kaum Yahudi untuk meninggalkan kota-kota indah di Eropa untuk pindah ke Israel, sebuah padang gurun!

1944: 

Di Bretton Woods, New Hampshire, dua bank Internasional Rothschild diciptakan: IMF dan World Bank.

1945: 

Dilaporkan bahwa pabrik I.G. Farben tidak dijadikan target pemboman di Jerman. Di akhir perang, kerusakan pabrik ini hanya mencapai 15%. Pengadilan yang diselenggarakan di akhir Perang Dunia II untuk menginvestigasi kejahatan perang Nazi, melakukan sensor terhadap semua material yang melaporkan bantuan Barat kepada Hitler.

Keluarga Rothschild berhasil melangkah maju untuk menciptakan Pemerintahan Dunia mereka, dengan didirikannya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Baca lanjutannya: Penguasaan Palestina Sampai Jatuhnya Komunisme di Rusia