Sejarah Dinasti Rothschild: Dari Perang Teluk Sampai Hancurnya WTC Amerika

 Sejarah Dinasti Rothschild: Dari Perang Teluk Sampai Hancurnya WTC Amerika

BIBLIOTIKA - Artikel ini merupakan penutup rangkaian serial artikel panjang yang membahas sejarah Dinasti Rothschild. Dalam artikel pamungkas ini, kita akan melihat keterlibatan Dinasti Rothschild dalam meletusnya Perang Teluk di Irak, sampai konspirasi di balik hancurnya menara kembar WTC (World Trade Center) di Amerika.

Artikel ini lanjutan artikel sebelumnya (Sejarah Dinasti Rothschild: Penguasaan Palestina Sampai Jatuhnya Komunisme di Rusia). Disusun dalam bentuk kronologi, artikel ini didasarkan pada buku The History of Money Changers yang ditulis Andrew Hitchcock.

1991: 

Perang Teluk dimulai. Amerika dan Inggris kembali terlibat dalam perang. Tidak kurang dari 150.000 tentara Irak mati dalam perang tersebut.

1992: 

Bulan Maret, mantan Gubernur Federal Reserve, Paul Volker, menjadi Komisaris perusahaan perbankan Eropa, J. Rothschild, Wolfensohn and Co.

Tanggal 16 September, mata uang Inggris, Poundsterling, jatuh oleh aksi spekulasi yang dipimpin agen Rothschild, seorang Yahudi Ashkenazi, George Soros. Soros meminjam pound dan kemudian membeli Deutsche Marks, dengan harapan akan mengembalikan pound ketika mata uang mereka didevaluasi, dan mendapatkan selisihnya sebagai keuntungan. Dalam satu hari itu, Soros untung 1 milyar dolar! Kanselor Inggris, Norman Lamont, mengumumkan kenaikan suku bunga sebesar 5%, dan membawa Inggris menuju resesi selama beberapa tahun ke depan.

Rothschild yang menyuruh Inggris memprivatisasi aset-aset negaranya sepanjang 1980-an, menyebabkan harga saham melambung, dan kemudian memprakarsai kejatuhan poundsterling untuk memborong saham-saham tersebut dengan harga murah. Ini adalah fotokopi dari apa yang dilakukan Nathan Mayer Rothschild untuk mengambil alih perekonomian Inggris 180 tahun sebelumnya.

Perlu diketahui, Norman Lamont adalah salah satu pimpinan N.M. Rothschild and Sons, sebelum diangkat sebagai Kanselor Inggris.

1993: 

Norman Lamont meninggalkan jabatannya di pemerintahan Inggris, dan kembali ke N.M. Rothschild & Sons sebagai direktur, setelah misinya untuk menjatuhkan perekonomian Inggris berhasil.

1995: 

Mantan ilmuwan energi atom, Dr. Kitty Little, mengklaim bahwa Rothschild mengontrol 80% suplai uranium dunia yang membuat mereka sebagai pemegang monopoli atas nuklir.

1996: 

Dalam wawancara di acara 60 Minutes, Duta Besar PBB Amerika, Madeleine Albright, seorang Yahudi Ashkenazi, yang ditanya mengenai sanksi ekonomi Amerika terhadap Irak yang menyebabkan kematian setengah juta balita, berkata, “Ini adalah pilihan yang sulit, tetapi harganya, menurut kami, setara.”

Delapan bulan kemudian, Presiden Clinton mengangkat Albright sebagai Sekretaris Negara.

1997: 

Kofi Annan menjadi Sekretaris Jenderal PBB. Istrinya, Nane Lagergren, adalah keturunan Rothschild.

1998: 

Bank Sentral Eropa didirikan di Frankfurt, kota kelahiran Rothschild.

2001: 

Serangan 11 September terhadap gedung World Trade Center direkayasa oleh Israel dengan bantuan Inggris dan Amerika, dengan menjadikan Osama Bin Laden sebagai tameng. Tujuannya adalah memperkuat kekuasaan negara, dan menekan kebebasan penduduk dunia dengan menawarkan rasa aman.

Mereka juga akan menggunakan serangan ini untuk menyerang beberapa negara tersisa di dunia yang belum mengizinkan berdirinya bank sentral Rothschild. Kurang dari 1 bulan sejak ledakan WTC, Amerika menyerang Afghanistan, satu dari 7 negara di dunia yang tidak memiliki bank sentral Rothschild.

Alasan lain mengapa Amerika menyerang Taliban di Afghanistan adalah karena pimpinan mereka, Mullah Omar, melarang produksi opium sejak Juli 2000. Anda masih ingat apa yang terjadi pada Cina tahun 1839? Hasilnya, sejak Maret 2002, produksi opium di Afghanistan kembali meningkat dengan pesat.

Sebelum ledakan WTC, ada jutaan dolar transaksi put option (penjualan) saham American Airlines dan United Airlines. FBI tidak pernah melaporkan hasil investigasi mereka tentang siapa yang ada di balik transaksi itu, karena hasilnya mengarah ke Israel.

Mulai ada kiriman anthrax ke berbagai instansi politik dan media Amerika. Seperti kasus 911, kesalahan langsung dilimpahkan kepada Al-Qaeda, sampai ditemukan bahwa ternyata antrax yang ditemukan dalam amplop kiriman adalah buatan khusus yang hanya dimiliki militer Amerika.

Pada 3 Oktober, Perdana Menteri Israel, Ariel Sharon, membuat pernyataan ini kepada Shimon Peres, “Setiap kali kami melakukan sesuatu, kau mengatakan padaku Amerika akan berbuat ini dan Amerika akan berbuat itu… Saya mau mengatakan kepadamu dengan jelas, tidak usah khawatir tentang tekanan Amerika kepada Israel. Kita, orang Yahudi, mengendalikan Amerika, dan orang Amerika tahu itu.”

2002: 

Kamus Internasional Webster yang dicetak ulang pada 2002, menyediakan definisi baru tentang Anti-Semit yang sebelumnya belum pernah diubah sejak 1956. Menurut definisi terbaru, anti-Semit adalah:
  1. Memusuhi Yahudi, baik sebagai agama maupun sebagai ras, yang sering kali diikuti dengan diskriminasi sosial, politik, dan ekonomi.
  2. Oposisi terhadap Zionisme.
  3. Simpati terhadap musuh Israel.

Definisi (2) dan (3) adalah tambahan baru di edisi 2002, sebagai persiapan sebelum Amerika menyerang Irak atas perintah negara Rothschild, Israel.

2003: 

Amerika menyerang Irak tanggal 19 Maret, “Hari Purim” dalam kalender Yahudi. Hari Purim adalah hari saat Yahudi merayakan kemenangan mereka atas Babylonia, yang sekarang terletak di perbatasan Irak.

Perlu Anda ketahui, 10 tahun sebelumnya invasi Amerika ke Irak diakhiri juga di Hari Purim, saat mereka membunuh 150.000 pasukan Irak. Purim juga merupakan saat ketika Yahudi dianjurkan untuk melakukan balas dendam berdarah terhadap para musuhnya.

Irak adalah satu dari 6 negara tersisa yang belum mendirikan bank sentral Rothschild. Perang ini juga dimaksudkan untuk mencuri persediaan air bersih Irak untuk disuplai kepada Israel. Israel harus mencuri dari Dataran Tinggi Golan Syria untuk menyediakan 1/3 pasokan air bersih mereka.

Perdana Menteri Malaysia, Dr. Mahathir Mohamad berkata, “Yahudi memerintah dunia secara tersembunyi. Mereka menyuruh orang lain berperang dan mati demi mereka.”

2004: 

Direktur Nasional ADL, Abraham Foxman, menerbitkan sebuah buku berjudul “Never Again? The Threat of the New Anti-Semitism”, dan dia mengatakan bahwa Perjajian Baru “berbohong”, bahwa orang Farisi bertanggungjawab atas kematian Yesus Kristus, dan karena itu buku tersebut merupakan buku anti-Semit. Alkitab adalah “buku yang menciptakan kebencian,” jadi perlu disensor ataupun dilarang.

2005: 

Tanggal 20 Januari, saat menyampaikan pidato pengangkatannya, Presiden Bush berkata, “Saat nenek moyang kita menyatakan sebuah tatanan dunia baru…” Ini tidak benar. Nenek moyang Amerika tidak pernah menyatakan “Tatanan Dunia Baru (New World Order/One World Government)”, yang melakukannya adalah Roosevelt tahun 1933, saat dia memerintahkan uang dolar Amerika untuk dicap “Novus Ordo Seclorum.”

Saat ini, tinggal 5 negara di dunia yang bank sentralnya tidak dalam pengaruh Rothschild: Iran, Korea Utara, Sudan, Kuba, dan Libya.

Profesor Fisika, Stephen E. Jones dari Universitas Brigham Young menerbitkan sebuah makalah yang membuktikan bahwa gedung WTC hanya mungkin diruntuhkan dengan bahan peledak dan bukan lewat kobaran api. Tidak ada media yang mau meliput penemuan dia.

Tanggal 30 September, sebuah surat kabar di Denmark, Jyllands-Posten, menerbitkan 12 gambar kartun Nabi Muhammad. Kartun-kartun itu kemudian dicetak di lebih dari 50 negara lainnya, dan memicu kemarahan komunitas Muslim. Ini persis alasan mengapa gambar-gambar itu dicetak. Ingat, pemenang perselisihan antara komunitas Muslim dan bangsa Barat (Kristiani) bukanlah salah satu dari mereka, melainkan orang Yahudi Zionis. Siapa editor Jyllands-Posten? Flemming Rose, seorang Yahudi.

2006: 

The Edmond De Rothschild Banque, cabang grup perbankan Edmond De Rothschild Eropa di Prancis, menjadi perusahaan perbankan keluarga pertama yang mendapatkan persetujuan dari Komisi Regulator Perbankan Cina untuk memasuki pasar finansial Cina.

ADL mulai menekan paksa berbagai pemerintahan di dunia untuk meluluskan legislasi kejahatan atas kebencian, terutama terhadap etnis minoritas (Yahudi). Mereka mulai ketakutan karena kriminalitas kabalis mereka semakin sering diekspos di internet. Pekerjaan mereka adalah melindungi jaringan kriminal ini, dan cara terbaik untuk mencapai tujuan itu adalah meluluskan hukum bahwa siapa pun yang mengekspos kriminalitas Yahudi akan dituntut sebagai kriminal.

Pada saat yang bersamaan, mereka mempraktikkan hal yang berkebalikan dari apa yang mereka tekankan kepada orang lain:
  1. Israel hanya mengizinkan keturunan Yahudi untuk beremigrasi ke Israel dan memberikan insentif finansial kepada orang-orang tersebut.
  2. Hukum di Israel melarang perkawinan antara orang Yahudi dengan orang non-Yahudi.
  3. Israel melarang orang non-Yahudi untuk memiliki properti di negaranya, dan yang paling menarik…
  4. Israel melarang orang non-Yahudi untuk memiliki bisnis media di negaranya, sekalipun mereka adalah penguasa media di negara-negara lainnya.

David Irving dijatuhi hukuman 3 tahun penjara di Austria karena menyangkal adanya holocaust. Penting untuk Anda ketahui bahwa satu-satunya peristiwa sejarah yang bisa membuat Anda ditangkap hanya karena mempertanyakannya adalah holocaust. Itu terjadi karena inilah senjata terhebat Rothschild untuk mencuci otak Anda, bahwa Yahudi adalah kelompok yang selalu ditindas, padahal kenyataannya mereka mengontrol mayoritas korporasi finansial internasional di seluruh dunia.