Sejarah dan Asal Usul Uang: Rahasia Harga Emas Hingga Tewasnya John F. Kennedy

 Sejarah dan Asal Usul Uang: Rahasia Harga Emas Hingga Tewasnya John F. Kennedy

BIBLIOTIKA - Tidak jauh beda dengan Abraham Lincoln atau James Garfield yang terbunuh karena mencoba menentang para bankir internasional, nasib serupa juga menimpa John F. Kennedy, Presiden Amerika yang mencoba menentang para bankir. Hasilnya, seperti Lincoln dan Garfield, Kennedy juga terbunuh. Dia ditembak seseorang, dan kasusnya sampai sekarang bisa dibilang masih misterius.

Artikel ini adalah lanjutan artikel sebelumnya (Sejarah dan Asal Usul Uang: Federal Reserve dan Institusi Iblis). Selain mengisahkan tewasnya John F. Kennedy, uraian berikut juga mengisahkan lahirnya World Bank dan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa). Disusun dalam bentuk kronologi, uraian ini didasarkan pada buku The History of Money Changers yang ditulis Andrew Hitchcock.

1933: 

Presiden Franklin D. Roosevelt memerintahkan penyitaan emas rakyat Amerika, kecuali untuk koin emas koleksi. Rakyat diberi pilihan, menyerahkan koin emas mereka, dengan dibayar harga resmi $20,66 per ounce, atau membayar denda $10.000 dan dipenjara 10 tahun.

Kebijakan penyitaan itu sedemikian tidak popular, dan penggagasnya bahkan tidak pernah diumumkan. Tak seorang pun anggota Kongres yang mengaku menulisnya. Roosevelt pun membantah dia yang menulisnya. Sekretaris Keuangan William Woodin, mengklaim tidak pernah menggagas kebijakan ini, dan hanya berkata, “Itu adalah apa yang diinginkan para pakar.”

1934: 

Pada 20 Juni, mantan Perdana Menteri Inggris, David Lloyd, berkata, “Inggris adalah budak dari kekuatan finansial internasional.”

1935: 

Harga ofisial emas dinaikkan menjadi $35 per ounce. Namun mulai sekarang hanya pemerintahan luar negeri yang boleh menukarkan dolar dengan emas. Dari mana harga emas ditentukan di dunia? Sejak 1919, tempatnya adalah di kantor bank N.M. Rothschild & Sons di London, pada jam 11 pagi setiap hari.

Warburg dan kawan-kawannya, yang membeli emas di harga $20,66 sebelum bursa saham crash, sekarang mengirimkan emas kembali ke Amerika dengan harga $35. Para pedagang uang memiliki sebuah pepatah emas, “Siapa yang memiliki emas, dialah yang membuat aturan.”

Presiden Roosevelt memerintahkan pendirian sebuah gedung untuk penyimpanan emas hasil sitaan pemerintah, tempatnya disebut Fort Knox.

1936: 

Tanggal 3 Oktober, Louis McFadden mati diracun. Ini adalah percobaan pembunuhan ketiga kepadanya. Dua kali sebelumnya adalah racun dan tembakan, namun gagal membunuhnya.

1938: 

Sejak Federal Reserve mengontrol ekonomi Amerika sejak 25 tahun lalu, dengan dalih menciptakan kestabilan moneter, mereka sudah menyebabkan tiga siklus kejatuhan ekonomi termasuk masa Depresi Besar (the Great Depression). Ekonom pemenang hadiah Nobel, Milton Friedman, berkata,

“Persediaan uang, harga barang, dan hasil produksi, menjadi lebih tidak stabil sejak Federal Reserve didirikan. Masa-masa paling sulit tentu saja, adalah 1920-1921, 1929-1933, dan 1937-1938. Tidak ada 20 tahun lainnya di sejarah Amerika yang terdapat 3 petaka ekonomi sebesar ini. Tidak ada depresi yang pernah terjadi di negara mana pun yang tidak diikuti oleh pengurangan suplai uang, dan tidak ada pengurangan suplai uang yang tidak diikuti oleh depresi.”

1941: 

Sir Josiah Stamp, Direktur Bank of England tahun 1928-1941, mengatakan hal tersebut tentang perbankan,

“Sistem perbankan modern menciptakan uang tanpa modal. Proses ini kemungkinan adalah ciptaan paling luar biasa yang pernah ditemukan. Perbankan dilahirkan dalam ketidaksetaraan dan dosa. Bankir memiliki dunia. Anda bisa mengambil apa pun dari mereka, tetapi biarkan hak untuk menciptakan uang di tangan mereka, maka dengan sebatang pena mereka akan menciptakan cukup uang untuk membeli semuanya kembali… Ambillah kekuasaan besar ini dari tangan mereka, maka semua kekayaan besar seperti yang saya miliki akan lenyap, dan akan ada sebuah dunia yang lebih baik untuk hidup. Tetapi bila Anda ingin terus menjadi budak dari bank dan membayar harga dari perbudakan, biarkanlah para bankir terus menciptakan uang dan mengontrol kredit.”

1944: 

Pendapatan Amerika saat ini sebesar 183 milyar dolar, namun 103 milyar dolar dibelanjakan untuk Perang Dunia II. Angka ini adalah 30 kali lipat belanja saat Perang Dunia I. Pembayar pajak Amerika bahkan menanggung 55% dari total belanja sekutunya dalam perang.

Di Bretton Woods, New Hampshire, International Monetary Fund (IMF) dan International Bank for Reconstruction and Development (IBRD) (yang kemudian berganti nama menjadi World Bank tahun 1975) didirikan. Amerika berpartisipasi penuh di dalamnya.

Arsitek sistem Bretton Woods, dan juga IMF, adalah Harry Dexter White dan John Maynard Keynes. Harry yang kemudian meninggal tahun 1946, terindentifikasi sebagai seorang mata-mata Rusia dengan nama samaran “Jurist” pada tanggal 16 Oktober 1950 di memo FBI. Sedangkan John Maynard Keynes adalah seorang warga Negara Inggris.

Apa yang dirancang kedua orang ini pada dasarnya adalah sama dengan National Banking Act tahun 1864 dan Federal Reserve Act tahun 1913, cuma sekarang dilakukan pada skala yang lebih besar. Mereka menciptakan sebuah kartel perbankan yang berisi para bank sentral dunia (yang dikuasai oleh swasta), yang secara perlahan mendikte kebijakan kredit dari negara-negara anggotanya.

Bila Federal Reserve menciptakan mata uang Federal Reserve Notes, IMF menciptakan mata uang dunia yang mereka sebut Special Drawing Rights (SDR). Negara-negara anggotanya secara perlahan dipaksa menerima mata uang mereka untuk dikonversikan ke SDR.

IMF dikontrol oleh Dewan Gubernur, yang merupakan kepala dari bank sentral ataupun kepala departemen keuangan yang didominasi oleh bank sentral. Kekuatan suara di IMF pada dasarnya ada di tangan Federal Reserve (Amerika) dan Bank of England (Inggris).

1945: 

“Liga Bangsa-Bangsa”, yang sekarang disebut sebagai “Perserikatan Bangsa-Bangsa” (United Nations) didirikan. Perang Dunia II berhasil memberikan kelelahan fisik, emosional, dan mental kepada berbagai negara paska perang. Cetak biru untuk menciptakan Pemerintahan Dunia seperti yang diinginkan bankir mulai terbentuk.

1946: 

Bank of England dinasionalisasikan. Kelihatannya memang merupakan langkah raksasa, tetapi kenyataannya sama sekali tidak berbeda dengan sebelumnya. Pemerintah memang menguasai saham Bank of England, tetapi mereka tidak mempunyai uang untuk membayar sahamnya. Jadi para pemegang saham tidak mendapatkan uang dari pemerintah Inggris, dan sebagai gantinya mereka mendapatkan surat hutang dari pemerintah. Keuntungan dari operasional bank ini akan digunakan untuk membayar bunga surat hutang tersebut.

Jadi, walaupun Bank of England sekarang dimiliki pemerintah, kenyataannya suplai uang Inggris masih ada di kendali pihak swasta, 97% dalam bentuk pinjaman yang dibebani bunga, yang diciptakan bank komersial swasta.

Hasilnya, bank ini masih dikendalikan dan dijalankan oleh orang-orang dunia perbankan komersial. Anggota dari Dewan Direktur, yang membuat dan menjalankan kebijakan, semuanya berasal dari dunia perbankan, asuransi, ekonom, dan korporat besar.

Walaupun Bank of England disebut sebagai Bank Sentral, dia pada dasarnya adalah badan yang meregulasi dan mendukung sistem yang sudah ada. Kadang-kadang mereka disebut sebagai “pemberi pinjaman terakhir” (lender of the last resort), yang salah satu tugasnya adalah memberikan dukungan dana bila ada bank atau institusi finansial yang berada dalam kesulitan dan dana mereka di-rush (ditarik secara besar-besaran).

1950: 

Semua negara yang terlibat dalam Perang Dunia II melipatgandakan hutang mereka. Antara 1940 dan 1950, hutang pemerintahan federal Amerika naik dari 43 milyar dolar menjadi 257 milyar (naik 598%). Hutang Jepang naik 1.348%, hutang Prancis naik 583%, dan hutang Kanada naik 417%.

James Paul Warburg di depan Senat tanggal 7 Febuari mengatakan, “Kita akan memiliki Pemerintahan Dunia, tidak masalah Anda suka atau tidak. Satu-satunya pertanyaan adalah apakah Pemerintahan Dunia ini akan dicapai lewat penaklukkan atau persetujuan.”

Ini adalah saat para bankir membuat perencanaan pemerintahan global berisi tiga langkah untuk melakukan sentralisasi sistem ekonomi di seluruh dunia. Ketiga langkah ini adalah:
  1. Bank Sentral mendominasi ekonomi setiap negara di seluruh dunia.
  2. Sentralisasi ekonomi regional seperti Perserikatan Eropa (European Union) dan persekutuan dagang Amerika Utara (NAFTA).
  3. Sentralisasi ekonomi dunia melalui Bank Sentral Dunia, sebuah mata uang dunia, dan mengakhiri kemerdekaan nasional lewat penghilangan semua tarif semacam GATT.

1953: 

Presiden Eisenhower memerintahkan audit atas Fort Knox. Fort Knox memiliki lebih dari 700 juta ounce emas, 70% cadangan emas dunia. Walaupun menurut hukum federal setiap tahun harus diadakan audit terhadap Fort Knox, tetapi itu adalah terakhir kalinya Fort Knox diaudit.

1963: 

Presiden John F. Kennedy menandatangani Executive Order No. 11110 yang mengembalikan kekuasaan mencetak uang kepada pemerintah, tanpa melalui Federal Reserve. Order ini memberikan hak kepada Departemen Keuangan untuk menerbitkan sertifikat perak atas semua koin perak, ataupun dolar perak yang ada di Departemen Keuangan. Artinya, untuk setiap ounce perak yang dimiliki pemerintah Amerika, pemerintah bisa menerbitkan mata uang baru tanpa beban hutang untuk diedarkan.

22 November 1963, Kennedy mati ditembak.

1969: 

Konggres menyetujui hukum yang mengizinkan Federal Reserve menerima SDR dari IMF sebagai cadangan uang Amerika, dan boleh menerbitkan Federal Reserve Note untuk ditukarkan dengan SDR.

1971: 

Semua emas murni secara diam-diam dipindahkan dari Fort Knox, dijual kepada bankir internasional dengan harga $35 per ounce, dipercaya emas ini disimpan di London. Presiden Nixon mencabut standar emas dolar Amerika (dolar tidak lagi di-backing oleh emas) dan membatalkan peraturan anti kepemilikan emas dari era Roosevelt. Jadi mulai sekarang rakyat Amerika boleh memiliki emas kembali. Hasilnya harga emas meroket. Dalam waktu 9 tahun, sampai 1980, emas naik menjadi $880 per ounce, 25 kali lipat harga jual Fort Knox kepada para bankir internasional.

1974: 

Sebuah penerbit New York mengklaim keluarga Rockefeller memanipulasi Federal Reserve agar menjual emas Fort Knox dengan harga murah kepada spekulator Eropa. 3 hari setelah berita ini diterbitkan, sang pembocor informasi, sekretaris Nelson Rockefeller, Louise Auchincloss Boyer, secara misterius mati karena jatuh dari jendela apartemennya dari lantai 10 di New York.

1975: 

Edith Roosevelt, cucu Theodore Roosevelt, mempertanyakan mengapa pemerintah tidak melakukan apa pun untuk mengklarifikasi masalah kehilangan emas di Fort Knox. Pemerintahan Amerika bersikukuh tidak akan melakukan audit emas yang masih ada di Fort Knox.

Baca lanjutannya: Konspirasi IMF Dalam Mengendalikan Negara-negara Dunia