Sejarah dan Asal Usul Uang: Perbudakan Negara-negara Dunia

 Sejarah dan Asal Usul Uang: Perbudakan Negara-negara Dunia

BIBLIOTIKA - Artikel ini merupakan lanjutan artikel sebelumnya (Konspirasi IMF Dalam Mengendalikan Negara-negara Dunia). Artikel ini juga merupakan penutup serial panjang mengenai Sejarah dan Asal Usul Uang. Dalam uraian yang relatif lebih singkat ini, akan dipaparkan rahasia para bankir internasional dalam upaya memperbudak negara-negara di dunia, melalui institusi-institusi mereka. Disusun dalam bentuk kronologi, uraian ini didasarkan pada buku The History of Money Changers yang ditulis Andrew Hitchcock.

2001: 

Profesor Joseph Stiglitz, mantan Ketua Ekonom World Bank, dan mantan Ketua Penasihat Bill Clinton, mengakui di hadapan publik mengenai “Empat Langkah Strategi” World Bank untuk memperbudak negara demi keuntungan bankir.

Langkah Satu: Privatisasi. Pemimpin nasional akan ditawari 10% komisi untuk menjual aset-aset nasional. Uang akan disimpan dengan aman di rekening mereka di Swiss.

Langkah Dua: Liberalisasi Pasar Modal. Stiglitz menyebutnya siklus uang panas. Dana dari luar negeri harus dibiarkan bebas masuk untuk berspekulasi di real estate dan mata uang. Saat keadaan tampak menjanjikan, uang ditarik keluar untuk menciptakan kekacauan ekonomi.

Negara bersangkutan kemudian akan meminta bantuan dari IMF, dan IMF kemudian mensyaratkan untuk menaikkan suku bunga bank antara 30% sampai 80%. Ini terjadi di Indonesia, Brazil, juga negara-negara Asia dan Latin lainnya. Suku bunga tinggi ini menyebabkan kemiskinan bangsa, menurunkan nilai properti, menghancurkan produksi industri, dan mengeringkan tabungan nasional.

Langkah Tiga: Penentuan Harga Pasar. Harga makanan, air, dan gas dinaikkan, yang menyebabkan keresahan sosial yang berujung ke kerusuhan. Ini dikenal dengan istilah “kerusuhan IMF”. Kerusuhan akan menyebabkan pelarian modal dan kebangkrutan pemerintah. Ini menguntungkan korporasi luar negeri karena aset-aset negara tersebut sekarang bisa dibeli dengan harga amat murah.

Langkah Empat: Perdagangan Bebas. Ini adalah tahap ketika korporasi internasional akan memasuki pasar Asia, Amerika Latin, dan Afrika, pada saat mereka sendiri tetap mengenakan tarif masuk bagi produk agrikultur negara dunia ketiga. Mereka mengenakan harga yang sangat tinggi untuk obat bermerek, dan menyebabkan tingkat kematian dan penyakit yang sangat tinggi.

Akan ada banyak orang yang kalah dalam sistem ini, dan sangat sedikit pemenang, yaitu para bankir. Sesungguhnya penjualan utilitas seperti listrik, air, telepon, dan gas adalah prasyarat untuk mendapatkan pinjaman oleh negara berkembang. Aset-aset ini diperkirakan senilai 4 trilyun dolar.

Bulan September, Stiglitz diberi hadiah Nobel bidang ekonomi.

2002: 

Pada tanggal 12 April, semua surat kabar utama Amerika menulis cerita bahwa Presiden Hugo Chavez mengundurkan diri karena “tidak populer dan diktator.” Kenyataannya dia diculik dalam kudeta. Namun karena mendapatkan simpati dari tentara, kudeta tersebut gagal dan dia kembali ke kantor besok harinya. Menariknya, dia memiliki sebuah bukti video bahwa saat dia dikurung ada militer Amerika di lokasi tersebut.

Chavez, yang dibenci oleh media Barat, memberikan susu dan perumahan kepada orang miskin, memberikan tanah tak terpakai dari perkebunan kepada orang-orang yang tidak memiliki tanah. Dosa besar dia adalah meningkatkan pajak royalti atas penemuan minyak baru, dari 16% menjadi 30%, yang menyebabkan keuntungan ExxonMobil dan operator minyak internasional lainnya menurun.

Dia juga memegang kendali penuh atas perusahaan minyak negara, PDVSA, yang sebelumnya secara de facto juga dikendalikan perusahaan-perusahaan minyak internasional.

Chavez juga menjadi Presiden OPEC (Organization of Petroleum Exporting Countries). Bukannya mengikuti Strategi Empat Langkah versi World Bank, yang menurunkan gaji pekerja demi keuntungan bankir, Chavez malahan meningkatkan gaji minimum pekerja sebesar 20%.

Salah seorang menterinya, Miguel Bustamante Madriz, yang menyadari bahaya yang sedang melanda mereka karena tidak mengikuti apa yang dilakukan Argentina, mengatakan, “Amerika tidak akan membiarkan kami tetap berkuasa. Kami adalah perkecualian atas globalisasi versi mereka. Kalau kami berhasil, kami akan menjadi contoh bagi semua orang di benua Amerika.”

2006: 

Amerika dan Inggris berperang di Afganistan dan Irak, dan merencanakan untuk menginvasi Iran. Seperti yang telah disebutkan, generator terbesar hutang adalah perang. Tindakan ini akan mendorong Amerika ke jurang kehancuran finansial total.