Sejarah dan Asal Usul Uang: Konspirasi Lahirnya Federal Reserve

Sejarah dan Asal Usul Uang: Konspirasi Lahirnya Federal Reserve

BIBLIOTIKA - Federal Reserve, bank sentral Amerika, lahir pada 22 Desember 1913, dan diprakarsai oleh segelintir bankir internasional yang mengendalikan peredaran uang dunia. Kelahiran Federal Reserve seiring dengan lahirnya undang-undang pengenaan pajak terhadap rakyat Amerika, yang kemudian diikuti oleh negara-negara lain.

Artikel ini adalah lanjutan artikel sebelumnya (Sejarah dan Asal Usul Uang: Konspirasi di Balik Lahirnya Uang Emas). Selain mengungkap latar belakang lahirnya Federal Reserve, uraian berikut juga menyinggung Perang Dunia I dan rencana dilahirkannya pemerintahan satu dunia. Disusun dalam bentuk kronologi, uraian ini didasarkan pada buku The History of Money Changers yang ditulis Andrew Hitchcock.

1913: 

Calon partai Demokrat Woodrow Wilson yang dibiayai besar-besaran oleh para bankir memenangkan pemilu. Saat kebanyakan anggota Senat lainnya sedang libur untuk merayakan hari Natal, pada tanggal 22 Desember Senat Amerika menyetujui pendirian Federal Reserve, Bank Sentral Amerika.

Menarik untuk diketahui beberapa minggu sebelumnya, Kongres menyetujui sebuah Undang-Undang untuk mengenakan pajak penghasilan kepada rakyat Amerika. Undang-Undang ini dilobi oleh Senator Aldrich, yang kemudian dikenal sebagai Amandeman ke-16. Undang-Undang ini sangat penting, karena pada dasarnya sistem Federal Reserve akan membawa Amerika ke jurang hutang pemerintahan Federal yang tak terbatas.

Satu-satunya jaminan bahwa bunga dari pinjaman bisa dilunasi adalah dengan mengenakan pajak kepada rakyat, seperti yang sudah mereka lakukan di Bank of England.

Berikut adalah pemegang saham Federal Reserve:
  1. Rothschild Bank of London
  2. Rothschild Bank of Berlin
  3. Warburg Bank of Hamburg
  4. Warburg Bank of Amsterdam
  5. Lehman Brothers of New York
  6. Lazard Brothers of Paris
  7. Kuhn Loeb Bank of New York
  8. Israel Moses Seif Banks of Italy
  9. Goldman Sachs of New York
  10. Chase Manhattan Bank of New York

Perlu Anda ketahui juga, Presidan cuma menunjuk 2 dari 7 Dewan Gubernur Federal Reserve. Masa jabatan Presiden cuma 4 tahun, tetapi masa jabatan Dewan Gubernur adalah 14 tahun! Memang perlu juga Senat untuk menyetujui penunjukan ini, tetapi seperti yang selalu kita lihat, suara mereka selalu bisa dibeli, karena bankirlah yang membiayai kampanye mereka.

Berikut empat tahap bagaiman Federal Reserve menciptakan uang tanpa modal:
  1. Federal Open Market Committee menyetujui pembelian surat hutang pemerintah Amerika.
  2. Surat hutang itu dibeli Federal Reserve.
  3. Federal Reserve akan membayar surat hutang ini dengan kredit elektronik ke rekening bank pemerintah.
  4. Bank menggunakan deposit ini sebagai cadangan uang. Mereka kemudian bisa meminjamkan uang tersebut sampai sebesar 10 kali lipat deposit tersebut, semuanya dengan bunga.

Sebagai contoh, Federal Reserve membeli surat hutang sebesar 1 juta dolar. Uang ini pada akhirnya bisa menjadi 10 juta dolar di rekening bank. Jadi 10% dari uang-uang baru ini datang dari Federal Reserve, dan 90% lainnya diciptakan oleh bank.

Untuk mengurangi jumlah uang beredar, proses ini dibalik. Federal Reserve akan menjual surat hutang yang mereka pegang ke publik, dan uang kemudian mengalir keluar dari rekening si pembeli. Pinjaman dari bank akan dikurangi sebesar 10 kali lipat dari jumlah uang tersebut. Jadi bila Federal Reserve menjual 1 juta dolar surat hutang, pada akhirnya akan ada pengurangan 10 juta dolar uang beredar di masyarakat.

Sebenarnya apa manfaat sistem ini bagi para bankir (yang sebelumnya berkumpul di Pulau Jeckyll)?
  1. Ini mencegah usaha reformasi perbankan di masa mendatang, Federal Reserve akan menjadi satu-satunya produsen uang di Amerika.
  2. Ini mencegah sistem uang tanpa hutang oleh pemerintah, seperti Greenbacks yang diterbitkan Lincoln.
  3. Ini mendelegasikan hak kepada para bank untuk menciptakan 90% suplai uang berkat system fractional reserve banking, yang semua uang itu bisa dipinjamkan dengan mengenakan bunga. 
  4. Ini menciptakan kontrol suplai uang dan keuntungan pribadi di tangan mereka.
  5. Ini menciptakan bank sentral pribadi yang bebas dari campur tangan politik.

1914: 

Permulaan perang dunia I. Rothschild Jerman meminjamkan uang kepada Jerman, Rothschild Inggris meminjamkan uang kepada Inggris, dan Rothschild Prancis meminjamkan uang kepada Prancis.

Satu tahun sejak diluluskannya Undang-Undang Federal Reserve, salah satu Representatif, Charles Lindbergh Sr., mengatakan bahwa Federal Reserve menciptakan “siklus bisnis” dan memanipulasinya untuk keuntungan pribadi. Dia berkata,

“Untuk menciptakan harga tinggi, Federal Reserve hanya perlu untuk menurunkan suku bunga… menciptakan ekspansi kredit dan kenaikan harga saham, kemudian saat para pedagang dan pengusaha mulai terbiasa dengan keadaan ini… mereka akan menaikkan suku bunga dan mulai menuai rezeki.”

Mereka bisa menyebabkan pendulum naik dan turun dengan lambat dan teratur dengan mengubah suku bunga secara perlahan, ataupun menciptakan kekacauan dan fluktuasi besar dengan merubah suku bunga dalam rentang yang lebih lebar. Apa pun pilihannya, mereka selalu memiliki informasi dalam yang bisa mereka gunakan untuk kepentingan pribadi mereka. Ini adalah keuntungan paling kuat, paling berbahaya, yang pernah diberikan kepada sekelompok pihak swasta oleh Pemerintah.

Sistem ini benar-benar privat, dirancang dengan tujuan satu-satunya adalah memberikan keuntungan maksimal dengan menggunakan uang orang lain. Mereka selalu tahu terlebih dahulu kapan akan terjadi kepanikan. Mereka juga selalu tahu kapan harus mengakhiri kepanikan. Inflasi dan deflasi sama menguntungkannya bagi mereka yang bisa mengendalikan keuangan.

1915: 

J.P. Morgan menjadi agen penjualan “Dewan Material Perang” bagi Inggris dan Prancis yang sedang berperang, dan menjadi konsumen terbesar di planet ini, menghabiskan 10 juta dolar per hari. Selain dia, Presiden Woodrow Wilson juga menunjuk Bernard Baruch menjadi kepala “Dewan Industri Perang.”

Menurut sejarawan James Perloff, Bernard Baruch dan keluarga Rockefeller mendapatkan keuntungan sekitar 200 juta dolar pada masa Perang Dunia I.

Kebanyakan orang percaya untuk menjaga efektifitas suplai uang, maka uang harus di-backing oleh benda berharga seperti emas. Namun, siapa yang akan mengontrol emas? Wakil partai Republik, Charles Lindbergh, berkata, “Federal Reserve sudah mendominasi kepemilikan emas dan sertifikat emas.”

1916: 

Presiden Wilson mulai menyadari tingkat kerusakan yang dia lakukan kepada Amerika dengan menciptakan Federal Reserve. Dia berkata,

“Kita telah menjadi salah satu pemerintahan terburuk yang ada dalam peradaban, bukan lagi pemerintahan yang memiliki kebebasan berpendapat, bukan lagi pemerintahan yang dijalankan oleh mayoritas suara, tetapi sebuah pemerintahan yang didominasi oleh sekelompok kecil orang. Sebagian orang-orang besar di Amerika, di dunia perdagangan dan manufaktur, sedang takut akan sesuatu. Mereka tahu ada sebuah kekuatan yang begitu terorganisir, begitu tak terlihat, begitu rumit, dan mereka sebaiknya tidak bicara terlalu keras kalau ingin mengutukinya.”

1917: 

Jacob Schiff menghabiskan 20 juta dolar untuk membiayai Revolusi Rusia. Keluarga bankir ini masih belum memaafkan Tsar Rusia karena dua dosa besar yang dia lakukan, tidak mengizinkan pendirian bank sentral di Rusia, dan dukungan Tsar kepada Lincoln saat perang sipil.

Secara umum, orang mempercayai bahwa Komunisme adalah kebalikan dari Kapitalisme, jadi mengapa para kapitalis mendukungnya? Berikut ini penjelasan Gary Allen, seorang peneliti, mengenai Revolusi Rusia:

“Kalau Anda mengerti bahwa sosialisme bukanlah program bagi-bagi kekayaan, melainkan sebuah metode untuk mengkonsolidasikan kekayaan, maka paradoks mengapa orang-orang super kaya mempromosikan sosialisme tidak lagi sebuah paradoks. Sebaliknya, itu benar-benar masuk akal. Komunisme, atau lebih tepatnya sosialisme, bukanlah pergerakan yang dimulai oleh kalangan kelas bawah, melainkan oleh kaum elit ekonomi.”

1919: 

Bulan Januari, Konferensi Perdamaian Paris dimulai paska Perang Dunia I. Para bankir menempatkan Pemerintahan Dunia (World Government) sebagai agenda utama mereka. Paul Warburg dan Bernard Baruch menghadiri bersama Presiden Wilson. Sayangnya, dunia belum siap dengan gagasan penghilangan batas negara, jadi rencana mereka untuk sementara gagal.

Rencana Pemerintahan Dunia ini disebut dengan Liga Bangsa-Bangsa. Walaupun ada negara yang menerimanya, Kongres Amerika menolak. Tanpa dukungan dan persetujuan dari Departemen Keuangan, para bankir gagal mendirikan Liga Bangsa-Bangsa.

Baca lanjutannya: Sejarah dan Asal Usul Uang: Federal Reserve dan Institusi Iblis