Panduan Sehat Membeli Jus Buah

Panduan Sehat Membeli Jus Buah

BIBLIOTIKA - Pada masa sekarang, sari buah bisa diperoleh dalam berbagai bentuk di pasaran. Ada buah asli, atau jus dalam kemasan. Sebagian besar orang meragukan kandungan vitamin C dalam produk kemasan, karena khawatir nilai vitaminnya rendah, dan mengandung bahan pengawet serta tambahan zat kimiawi.

Untuk mendapatkan jus buah dalam kualitas yang terbaik, Anda bisa mengikuti tip berikut ini.

Bacalah label dalam kemasan dengan teliti. Cermati bahan dan informasi gizi yang tertera pada label. Anda akan membaca %AKG (angka kecukupan gizi), yang merupakan persentase gizi yang dianjurkan untuk kehidupan sehat. Artinya, nilai kebutuhan riil tubuh dan faktor-faktor lain yang mempengaruhi daya serapnya.

Untuk perokok dan bukan perokok terdapat perbedaan dalam hal ini. Jika AKG bagi nonperokok adalah 60 persen, maka perokok adalah 120 persen. Nilai yang tertera pada label menunjukkan berapa persentase AKG yang terkandung dalam kemasan tersebut.

Bedakan antara jus buah, fruty drink (minuman yang mengandung sedikit jus, biasanya hanya 5 sampai 50 persen), squash (sirup yang mengandung jus buah), serta minuman rasa buah (air yang ditambah gula, pewarna, dan aroma). Bila ingin manfaat yang banyak, pilihlah produk jus buah.

Usahakan memilih jus buah tanpa pengawet. Jus buah yang diolah dengan teknik sterilisasi UHT (ultra high temperature sterilization) yang dikombinasikan dengan teknik pengemasan aseptik dengan bahan kemasan multilapis, memungkinkan jus buah kemasan dapat disimpan hingga 12 bulan pada suhu ruangan.

Sekadar catatan, secara teknis UHT menggunakan pemanasan pada suhu 95 sampai 120 derajat Celcius dalam tempo 4 detik. Dengan demikian, yang terbunuh hanya bakteri patogen dan bakteri pembunuh lainnya. Sementara itu, bakteri lain yang tidak merugikan tidak terganggu. Dalam teknologi pangan, semakin singkat waktu yang digunakan, maka hasilnya semakin baik.

Kemudian, pilihlah produk yang kartonnya dalam kondisi normal. Artinya, tidak mengembang/menggembung karena adanya akumulasi gas yang diproduksi oleh mikroba yang terkontaminasi. Sekecil apa pun lubang pada kemasan akan memberi peluang mikroba masuk ke dalamnya.

Lihatlah waktu kadaluwarsanya. Bila waktu yang tertera di sana sudah lewat, pilihlah kemasan lain.

Hati-hati bila rasanya berubah. Misalnya tidak segar lagi, baunya asam, berlendir, atau basi. Buang saja, karena produk seperti itu biasanya sudah terkontaminasi oleh mikroba.

Setelah kotak jus dibuka, dan Anda tidak langsung menghabiskannya, segera masukkan ke dalam lemari es. Karena sifat perlindungan dari kemasan aseptik tak lagi bekerja setelah kemasan terbuka.