Panduan Meredakan Tangis Bayi

Panduan Meredakan Tangis Bayi

BIBLIOTIKA - Seringkali, orangtua menjadi jengkel karena terganggu ketika pada malam-malam bayi menangis, padahal tubuh sudah merasa sangat lelah dan ingin beristirahat tanpa terganggu lagi. Apalagi kalau tangis si bayi tak kunjung mereda atau tak segera berhenti meskipun sudah ditemani dan dicoba didiamkan.

Memang, menangis adalah hal biasa dan tentu saja merupakan hal satu-satunya yang bisa dilakukan oleh bayi pada bulan-bulan awal ia dilahirkan. Dengan menangis, bayi kecil Anda tengah menyesuaikan diri terhadap dunia barunya. Bayi Anda tengah beradaptasi dengan perasaan, suara, penglihatan, bau dan rasa di dunia yang masih asing baginya. Bayi juga tengah bekerja keras untuk mengenal wajah, suara, bau dan suara-suara orang yang dekat dengannya dan menemukan cara yang paling baik agar bisa berkomunikasi dengan orangtuanya.

Tangisan adalah alat komunikasi yang paling ampuh bagi bayi di bulan-bulan awal kehadirannya. Dengan menangis, bayi mengungkapkan perasaannya, keinginannya untuk dibelai, dipangku, bahkan perasaan alami manusia; lapar, marah, mengantuk, sedih dan bahagia.

Bagi banyak orangtua baru, pada awalnya tangis bayi sering mengundang rasa putus asa, apalagi apabila tidak diketahui sebab menangisnya. Tetapi, seiring berjalannya waktu, orangtua akan mampu menangkap sinyal atau maksud dari tangisan itu, mencari sebab, untuk kemudian meredakannya.

Berikut ini adalah langkah-langkah sederhana dan mudah untuk meredakan tangis bayi dan menghindarkan orangtua dari kepanikan yang lebih besar.

Tanggapi tangis bayi dengan berbagai cara

Seringkali orangtua hanya menemukan satu cara dalam menghadapi dan menanggapi tangis bayi, dan menjadikan itu sebagai satu-satunya cara terampuh untuk menenangkan bayi. Begitu terus-menerus.

Magda Gerber, seorang ahli pediatrik dari Chicago, mengingatkan orangtua, bahwa jika bayi menangis, maka cobalah untuk berkomunikasi dengan bayi. “Tanyakan pada bayi mengapa dia menangis,” kata Gerber.

Meskipun ini mungkin terkesan aneh atau lucu karena bayi kecil Anda tentu tak bisa menjawabnya, namun dari ekspresi yang ditunjukkan dan dari berbagai respon yang Anda tunjukkan, Anda akan mampu menemukan penyebab tangis bayi.

Apabila Anda menanggapi tangis bayi dengan satu respon yang sama, misalnya dengan memberinya makan atau menyusuinya saat dia menangis, maka Anda tengah mengajarkan pada bayi bahwa tangisan bisa dihentikan dengan makanan. Kelak saat dewasa, ketika ia menangis karena marah, ia akan lari kepada makanan, seperti yang telah Anda ajarkan.

Berikan ruang kepada bayi

Biarkan bayi Anda sesaat menikmati tangisnya sendirian. Sejauh Anda bisa memantau kondisinya di dalam boks bayi atau di kereta dorong yang aman, bayi bisa mengelola tangisnya dengan baik.

Apabila udara bagus dan bayi menangis, telungkupkanlah bayi di atas selimut hangat dan bersih, dan biarkanlah ia menjerit. Sesaat kemudian, bayi akan menikmati aktivitas ini. Jangan lupa, dalam kondisi telungkup itu tangisannya akan sangat membantu berkembangnya paru-paru kecilnya.

Ajaklah bayi berbicara

Apabila bayi mulai menjerit, dekati dan ajaklah bayi Anda berbicara, goda, atau rayulah dia. Bisa pula dengan menyanyikan lagu, memutar kaset atau menyenandungkan ayat suci.

Sentuhlah bayi Anda

Bayi tidak perlu digendong apabila tangisannya bisa dihentikan dengan sentuhan. Sebuah riset menunjukkan bahwa ibu yang biasa membelai perutnya untuk menenangkan bayi yang resah dalam kandungannya, akan membuat bayi terbiasa dengan sentuhan ibu saat ia lahir kelak. Jadi, Anda tak perlu mengeluarkan tenaga ekstra untuk menggendong apabila bayi menangis.

Pindahkan posisi bayi

Kadang-kadang berpindah posisi membuat bayi tenang dari tangisnya. Banyak bayi yang suka berada di luar rumah.

Apabila Anda bisa menemukan lokasi yang aman dengan udara yang baik, maka membawa bayi keluar rumah adalah pilihan yang tepat untuk meredakan tangisannya. Banyak bayi yang segera berhenti menangis ketika dibawa ke luar rumah. Situasi di sekitar yang beragam, suara-suara, dan warna yang beraneka, akan membuat bayi teralihkan kegiatannya.

Biarkan bayi menenangkan diri sendiri

Banyak bayi kecil yang menemukan caranya sendiri yang paling asyik untuk menghentikan tangisnya. Biasanya, bayi mengisap jempol, telunjuk, atau jari kaki untuk meredakan tangisannya. Meski mengisap jempol selalu dilarang orangtua, nyatanya mengisap jempol adalah strategi ampuh untuk anak yang ingin mengulum sesuatu namun sesungguhnya tak lapar.

Sisihkan waktu beberapa menit saat bayi menangis

Misalnya, mintalah nenek atau kakek sang bayi atau baby sitter-nya untuk menenangkan bayi sejenak jika Anda merasa sangat lelah. Cara ini akan menyelamatkan Anda dari amarah dan depresi karena menghadapi tangisan bayi saat tubuh Anda sendiri tak mampu berkompromi.

Tidak memanjakannya

Yang perlu diingat adalah bahwa menghentikan tangis bayi bukan berarti memanjakannya. Apabila Anda terlalu khawatir pada tangis bayi, ia akan menjadikan tangis sebagai senjata yang ampuh untuk meminta sesuatu.