Panduan Memahami Cowok yang Kamu Taksir

Panduan Memahami Cowok yang Kamu Taksir

BIBLIOIKA - Kamu jatuh cinta pada seorang cowok, dan kamu sudah berusaha mengirimkan sinyal-sinyal cinta kepadanya dengan tujuan agar dia tahu dan memahami kalau kamu lagi jatuh cinta kepadanya. Tapi cowok itu kelihatan cuek saja dan tidak mengirimkan respon sebagaimana yang kamu inginkan. Bagaimana menghadapinya?

Tentu saja keadaan semacam itu bisa menjadikan kamu jengkel sekaligus stres karena kamu tidak bisa melakukan apa-apa lagi, khususnya kalau kamu merasa tidak layak untuk mengungkapkan cinta kepadanya sebelum dia menyatakan cinta kepadamu.

Nah, apabila cowok yang kamu taksir terlihat cuek kepadamu meski kamu sudah mengirimkan tanda-tanda kamu jatuh cinta kepadanya, jangan buru-buru berprasangka negatif atau berpikiran yang tidak-tidak. Lebih baik cari dulu penyebab kecuekannya itu, karena bisa saja dia cuek bukan karena tidak menyukaimu, tapi karena hal-hal lain.

Untuk hal ini, kamu perlu sedikit usaha untuk lebih mengenal atau lebih tahu siapa dirinya dan bagaimana riwayat cintanya. Selidiki bagaimana hatinya pada cewek selama ini. Apakah dia sudah punya pacar? Ataukah belum? Apakah dia baru putus dengan pacarnya? Pacarannya berapa lama? Atau apakah memang dia belum siap pacaran? Trauma untuk jatuh cinta lagi…?

Kumpulkanlah informasi sebanyak-banyaknya untuk dapat memahami isi hatinya—khususnya kepadamu. Hal ini bisa dilakukan dengan mencoba menanyakannya pada teman-teman dekatnya, atau orang-orang yang mengenalnya. Dengan banyaknya informasi yang kita peroleh menyangkut dirinya, kita pun bisa menganalisis mengapa dia cuek kepadamu.

Nah, berikut ini beberapa kemungkinan mengapa seorang cowok cuek pada seorang cewek yang telah memberikan sinyal cinta kepadanya.

Dia sosok yang pemalu

Tidak adanya reaksi atau respon dari cowok itu pada sinyal cinta yang kamu kirimkan bisa jadi karena dia sosok yang pemalu. Jangan salah. Cowok juga bisa menjadi begitu malu hingga tak berani mendekati cewek yang juga ditaksirnya.

Kalau memang begitu keadaannya, kamu bisa maju terus, dalam arti kamu bisa berharap cintamu akan sampai kepadanya. Tapi gimana, dong? Sebagai cewek, kamu tentu saja tidak bisa langsung agresif atau terlalu aktif mendekatinya, sementara dia pun mungkin tidak bisa mendekatimu karena terlalu pemalu.

Untuk menghadapi masalah seperti ini, salah satu solusinya adalah menggunakan seorang penghubung, atau yang biasa kita sebut mak comblang.

Carilah seseorang yang kita percayai (kawanmu atau kawan cowok yang kamu taksir itu) untuk menjadi penghubung antara kamu dan dirinya. Fungsi penghubung atau comblang di sini bisa sebagai juru bicara cowok itu kalau memang si cowok merasa gugup atau malu kalau menyatakannya langsung kepadamu.

Selain itu, kamu juga bisa mencoba mendekati cowok yang kamu taksir itu dengan sering-sering mengajaknya bercakap-cakap agar timbul keakraban dan kedetakan di antara kalian. Upayakan untuk menciptakan kebersamaan yang intens di antara kalian. Dengan begitu, rasa malu atau gugup cowok itu kepadamu pelan-pelan akan terkikis seiring dengan hadirnya keakraban di antara kalian.

Dia memang malas pacaran

Jangan salah sangka. Cowok tak selamanya menjadi sosok yang ‘haus cewek’. Ada juga cowok-cowok yang benar-benar malas pacaran dan menjalin hubungan dengan seorang cewek, meskipun dia tahu kalau cewek itu naksir dia atau jatuh cinta kepadanya.

Cowok model begini biasanya masih asyik dengan dirinya sendiri dan belum siap untuk membagi hidup dan perhatian serta pikirannya untuk orang (cewek) lain. Dia masih asyik dengan dunianya sendiri, dengan obsesinya sendiri, dan tak ingin (atau belum ingin) memasukkan orang lain ke dalam hidupnya.

Kalau cowok yang kamu taksir ternyata tergolong cowok seperti ini, kamu perlu bersabar dalam menghadapinya. Kalau kamu memang menginginkan kedekatan dengannya, kamu perlu mengetahui bahwa harapan untuk menjadi pacarnya bukanlah harapan yang memiliki kemungkinan besar. Kemungkinan besarnya kamu hanya akan menjadi sahabat dekatnya—tidak lebih.

Nah, kalau kamu memang mau menerima kemungkinan itu, kamu bisa melangkah maju. Terimalah dulu apa adanya hubungan itu, meski hanya sebatas sahabatnya, lalu mulailah secara perlahan-lahan ‘menyadarkannya’ bahwa dia juga membutuhkan dirimu, bahwa lebih menyenangkan untuk menyelesaikan persoalan berdua, atau minimal dibicarakan berdua.

Dari situ, kamu bisa berharap cowok itu akan ‘sadar’ dan mulai menyadari bahwa seasyik apa pun dia dengan dirinya sendiri, dia tetap membutuhkan orang lain.

Dia sudah punya pacar

Nah, ini penyebab paling ‘parah’ soal kecuekan cowok yang kamu taksir itu. Dia cuek kepadamu karena ternyata dia sudah punya pacar sendiri.

Kalau memang seperti itu keadaannya, kamu jangan lantas sedih dan patah hati. Kamu bisa tetap menjadikannya dekat denganmu, hanya saja sebatas sebagai kawan atau sahabat. Ini pun dengan catatan kalau kamu memang siap untuk ‘hanya’ menjadi sahabatnya. Selain itu, kamu juga tidak boleh cemburu kalau kebetulan dia sedang bersama pacarnya.

Tetapi, kalau kamu merasa tidak mampu menempuh cara itu, maka lebih baik kamu mulai belajar menghilangkan bayangan cowok itu dari pikiranmu, dan lupakan saja dia.

Jangan kemudian merasa bahwa hidup telah berhenti karenanya. Kamu bisa mencari cowok lain, bisa pedekate pada sosok lain yang mau menerima dan membalas sinyal cintamu. Dan… siapa tahu kalau ternyata cowok incaran baru itu lebih asyik dan lebih menarik dibanding cowok yang dulu?