Panduan agar Bugar Setelah Melahirkan

Panduan agar Bugar Setelah Melahirkan

BIBLIOTIKA - Setelah melahirkan, biasanya ibu-ibu menjadi enggan bercermin lama-lama. Maklumlah, bentuk tubuh memang sudah tidak lagi seindah sebelum mempunyai anak.

Nah, untuk bisa kembali ke bentuk semula, ada berbagai cara yang bisa ditempuh. Namun, tentunya lebih baik dengan cara berolahraga asal tidak terlalu bernafsu. Niat melakukan olahraga ini sebaiknya ditujukan untuk menjaga kebugaran tubuh setelah melahirkan. Yang penting si ibu menjadi sehat dan segar kembali.

Berikut ini adalah tips-tips seputar olahraga yang bisa dilakukan dengan tujuan agar tubuh menjadi bugar kembali setelah melahirkan.

Jangan mengacu pada orang lain. Melakukan olahraga setelah melahirkan tergantung pada banyak hal. Misalnya bila niat selain bugar memang membentuk tubuh kembali, maka akan tergantung pada bentuk badan sebelum hamil serta komplikasi pada saat melahirkan.

Tanyakan ke dokter, latihan yang tepat dan utarakan tujuan olahraga. Setelah hamil sembilan bulan, maka Anda memerlukan waktu yang lama untuk dapat mengembalikan bentuk tubuh seperti semula. Karena itu, yang penting adalah berlatih untuk membuat tubuh bugar terlebih dulu, dan jangan terlalu berharap terlalu tinggi untuk bisa mencapai bentuk tubuh tertentu.

Olahraga yang paling aman dan nyaman adalah berjalan kaki. Apalagi kalau bisa dilakukan dengan anggota keluarga lainnya. Bahkan juga dengan si bayi; bawa saja bayi Anda berkeliling dengan keretanya di sekitar rumah pada waktu pagi. Apabila ada anggota keluarga yang lain, bisa gantian untuk memegang / mendorong kereta sehingga Anda bisa melakukan jalan kaki cepat yang lebih banyak membakar kalori.

Apabila waktu memang terbatas, cobalah lakukan latihan sedikit demi sedikit. Misalnya dibagi dalam tiga waktu; pertama lakukanlah selama 10 menit. Setelah merawat bayi Anda selama beberapa menit, lakukan 10 menit berikutnya. Demikian selanjutnya, hingga bisa jadi 30 menit yang Anda lakukan untuk olahraga itu memakan waktu sampai 1 atau 2 jam.

Untuk hal ini, olahraga yang bisa dilakukan misalnya loncat tali, atau coba juga naik-turun tangga, atau gerakan senam lain yang biasa dilakukan di pusat kebugaran seperti gerakan untuk mengecilkan perut, melatih pernapasan, mengecilkan pinggul, dan lain-lain.

Dengan memiliki bayi, maka Anda tidak lagi memiliki banyak waktu untuk berolahraga. Apabila Anda ingin mempunyai waktu luang yang lebih, maka Anda bisa menggunakan jasa baby sitter untuk menjaga bayi Anda selama Anda berolahraga. Tetapi bila itu sulit atau Anda merasa tidak ingin menggantikan kehadiran Anda dengan baby sitter, maka belilah peralatan kebugaran sederhana yang serbaguna seperti treadmill atau sepeda statis.

Lakukan latihan saat bayi Anda tidur. Bisa melaksanakannya di depan tempat tidur bayi atau di dalam kamar yang sama sehingga Anda bisa tetap menjaga bayi Anda.

Bermainlah dengan bayi Anda. Ketika bayi Anda sudah mulai tumbuh, ekspresi wajahnya pun sudah mulai berubah-ubah, bergerak dan tampak selalu ingin tahu. Nah, ini bisa dijadikan sebagai peluang untuk melakukan olahraga dengan anak Anda.

Apalagi ketika dia mulai belajar berjalan, maka energi yang Anda keluarkan sama halnya dengan melakukan jalan kaki cepat. Supaya anak senang, cobalah lakukan gerakan sehinga membuatnya tergelak. Misalnya dengan berjalan dan meloncat atau menggerakkan kedua kaki secara lucu, dan lain-lain.