Memahami Rasa Cemburu dalam Cinta

Memahami Rasa Cemburu dalam Cinta

BIBLIOTIKA - Siapa pun yang tengah jatuh cinta atau yang sedang menjalin hubungan pacaran dengan seseorang pasti pernah mengalami perasaan cemburu. Perasaan cemburu merupakan sesuatu yang ‘bisa melihat, namun tak dapat dilihat’. Para psikolog sering menggambarkan perasaan cemburu sebagai ‘the green eye monster’.

Rasa cemburu sering terjadi antar pasangan, baik pasangan yang sudah berumah tangga ataupun yang masih dalam hubungan pacaran. Itu tentu saja wajar, karena sebagaimana yang sering orang bilang, cemburu pertanda cinta.

Selain sebagai tanda cinta, cemburu juga bisa dianggap sebagai semacam alarm yang membunyikan tanda bahaya akan hadirnya sesuatu yang bisa mengancam keutuhan suatu hubungan. Para psikolog menyebutkan bahwa cemburu adalah perasaan yang wajar dan universal yang datang tanpa diundang, dan sulit diusir apabila telah hadir dalam hati.

Rasa cemburu biasanya tumbuh secara subur dalam cinta antarlawan jenis, baik dalam hubungan rumah tangga ataupun dalam hubungan pacaran. Rasa cemburu muncul dalam hubungan semacam ini, karena rasa cinta dalam hubungan lawan jenis bersifat eksklusif, dalam arti bahwa masing-masing pihak yang ada dalam hubungan itu tidak ingin atau tidak mau kalau cinta milik pasangannya terbagi dengan orang lain.

Cinta dalam hubungan semacam itu menuntut cinta yang hanya satu-satunya untuk diri sendiri. Dari situlah kemudian mudahnya rasa cemburu timbul dan muncul.

Yang menjadi masalah, sering kali kecemburuan yang hadir itu menjadikan kita sebagai makhluk yang hiper-sensitif. Ketika tidak dalam keadaan cemburu, kita dapat menilai pasangan secara baik dan mungkin juga objektif. Tapi ketika cemburu muncul, kita pun sering kali tak bisa lagi menilai secara objektif, dan kesalahan sekecil apa pun yang terdapat pada pasangan kita sering kali menjadi terlihat. Apabila tak diantasipasi dan dikelola secara baik, tentu saja lama-lama justru akan menghancurkan suatu hubungan yang pada mulanya ingin dipertahankan dan dilestarikan.

Sifat rasa cemburu

Ada pertanyaan, apakah cewek lebih pencemburu dibanding cowok? Karena selama ini ada semacam keyakinan bahwa cewek memiliki rasa cemburu yang lebih besar dibanding cowok.

Nah, di dalam sebuah penelitian yang pernah dilakukan menyangkut hal ini, diperoleh gambaran bahwa cowok maupun cewek memiliki reaksi yang sama dalam hal cemburu.

Umumnya, mereka (cowok ataupun) akan merasa sangat gusar dan gelisah apabila mengetahui pasangannya jatuh cinta pada orang lain. Dalam arti mereka menuntut rasa kesetiaan secara emosional dan menginginkan pasangannya hanya memberikan hatinya, jiwanya, dan cintanya, hanya kepada dirinya.

Pada dasarnya, rasa cemburu cowok ataupun cewek terfokus pada segi ketidaksetiaan yang bersifat emosional. Penelitian yang pernah dilakukan terhadap 200 responden mengungkapkan bahwa hal mendasar yang mengakibatkan kecemburuan adalah aspek ketidaksetiaan emosional.

Yang pasti, rasa cemburu adalah perasaan atau emosi yang kuat dan luar biasa pada setiap manusia. Apabila perasaan cemburu sudah membakar, maka tidak jarang mengakibatkan hal-hal cukup besar, seperti putusnya hubungan bagi mereka yang berpacaran, atau perceraian bagi mereka yang sudah berumah tangga. Lebih dari itu, ada pula orang yang sampai melakukan bunuh diri karena rasa cemburu, atau membunuh pasangannya karena sebab yang sama.

Contoh nyata menyangkut hal ini pernah terjadi di Beijing. Di sana, pernah ada seorang lelaki bernama Liu Zhanjin yang meledakkan bom seberat 50 kilogram yang menewaskan dirinya dan 38 orang lainnya yang tak berdosa, gara-gara cemburu pada istrinya, dan menduga kalau si istri telah jatuh cinta pada lelaki lain. Sebelum melakukan aksinya itu, lelaki berusia 34 tahun tersebut terlebih dulu membunuh istri dan seorang anak lelakinya.

Nah, kalau melihat ilustrasi yang mengerikan semacam itu, benarlah kiranya kalau cemburu itu memang kecil, namun apabila terlalu berlebihan maka bisa amat berbahaya.

Solusinya? Jagalah agar perasaan cemburu itu tumbuh secara sewajarnya saja.