Larry Ellison, Bocah Malang yang Berhasil Menjadi Miliuner

 Larry Ellison, Bocah Malang yang Berhasil Menjadi Miliuner

BIBLIOTIKA - Sejarah hidup Larry Ellison adalah kisah seorang anak malang yang berjuang dan berhasil membalikkan nasibnya. Lahir dengan nama Lawrence Joseph di Manhattan, New York, Amerika Serikat, 17 Agustus 1944, Larry Ellison saat ini dikenal sebagai pendiri dan CEO perusahaan perangkat lunak Oracle Corporation, dan salah satu orang terkaya di dunia. Namun, keberhasilan itu harus melalui perjalanan panjang yang tak mudah.

Ibu Larry Ellison bernama Florence Spellman, dan Larry Ellison lahir ketika sang ibu baru berusia 19 tahun dengan status belum menikah. Karenanya, siapa ayah Larry Ellison tidak pernah diketahui. Yang jelas, ketika Larry Ellison berusia 9 bulan, dia divonis menderita pneumonia atau radang paru-paru. Kondisi itu membuat ibu Larry Ellison memutuskan untuk menyerahkan Larry ke paman dan bibinya untuk diadopsi.

Paman dan bibi Larry Ellison bernama Louis Ellison dan Lilian Spellman Ellison, dan mereka tinggal di Chicago. Dari merekalah, kemudian Larry mendapatkan nama “Ellison”. Bersama kedua orangtua angkatnya, Larry Ellison menjalani masa kecil. Mereka tinggal di sebuah apartemen sederhana di South Shore, Chigago, yang merupakan tempat tinggal kalangan menengah ke bawah.

Larry Ellison masuk sekolah dasar di Eugene Field Elementary School, kemudian melanjutkan ke Sullivan High School. Selama di sekolah, Larry dikenal sebagai murid pintar, dan sangat menyukai matematika. Dia juga dikenal sebagai murid yang baik. Sayangnya, semua mulai berubah ketika Larry mengetahui bahwa orangtua yang selama ini mengasuhnya bukan ayah ibu kandungnya. Ketika pertama kali menyadari kenyataan itu, Larry merasa hidup telah berlaku kejam kepadanya, dan ia kecewa, serta marah.

Di sekolah, Larry masih menjadi murid berprestasi. Ia lulus dengan baik, dan melanjutkan pendidikan ke Fakultas Fisika di Illinois University. Kuliahnya di sana harus terputus, ketika ibu angkatnya meninggal dunia, dan tidak ada lagi yang bisa membiayai.

Sejak itu, Larry bekerja serabutan untuk bertahan hidup bersama sang ayah angkat. Dari bekerja serabutan, Larry berhasil menabung, dan ia kembali berharap bisa kuliah lagi. Kali ini, ia mendaftar ke Chicago University. Namun, lagi-lagi, pendidikannya harus berakhir karena masalah biaya. Ia hanya bertahan satu semester di kampus tersebut.

Menyadari tidak akan bisa kuliah karena ketiadaan biaya, Larry memutuskan untuk kursus komputer. Dia bekerja di swalayan untuk membiayai hidup dan kursusnya. Dari tempat kursus itu pula, Larry Ellison menemukan kecintaan terhadap komputer.

Lulus dari kursus, Larry Ellison mulai melamar ke berbagai perusahaan. Dia harus mengalami penolakan berkali-kali, sampai kemudian diterima di perusahaan investasi Fireman’s Fund, sebagai teknisi komputer. Di tempat itu, Larry sering memperbaiki komputer yang rusak. Ia juga menangani berbagai masalah terkait perangkat lunak. Karena ingin mengembangkan diri, Larry pindah kerja, kali ini ke Bank Wells Fargo, meski tetap sebagai teknisi komputer.

Pada 1970-an, Larry Ellison pindah kerja lagi, kali ini ke Amdahl Corporation. Tidak lama di sana, ia pindah lagi ke Ampex Corporation sebagai programmer komputer. Di Ampex Corporation, Larry terinspirasi oleh paper karya Edgar F. Codd mengenai database system, berjudul “Relational Model of Data for Large Shared Data Banks.”

Paper itu memberinya ide untuk membangun sebuah bisnis yang mengusung konsep Structured Query Language (SQL), seperti yang ditulis oleh Edgar F. Codd. Ia pun mulai mengaplikasikan konsep yang kemudian dikenal sebagai SQL tersebut ke dalam Sistem Database Server. Peristiwa itu terjadi pada 1977.

Peristiwa itu pulalah yang kemudian menjadi cikal bakal lahirnya perusahaan Oracle. Pada tahun 1977, bersama Robet Miner (CEO Ampex) dan rekannya, Ed Oates, Larry Ellison mendirikan perusahaan dengan nama Software Development Labs. Modal yang digunakan waktu itu hanya 2.000 dollar. Dua tahun kemudian, pada 1979, perusahaan itu berganti nama menjadi Relational Software Incorporation, lalu berubah lagi menjadi Oracle Corporation pada 1983.

Oracle Corporation kemudian memenangkan kontrak membangun sistem manajemen database relasional milik Central Intelligent Agency (CIA). Sukses dengan pekerjaan pertamanya, Oracle pun kebanjiran pesanan. Perusahaan-perusahaan besar macam Wright Patterson Air Force Base dan IBM segera menjadi klien mereka. Sejak itu, nama Oracle pun berkibar.

Pada perkembangannya, Oracle membuat banyak produk berbasis Non Database-Server. Pada 1990-an, perusahaan itu merilis produk berupa Application Server (Web DB, OAS), Development Tool (Oracle Developer, Oracle Designer), dan Application Suite (Oracle Apps). Semua itu menjadikan perusahaan Larry Ellison tidak hanya terkenal, namun juga disegani. Oracle bahkan kemudian menjadi perusahaan perangkat lunak terbesar kedua setelah Microsoft. Kenyataan itu tidak hanya menjadikan Oracle semakin jaya, tapi juga menjadikan pemiliknya semakin kaya.

Selain memimpin perusahaannya sendiri, Larry Ellison juga tercatat pernah menduduki jabatan direktur di Apple Computer Inc., karena memiliki saham dengan jumlah signifikan di perusahaan tersebut.

Kini, Larry Ellison tinggal di sejumlah rumah mewah di Woodside, California, senilai 110 juta dollar, selain memiliki properti di Cabron Beach, Malibu, yang dibelinya seharga 65 juta dollar. Karena menyukai golf, dia pun membeli sebuah klub elit golf di Rancho Mirage senilai 42,9 juta dollar. Dia senang tampil di hadapan publik, dan orang-orang menatap Larry Ellison sebagai bocah yang terlahir malang, namun mampu mengubah nasibnya menjadi keberhasilan.

Saat ini, Larry Ellison menjalin perkawinan dengan Melanie Craftf, seorang penulis novel, dan mereka memiliki lima orang anak.