Kisah Mars Bersaudara, Penguasa Permen dan Cokelat Terbesar di Dunia (1)

Kisah Mars Bersaudara, Penguasa Permen dan Cokelat Terbesar di Dunia

BIBLIOTIKA - Mars Bersaudara terdiri dari Forrest Edward Mars, Jacqueline Mars, dan John Franklyn Mars. Mereka adalah kakak beradik yang merupakan ahli waris Mars Inc., perusahaan permen dan cokelat terbesar di dunia. Ayah mereka, Forrest Mars Sr., adalah pendiri perusahaan tersebut. Ketika Forrest Mars Sr., meninggal dunia pada 1999, kekayaan dan perusahaannya pun diwarisi oleh ketiga anaknya. Dari warisan dan saham perusahaan, mereka memiliki kekayaan sejumlah 26,6 miliar dollar, hingga ketiganya masuk dalam daftar 100 orang paling kaya di dunia.

Forrest Edward Mars, atau yang juga dikenal dengan nama Forrest Mars Jr., lahir pada 16 Agustus 1931. Jacqueline Mars lahir pada 10 Oktober 1939, sedangkan John Franklyn Mars lahir pada 15 Oktober 1935. Bisa dibilang, mereka anak-anak yang beruntung, karena memiliki kekayaan besar tanpa harus merintis dan membangun dari awal.

Bahkan, kini, meski mereka masih duduk di dewan direksi, ketiganya tidak lagi mengurusi operasional perusahaan. Dengan kata lain, bahkan tanpa bekerja pun, mereka masih terus mendapat penghasilan besar, karena saham perusahaan dimiliki oleh mereka bertiga.

Karenanya, membahas ketiga kakak beradik itu bisa dibilang kurang menarik. Jauh lebih menarik jika kita melihat awal mula pendirian perusahaan Mars Inc., hingga bisa sebesar sekarang.

Seperti yang disebutkan di atas, Mars Inc. didirikan oleh Forrest Mars Sr. Dia lahir pada 21 Maret 1904 di Minnesota, AS. Ayah dan ibu Forrest Mars berjualan permen karamel dan cokelat. Setiap hari, mereka membuat aneka macam permen dari krim mentega di dapur kecil rumah mereka, lalu mendorong troli dan memasarkan serta menjual permen-permen itu ke toko-toko terdekat. Forrest yang waktu itu masih berusia 7 tahun, kadang membantu pekerjaan orang tuanya.

Lalu orang tua Forrest bercerai. Forrest ikut ayahnya, Frank Mars.

Suatu hari, pada tahun 1920, ketika Forrest berusia 16 tahun, dia dan ayahnya menunggu antrean obat di apotek. Karena cukup lama menunggu, mereka merasa lapar. Dari rumah, mereka telah membawa beberapa permen untuk dikunyah. Tapi rupanya permen tidak mampu memberi kenyang. Lalu mereka melihat batang cokelat di apotek, dan dari situlah muncul ide mereka untuk membuat cokelat batangan yang bisa dijadikan camilan mengenyangkan.

Sepulang dari apotek, mereka mewujudkan ide tersebut. Mereka membuat cokelat batangan, dan diberi merek “Milky Way”. Hasilnya luar biasa. Pada tahun pertama saja, total penjualannya mencapai 800.000 dollar.

Kesuksesan itu membuat mereka membangun perusahaan yang diberi nama Mars Inc. Setelah itu, mereka membuat cokelat jenis lain dengan merek “Snickers” dan “Three Musketeers”, yang juga sukses di pasar AS. Mereka menikmati hidup mewah, dari membeli rumah megah sampai memiliki arena berkuda. Namun, kemewahan itu juga menjadi awal retaknya hubungan ayah dan anak.

Forrest Mars menginginkan Mars Inc. dikelola dengan manajemen modern dan berorientasi pasar global. Tapi Frank, ayahnya, tidak setuju. Pertentangan itu semakin meruncing, ketika Forrest Mars meminta dirinya tercatat sebagai pemegang sepertiga saham perusahaan. Sekali lagi, ayahnya tidak setuju, karena menganggap si anak hanyalah karyawannya. Lebih dari itu, Frank menganggap Forrest Mars belum mampu mengelola Mars Inc., apalagi sebagai pemegang saham.

Hubungan yang memanas itu pun kemudian memuncak, dan Forrest Mars meninggalkan ayahnya. Dia pergi ke Inggris pada 1925, dan memutuskan untuk tidak lagi membantu bisnis ayahnya. Dia sakit hati karena hanya dianggap karyawan, dan dinilai tidak akan mampu mengelola perusahaan. Karenanya, Forrest Mars pun bertekad membuktikan bahwa ayahnya keliru. Dia akan membangun usaha sendiri, dengan kerja kerasnya sendiri.

Di Inggris, Forrest Mars mulai bertekad meraih cita-citanya—memiliki pabrik dan perusahaan sendiri. Tapi tentu tidak mudah. Untuk membiayai hidupnya yang sebatangkara, dia bahkan harus mencari kerja. Mula-mula, dia bekerja di perusahaan Nestle, kemudian pindah ke Tobler. Bekerja di dua perusahaan makanan itu menjadikan keterampilan Forrest Mars dalam membuat cokelat semakin terasah. Sambil terus mengumpulkan modal, ia akhirnya berhasil membangun pabrik kecil yang memproduksi cokelat, di wilayah Slough, Inggris.

Sementara itu, di Amerika, Frank Mars melanjutkan usahanya sendirian, setelah ditinggal anaknya. Dia sempat memproduksi cokelat dengan merek “Snickers” pada 1929. Namun, belum setahun menikmati kesuksesan “Snickers”, dia meninggal dunia. Wafatnya sang ayah tetap tidak membuat Forrest Mars terpanggil pulang. Dia masih sakit hati atas sikap dan penilaian ayahnya dulu. Jadi, sepeninggal Frank, perusahaan Mars Inc. dikelola orang-orang kepercayaan Frank.

Di Inggris, Forrest Mars terus berkonsentrasi membangun bisnis cokelat batangan yang diberi merek “Mars”. Cokelat itu mirip “Milky Way” yang dulu ia buat bersama ayahnya, namun cita rasa cokelatnya berbeda.

Pada 1940, Forrest Mars akhirnya pulang ke Amerika. Di AS, dia meneruskan membangun perusahaannya sendiri sambil memasarkan cokelat batangan produksinya di AS. Untuk memperbesar bisnisnya, dia menjalin kerjasama dengan Hershey Corporation, perusahaan yang sebelumnya menjadi pesaing Mars Inc., yang waktu itu dipimpin oleh Bruce Murrie, anak William Murrie Hershey, pendiri Hershey Corp. Kerjasama mereka melahirkan perusahaan baru, yang dinamai M&M Ltd., yang berarti Mars & Murrie. Forrest Mars memiliki saham sebesar 80 persen di M&M, sedangkan sisanya milik Bruce Murrie.

Lanjut ke sini: Kisah Mars Bersaudara, Penguasa Permen dan Cokelat Terbesar di Dunia (2)