Cinta itu Tidak Menyakiti

 Cinta itu Tidak Menyakiti

BIBLIOTIKA - Ya, cinta itu tidak menyakiti, karenanya, apabila perasaan cinta yang kamu rasakan bersama pacarmu justru membuatmu sedih dan tersakiti, maka itu berarti sudah tak ada cinta lagi di antara kalian.

Tentu saja hubungan cinta mengalami pasang-surut, ada kalanya penuh keceriaan dan tawa ria, ada kalanya pula dengan kesedihan karena adanya hal-hal tertentu. Namun, jika perjalanan cinta dirasa lebih banyak memberikan kesedihan dan kepedihan, sementara kebahagiaan dan kegembiraan yang dulu pernah dirasakan kini tak ada lagi, maka jangan menyakiti diri sendiri dengan terus melanjutkan hubungan itu.

Banyak orang terjebak pada pemikiran di mana dia lebih memilih punya pacar hanya karena takut diolok-olok kawan atau lingkungannya. Kemudian, ketika dia menyadari hubungan cintanya ternyata tak seindah yang diharapkan, dia pun tahu hubungan cinta itu hanya menjadikan dirinya sia-sia, namun dia terus bertahan.

Karena itu, sebelum memutuskan untuk jatuh cinta dan menjalin hubungan dengan seseorang, perhatikan dan yakinkan diri terlebih dulu untuk menjawab pertanyaan ini, “Sudahkan aku memiliki kesiapan untuk berkomitmen? Untuk membagi waktu dengan orang lain? Untuk berbagi hidup dengan seseorang?”

Tanyakan sebanyak mungkin pertanyaan kepada diri sendiri sebelum memutuskan untuk melangkah dalam sebuah hubungan cinta dengan seseorang. Karena apabila kita menjalin hubungan hanya atas dasar tidak ingin menjadi bahan omongan orang atau karena alasan lain semacam itu, maka biasanya cinta berubah menjadi sesuatu yang menyakiti—baik diri kita sendiri, maupun orang yang menjalin hubungan cinta dengan kita.

Sekali lagi, cinta itu tidak menyakiti. Karenanya, apabila kemudian di tengah jalan hubungan cinta yang kita jalin lebih banyak menimbulkan rasa sakit di hati, maka lebih baik memutuskannya daripada melanjutkan namun hanya menyiksa diri sendiri.

Berikut ini adalah tanda-tanda ketika cinta tidak lagi memberikan sesuatu yang positif bagi hidup kita, namun hanya memberikan rasa sakit. Untuk tanda-tanda di bawah ini, yang perlu dicermati adalah bahwa kita lebih baik memutuskan diri dari hubungan itu. Semakin banyak tanda berikut ini yang terdapat dalam hubungan kita, maka semakin baik kalau kita segera memutuskannya.

Sama-sama masih ingin bebas

Kamu dan pacarmu sudah memutuskan untuk menjalin suatu hubungan, namun kalian sama-sama menyadari bahwa kalian masih ingin sama-sama bebas. Kamu masih ingin bebas mengenal dan dekat dengan lawan jenismu, sebagaimana juga pacarmu menginginkan kebebasan semacam itu.

Keinginan untuk sama-sama bebas dan tak terikat lagi semacam itu bisa terjadi karena memang pada dasarnya kalian belum siap untuk menjalin hubungan, atau bisa pula karena masing-masing dari kalian mulai bosan satu sama lain di dalam hubungan itu.

Kalian selalu saja bertengkar

Setiap kali bertemu, kalian selalu saja bertengkar. Rasanya ada saja sesuatu yang menyulut pertengkaran, entah keterlambatan menjemput, tidak memberikan kabar beberapa hari, dan macam-macam hal lain yang sesungguhnya bukan hal prinsip untuk dipertengkarkan.

Adanya konflik atau pertengkaran-pertengkaran di dalam hubungan itu biasa. Namun apabila pertengkaran terjadi terus-menerus dan yang dipertengkarkan adalah bukan hal-hal prinsip namun terkesan dicari-cari, maka itu sudah menjadi tanda bahwa cinta telah menjadi sesuatu yang menyakiti.

Konflik dan pertengkaran dalam hubungan cinta bisa mengakibatkan dua hal; yang pertama bisa menjadikan hubungan itu semakin matang dan dewasa, dan yang kedua; pertengkaran itu bisa menghancurkan. Karenanya, lihat dan pelajari apakah pertengkaran dan konflik yang terjadi menjadikan kalian semakin matang dan dewasa dalam berhubungan, ataukah hanya menjadi sarana untuk saling menyakiti. Jika hasilnya adalah jawaban kedua, maka memutuskan hubungan adalah jalan yang terbaik daripada terus-menerus saling menyakiti.

Hubungan itu terlalu melelahkan

Cinta itu tidak menyakiti. Karenanya, apabila kamu telah memiliki pacar namun keberadaan pacarmu hanya menjadi beban tambahan dalam hidup yang tidak kamu inginkan, atau ketika kamu menyadari bahwa hubungan yang kamu jalin dengannya terasa melelahkan, maka itu tanda bahwa cinta yang kamu jalin bersamanya tidak lagi sehat.

Ketika kamu stres atau butuh mencurahkan isi pikiranmu, kamu tentu akan datang pada pacarmu dan mencurahkan kepadanya. Namun ketika merasakan stres seperti itu kamu tidak mampu mencurahkannya pada pacarmu, itu juga tanda bahwa di antara kalian sudah tak ada lagi hubungan yang sehat—bahwa hubungan yang kalian jalin hanya menjadi beban tambahan dalam hidup. Sampai kapan akan mempertahankan sesuatu yang tidak produktif dan tidak bermanfaat…?

Tidak dapat dipercaya

Menjalin suatu hubungan itu memerlukan saling percaya, karena di situlah letak komitmen. Karenanya, apabila di dalam suatu hubungan masing-masing sudah tidak bisa saling percaya, maka artinya hubungan itu tidak lagi memiliki komitmen yang dihormati. Dan apabila suatu hubungan terlepas dari komitmen, buat apa dilanjutkan kalau akhirnya masing-masing hanya akan saling mengkhianati?

Cinta memerlukan kepercayaan, dan dua orang yang saling menjalin cinta juga harus saling percaya serta harus saling menjaga kepercayaan. Kalau masing-masing sudah tidak lagi saling percaya, mengapa harus meneruskan hubungan dengan orang yang sudah tak bisa dipercayai lagi…?

Sekali lagi, cinta tidak menyakiti. Karenanya, apabila cinta sudah terasa menyakitkan, maka itu artinya sudah tak ada cinta lagi. Dan apabila sesuatu yang disebut ‘hubungan cinta’ sudah tak memiliki cinta lagi di dalamnya, maka sebaiknya bubarkan saja daripada masing-masingnya saling menyiksa dan terluka.