Christy Walton, Janda Paling Kaya di Dunia

Christy Walton, Janda Paling Kaya di Dunia

BIBLIOTIKA - Ada yang kaya karena hasil kerja keras, ada pula yang kaya karena warisan. Untuk hal terakhir, Christy Walton termasuk di antaranya. Semula, dia orang biasa, dalam arti bukan tokoh terkenal atau orang kaya-raya. Namanya mulai dikenal banyak orang, setelah menikah dengan John T. Walton, yang artinya juga menjadi menantu Sam Walton.

Sam Walton adalah pendiri Wal-Mart, jaringan pertokoan terbesar di dunia, serta perusahaan swasta terbesar di AS. Ketika Sam Walton wafat pada 1992, kekayaannya diwariskan kepada anak-anaknya, termasuk John T. Walton, suami Christy Walton. Nilai warisan itu mencapai 4,9 miliar dollar, dalam bentuk deviden dan penjualan Wal-Mart serta usaha lainnya.

Kemudian, pada 2005, John T. Walton tewas karena kecelakaan pesawat, dan kekayaan itu pun kemudian diwarisi oleh Christy Walton. Warisan kekayaan yang diperoleh Christy Walton termasuk 12,2 persen saham di Wal-Mart, dan sekitar 25 juta saham First Solar, perusahaan produsen panel surya. Nilai warisan itu semula 15,7 miliar dollar, dan aset itu terus berkembang sampai sekarang, hingga nilai kekayaan Christy Walton pun mencapai 41,7 miliar dollar, dan dia dikenal sebagai wanita paling kaya di dunia.

Sebagai jaringan ritel terbesar di dunia, Wal-Mart kini memiliki penjualan tahunan senilai 405 miliar dollar, 2 juta pegawai, dan lebih dari 8.400 toko yang tersebar di berbagai negara. Secara luas, Wal-Mart diakui sebagai perusahaan publik terbesar di dunia. Sementara First Solar, perusahaan energi alternatif yang didirikan mendiang suami Christy Walton, terus mengalami kenaikan nilai saham, bahkan melonjak hingga 350 persen sejak sahamnya dilepas ke publik pada 2006. Di luar itu, Christy Walton juga memiliki saham di Arvest Bank.

Christy Ruth Walton lahir pada 8 Februari 1949, di Kota Jackson, negara bagian Wyoming, Amerika Serikat, dan sekarang tinggal di kota kelahirannya bersama Lukas Walton, satu-satunya anak hasil perkawinannya dengan John T. Walton. Meski bisa dibilang sebagai pemilik jaringan ritel Wal-Mart, karena menjadi pemegang saham utama, namun Christy Walton tidak terlibat dalam operasional perusahaan, juga tidak duduk dalam dewan atau komisaris perusahaan. Sebaliknya, dia memilih menjadi ibu rumah tangga, dan menggunakan waktunya untuk aktivitas filantropi.

Selama kurun waktu 2002 sampai 2006, Christy Walton telah menyumbangkan kekayaannya hingga 16,2 miliar dollar untuk membantu sesama. Pada 2006, Christy Walton juga rela menyumbangkan rumah tua miliknya untuk International Community Foundation, juga membantu yayasan keluarganya, The Walton Family Charitable Support Foundation, untuk terus bergerak mendukung pendidikan dan perguruan tinggi seperti College of Business Administrsion University of Arkansas. Pada 2007, yayasan keluarga tersebut menyumbangkan dana hingga 1,6 miliar dollar.

Christy Walton juga rutin menyumbang The San Diego Natural History Museum, Zoological Society San Diego, dan Museum Internasional Mingei. Atas aktivitas filantropinya, Christy Walton dinobatkan sebagai wanita paling dermawan oleh majalah Conde Nast Portfolio.

Selain terkenal sebagai filantropis yang murah hati, Christy Walton juga dikenal sebagai salah satu sosok dinamis yang paling memukau di era sekarang. Dia memiliki jejaring sosial politik yang luas di seluruh AS dan kawasan sekitarnya. Di antara lingkaran lembaga nirlaba, ia diketahui terhubung dengan The Philanthropy Roundtable, Trustees and Staff Association, San Diego Natural History Museum, dan Corporate Giving Officers. Ia juga menduduki jabatan dalam dewan San Diego National Museum. Untuk semua aktivitasnya tersebut, majalah Forbes menyebutnya sebagai salah satu wanita paling berpengaruh di dunia.