Biografi Michael Bloomberg, Miliuner yang Kontroversial

 Biografi Michael Bloomberg, Miliuner yang Kontroversial

BIBLIOTIKA - Michael Bloomberg adalah sosok kontroversial. Dia menjadi pengusaha yang sukses setelah dipecat dari tempat kerjanya, menjadi wali kota New York yang bersedia dibayar 1 dollar per tahun, dikenal sebagai pendukung utama kampanye antirokok, tapi juga diketahui sebagai orang yang setuju kloning terhadap manusia, dan mendukung legalisasi aborsi serta perkawinan sesama jenis.

Dia lahir pada 14 Februari 1942, dengan nama lengkap Michael Rubens Bloomberg. Orangtuanya adalah keluarga kelas menengah, dan mereka tinggal di Medford, Massachusetts. Pada 1964, Michael Bloomberg kuliah di Johns Hopkins University dan mempelajari teknik elektro. Dua tahun kemudian, dia juga kuliah di Harvard University hingga memperoleh gelar Master of Business Administration.

Lulus kuliah, pada 1973, Michael Bloomberg bergabung dengan Salomon Brothers, sebuah bank investasi di Wall Street. Ketika Salomon Brothers diakuisisi perusahaan lain pada 1981, Michael Bloomberg dipecat, dan diberi pesangon sebesar 10 juta dollar. Dengan uang pesangonnya itu, Bloomberg mendirikan perusahaan bernama Innovative Market Systems, yang menjual layanan perangkat lunak finansial dan informasi keuangan kepada perusahaan-perusahaan Wall Street.

Satu tahun sejak berdiri, pada 1982, Merrill Lynch menjadi perusahaan pertama yang jadi pelanggan Innovative Market Systems. Masuknya Merrill Lynch ke perusahaan tersebut menjadikan Innovative Market Systems memperoleh dana sebesar 30 juta dollar. Lima tahun kemudian, pada 1986, Innovative Market Systems berganti nama menjadi Bloomberg LP. Satu tahun sejak itu, pelanggannya makin banyak, dan Bloomberg LP mulai membuat produk-produk tambahan, di antaranya Bloomberg Tradebook (platform trading), Bloomberg Messaging Service, dan PR Wire Bloomberg.

Pada 2009, Bloomberg LP telah memiliki lebih dari 250.000 terminal layanan informasi ke seluruh penjuru dunia, juga memiliki usaha berupa radio jaringan, yang saat ini memiliki stasiun utama bernama WBBR-1130 AM di New York. Selain itu, Bloomberg LP juga memiliki berbagai anak perusahaan, yang meluncurkan layanan berita, radio, televisi, internet, dan penerbitan. Bloomberg Financial Markets adalah distributor global berbasis multimedia layanan informasi, yang menggabungkan berita, data, dan analisis untuk pasar keuangan global dan bisnis.

Pada 2001, Michael Bloomberg terjun ke dunia politik. Semula, dia adalah anggota Partai Republik, lalu pindah ke Partai Demokrat. Melalui Partai Demokrat, dia terpilih menjadi wali kota New York pada 2001, dan kembali terpilih pada 2005. Yang unik, Bloomberg bersedia digaji 1 dollar per tahun selama menjadi wali kota New York. Kenyataan itu tentu karena dia sudah sangat kaya, sehingga tidak butuh lagi gaji dari jabatannya sebagai wali kota. Dari semua bisnisnya saja, dia telah memiliki kekayaan mencapai 35,5 miliar dollar, yang menempatkannya sebagai salah satu dari 100 orang paling kaya di dunia.

Seperti kebanyakan orang-orang super kaya, Michael Bloomberg juga terlibat dalam aktivitas filantropi. Selain menjadi pendukung utama kampanye antirokok, aktivitas filantropi Bloomberg didedikasikan untuk tujuan meningkatkan pendidikan, penelitian medis, dan seni. Pada 1997, Bloomberg juga menerbitkan otobiografinya, berjudul Bloomberg Bloomberg, yang seluruh royaltinya disumbangkan kepada Committee to Protect Journalists atau Komite Perlindungan Wartawan.

Kepada Universitas Johns Hopkins, Michael Bloomberg memberikan sumbangan lebih dari 300 juta dollar, hingga dia diangkat sebagai ketua dewan pembina di perguruan tinggi tersebut.

Sementara itu, yayasan amal miliknya, Bloomberg Family Foundation, menyumbang dalam jumlah yang makin besar setiap tahun. Pada 2004, yayasan itu menyumbang hingga 138 juta dollar. Pada 2005, sumbangannya naik menjadi 144 juta dollar, naik lagi menjadi 165 juta dollar pada 2006, dan kembali naik menjadi 205 juta dollar pada 2007. Karena hal tersebut, Michael Bloomberg pun menjadi filantropi terbesar ke-7 di Amerika Serikat.

Dalam kehidupan pribadi, Michael Bloomberg menikah dengan Susan Brown pada 1975. Perkawinan mereka menghasilkan dua anak perempuan, bernama Emma dan Georgina. Kedua anak mereka sempat menjadi bintang dalam sebuah film dokumenter berjudul Born Rich, yang menceritakan kehidupan anak-anak yang terlahir sangat kaya. Sayangnya, perkawinan mereka harus berakhir cerai, akibat Michael Bloomberg diisukan terlibat skandal dengan wanita lain, Diana Taylor, seorang mantan pengawas perbankan di New York.