Biografi Lee Shau Kee, Penguasa Real Estate Hong Kong

 Biografi Lee Shau Kee, Penguasa Real Estate Hong Kong

BIBLIOTIKA - Lee Shau Kee adalah pemimpin Henderson Land Development, pengembang real estate terbesar di Hong Kong, dan menjadi salah satu orang terkaya di Asia, bahkan di dunia. Dia lahir pada 29 Januari 1928 di Shunde, Guangdong, Cina. Ayahnya seorang pedagang emas dan perak, yang mendirikan toko di Guangzhou. Keadaan keluarga mereka bisa dibilang baik-baik saja, sampai kemudian pecah Perang Dunia II.

Pada 1948, Lee Shau Kee pindah ke Hong Kong sebagai pengungsi, dengan membawa uang sejumlah 1.000 yuan. Di Hong Kong, Lee Shau Kee mencoba berbisnis tukar menukar mata uang. Ia memperoleh banyak uang dari bisnis tersebut.

Banyak warga kaya yang datang ke Hong Kong, dan menyebabkan harga emas terus meningkat. Dua tahun kemudian, pada 1950, dia mendirikan bisnis perdagangan ekspor impor. Meski perlahan, bisnis itu terus berkembang. Pada 1958, Lee Shau Kee membeli saham perusahaan properti Yong Ye Group, dan tidak lama kemudian dia terjun ke bisnis real estate.

Lee Shau Kee mendirikan perusahaan real estate pada 1963, dengan nama Sung Hung Kai Properties. Sepuluh tahun kemudian, seiring usahanya yang makin berhasil, ia memutuskan menata ulang perusahaan miliknya di dalam sebuah group dengan berbagai aktivitas. Hasilnya adalah Henderson Land Development Company, perusahaan yang membawahi beberapa jenis usaha lain. Hingga saat ini, Sun Hung Kai Properties, di bawah Henderson Land Development Company, menjadi salah satu pengembang real estate terbesar di Asia.

Pada 1981, group perusahaan Lee Shau Kee mulai masuk di Hong Kong Stock Exchange. Pada 1985, Lee Shau Kee mengakuisisi perusahaan investasi Wing Tai, yang kemudian ia ubah namanya menjadi Henderson Investment. Kemudian, pada 1989, dia memperluas bidang usahanya dengan meluncurkan pusat perbelanjaan Citistore. Pada 1992, ia menggabungkan bisnis hotel ke dalam group perusahaannya. Pada 1995, ia mendirikan Megastrength, sebuah perusahaan jasa pengamanan.

Di luar semua itu, Lee Shau Kee juga memiliki perusahaan perhotelan, perbankan, dan mengembangkan bisnis energi dengan nama Hong Kong and China Gas Company Limited (Towngas). Perusahaan tersebut memasok 85 persen kebutuhan gas rumah tangga di Hong Kong. Di Cina, dia melakukan usaha kerja sama dalam bidang air minum dan pembuangan limbah.

Lee Shau Kee juga menjalin kerjasama dengan perusahaan DKNY Jeans dalam bidang pemasaran pasar ritel mewah di Cina. Selain berbagai bisnis yang telah disebut, di bawah bendera Henderson Land Development Company, dia juga memiliki Miramar Hotels; CentreStage; AIA Tower; Manulife Tower, dan World Financial Centre.

Dengan segala kepemilikan dan aktivitas kinerjanya, kekayaan Lee Shau Kee menyertai pertumbuhan ekonomi Hong Kong. Ia menjadi pemain utama di dalam ekonomi regional. Sampai saat ini, Lee Shau Kee masih menjadi direktur utama Henderson Land Development Company.

Kini, setelah terkenal sebagai orang super kaya di Asia, bahkan di dunia, Lee Shau Kee mulai membentuk yayasan amal, yang ia namai Lee Shau Kee Foundation. Yayasan amal itu menyediakan beasiswa, bantuan rehabilitasi sekolah, dan donasi kepada universitas di seluruh dunia. Pada 1982, Lee Shau Kee juga mendirikan Yayasan Pendidikan Pei Hua di Cina, dengan tujuan meningkatkan mutu tenaga kerja di negara tersebut. Dengan bantuan pemerintah pusat Cina, dia memberi training keterampilan kepada 1 juta petani, dan 10 ribu dokter pedesaan di Cina.

Sementara itu, di Hong Kong, Lee Shau Kee membantu dunia pendidikan Hong Kong dengan mendirikan Chinese University of Hong Kong. Sejak didirikan pada 1977, Lee Shau Kee secara rutin menyuntikkan dana ke lembaga tersebut, bahkan menjadi anggota Dewan Penasihat Program MBA. Dia juga salah satu sponsor utama Sekolah Lee Shau Kee HKICC, setelah menyumbangkan lebih dari 20 juta dollar melalui Lee Shau Kee Foundation. Atas jasa-jasanya dalam pengembangan dunia pendidikan, Lee Shau Kee dianugerahi gelar doktor kehormatan untuk Ilmu Pengetahuan Sosial.

Lee Shau Kee terkenal sangat menghargai keluarganya. Hal itu sangat tampak dalam perusahaannya yang sangat berorientasi keluarga. Dia melibatkan 10 orang familinya dalam perusahaan, dan saham mayoritas perusahaan juga dimiliki oleh keluarganya. Meski begitu, Lee Shau Kee tidak mampu mempertahankan perkawinannya dengan Lau Wai-kuen, wanita yang telah menjadi istrinya selama 15 tahun. Mereka bercerai pada 1981, dan sampai saat ini Lee Shau Kee tidak berminat menikah lagi.

Dalam sebuah biografi yang ditulis Leung Fung-yee, Lee Shau Kee menyatakan, “Saya tidak mau menikah lagi, karena takut wanita hanya melihat uang saya.”

Sehari-hari, di luar jam kerja, Lee Shau Kee menikmati waktunya dengan anak-anak, serta bermain dengan cucu-cucunya.