10 Ucapan yang Sebaiknya Tak Diucapkan kepada Pacar (Bagian 2)

 10 Ucapan yang Sebaiknya Tak Diucapkan kepada Pacar

BIBLIOTIKA - Sering kali, mungkin karena terlalu lama berkencan bersamanya sementara kita masih memiliki kegiatan atau pekerjaan lain yang harus dilakukan, kita pun gelisah atau setidaknya menunjukkan sikap jemu bersamanya. Sebisa mungkin hindari sikap semacam itu. Lebih baik jika kita terus-terang menyatakan kepadanya (dengan santun dan manis) bahwa kita masih harus mengerjakan tugas kita, dan bagaimana kalau kencan diputuskan dulu sampai di sini untuk nanti disambung lagi?

Meskipun mungkin cewek yang menjadi pacar kita akan tersinggung dengan ucapan itu, setidaknya ia akan memahami apa yang menjadi masalah kita, daripada kalau kita menguap sambil mendesah, “Aku bosan…”

Jangankan menyatakannya secara langsung, bahkan kalau kita tutup mulut sama sekali pun, cewek biasanya akan tahu kalau kita tengah bosan atau sudah merasa bosan—ketika bersamanya.

Ucapan Ketujuh:
“Kamu seperti ibumu.”

Ucapan semacam itu bisa mengandung makna positif namun juga bisa menimbulkan kesan negatif. Kalau tujuan kita adalah untuk memuji kecerdasannya, dan kebetulan ibu pacar kita terkenal sebagai wanita cerdas, mungkin memang tak masalah menggunakan ungkapan semacam di atas untuk menunjukkan bahwa pacar kita tidak kalah dengan ibunya.

Hanya saja, tentu kesan ucapannya akan menjadi lebih positif, jika diganti menjadi, “Kamu sehebat ibumu,” atau, “Kamu secerdas ibumu.”

Ucapan-ucapan semacam itu tentu dapat diterima sebagai ucapan yang menyiratkan kandungan positif, dan tentu saja pacar kita mungkin dapat menerimanya. Namun, ucapan netral seperti, “Kamu seperti ibumu,” adalah ucapan yang berbahaya, karena lebih menyiratkan kesan negatif daripada kesan positif.

Ucapan itu bisa membuat seorang cewek menjadi jengkel karena dua hal. Pertama, ucapan itu menyiratkan kalau kita tengah membandingkannya dengan ibunya, dan cewek tidak pernah suka jika dibanding-bandingkan. Kedua, karena ucapan itu secara tak langsung membuat cewek akan berpikir bahwa dia memiliki seluruh sisi negatif ibunya—setidaknya usianya. Ucapan, “Kamu seperti ibumu,” bisa saja diartikan, “Kamu sudah setua ibumu.”

Ucapan Kedelapan:
“Tidak usah emosi.”

Kita tahu cewek makhluk yang emosional, namun cewek tidak suka jika sisi emosionalnya diingatkan atau dinyatakan terus-terang. Cewek mungkin menangis saat menonton film yang sedih, atau marah ketika melihat kita tengah berdekatan dengan cewek lain, dan itu dengan jelas menunjukkan kalau dia emosional. Namun cewek tidak suka kalau diingatkan, “Tidak usah emosi…”

Barangkali itu salah satu kata yang paling tidak disukai oleh cewek, yang berada di daftar paling atas, meskipun sering kali tidak disadari oleh cewek sendiri.

Ketika kita bertengkar dengan cewek yang menjadi pacar kita, dan kemudian kita menyatakan kata-kata itu, apa yang biasanya menjadi reaksi umum pacar kita? Benar, dia akan menangis! Dan itulah sisi emosionalnya. Jadi, untuk apa menyatakan agar dia tidak usah emosi?

Cewek adalah makhluk emosi. Dan kita tidak perlu mengingatkannya untuk tidak emosi. Sebagaimana bom yang diciptakan untuk meledak, dia akan tetap saja meledak meskipun kita sudah mengingatkannya agar tidak meledak!

Ucapan Kesembilan:
“Aku tidak suka pakaianmu.”

Sering kali, karena bertujuan ingin menyenangkan hati pacar, kita pun kemudian menyatakan kata-kata yang menyenangkan hatinya, baik langsung ataupun lewat SMS, e-mail, atau media lainnya. Kata-kata yang menyenangkan itu bisa saja yang memuji kecantikannya, keramahannya, kebaikan hatinya, ataupun hal-hal lain yang bernilai positif darinya.

Terkadang, kata-kata itu tidak realistis, karena lebih bersifat rayuan. Namun aneh bin ajaib, cewek pacar kita tetap saja menyukainya—terlepas apakah rayuan itu sesuai dengan dirinya atau tidak—selama rayuannya tidak terlalu bombastis atau kelihatan gombalnya.

Karena hal itulah kemudian sampai muncul ungkapan yang menyatakan bahwa cewek suka dibohongi. Tentu saja cewek akan marah kalau dibilang mereka suka dibohongi. Tetapi, disadari atau tidak, sering kali cewek memang suka dibohongi. Ketika kita menyatakan, “Kamu memiliki senyum yang menawan,” dia akan menyukai pujian itu meskipun mungkin dia tahu betul senyumnya biasa-biasa saja.

Cewek selalu menginginkan dirinya merupakan sosok keindahan, karenanya dia ingin selalu diyakinkan bahwa dia benar-benar indah. Ketika dia merias dirinya, berdandan dan berpenampilan, seperti apa pun, dia ingin kita menganggapnya cantik dan indah dan mempesona dan istimewa. Meskipun mungkin kenyataannya tidak seperti itu, dia tidak menginginkan jawaban itu.

Salah satu hal yang amat peka menyangkut hal ini adalah pakaian. Jangan pernah menyatakan hal buruk atau negatif tentang pakaiannya, karena cewek menganggap pakaian adalah segala-galanya. (Ingat, salah satu hobi cewek di mana pun adalah belanja, dan salah satu belanja terbesar cewek adalah pakaian!). Karenanya, sebisa mungkin tutuplah mulut menyangkut pakaiannya, dan jangan sampai berkomentar yang negatif tentang hal itu, meskipun mungkin dia menanyakan bagaimana komentar kita.

Kalau kita memang tidak menyukai beberapa model pakaiannya (mungkin karena terlalu terbuka atau karena terlalu meriah hingga mengundang perhatian), kita bisa menggunakan cara yang lebih aman. Misalnya, berikanlah pujian ketika dia mengenakan pakaian yang kita sukai, namun diam sajalah ketika dia mengenakan pakaian yang tidak kita sukai. Dengan cara halus seperti itu, cewek yang menjadi pacar kita pun akan menyadarinya sendiri dengan nalurinya yang peka.

Selain itu, hindari pula memberikan komentar-komentar lain yang tak jauh beda dengan itu, yang juga menyiratkan makna negatif atau yang sekiranya akan membuatnya tidak suka, semisal tentang berat tubuhnya, jerawat di wajahnya, ataupun hal-hal lain semacam itu.

Kalau suatu hari dia bertanya, “Apakah aku tampak gemuk?” Maka sebaiknya jawab saja tidak, meskipun kenyataannya dia mungkin memang bertambah gemuk.

Barangkali cewek pacar kita menyadari berat badannya telah bertambah beberapa kilo, namun dia ingin dibuat nyaman dengan pernyataan kita yang menyatakan bahwa dia tidaklah bertambah gemuk. Pendeknya, biarkan dia tahu sendiri apa yang mungkin menjadi kekurangannya, tanpa harus kita ingatkan secara langsung.

Ucapan Kesepuluh:
“Keluargamu benar-benar kacau.”

Sekali lagi, kalau kita bisa menerima seorang cewek sebagai pacar kita, mengapa kita tidak bisa menerima hal-hal lain yang juga menjadi bagian dari kehidupan cewek tersebut…?

Konsepnya, sekali lagi, menggunakan dasar psikologi cewek. Cewek adalah sosok yang emosional, dan dia akan menilai serta menganggap segala yang ada dalam hidupnya secara emosional. Termasuk dalam hal ini adalah keluarganya. Cewek pacar kita tidak ingin diingatkan bahwa kita tidak menyukai keluarganya, dengan ucapan-ucapan yang tersirat ataupun tersurat. Karenanya, sebisa mungkin hindari ucapan semacam itu jika tidak ingin menimbulkan pertengkaran.

Barangkali keluarga si cewek memang kacau dan berantakan, dan cewek pacar kita pun menyadari hal itu, namun diam sajalah dan tak usah mengomentari hal itu karena hanya akan menyakiti perasaan pacar kita.

Yang perlu diingat untuk dijadikan kunci dalam menghadapi cewek adalah ini; jika menyangkut kebaikan dan hal-hal positif menyangkut dirinya, cewek selalu menyukai jika diingatkan, meskipun dia telah sangat mengetahuinya, dan dia tak akan pernah bosan mendengarnya.

Namun, jika menyangkut keburukan atau hal-hal negatif menyangkut dirinya (baik langsung ataupun tak langsung), cewek selalu tidak menyukai jika diingatkan, meskipun mungkin dia juga telah mengetahuinya, dan dia akan marah jika mendengarnya.