10 Kunci Mengatasi Patah Hati

 10 Kunci Mengatasi Patah Hati

BIBLIOTIKA - Konon, di negeri Paman Sam ada pepatah yang berbunyi, “Broken heart is the most trouble desease which refuse all medicine.” Patah hati adalah penyakit kronis yang menolak segala jenis obat. Apakah kamu percaya...?

Barangkali, bagi yang belum pernah patah hati akan bilang, “Apa iya?” Tetapi bagi yang pernah mengalami patah hati atau putus cinta tentu akan manggut-manggut dan setuju dengan pepatah itu.

Nah, buat kamu yang saat ini tengah broken heart alias patah hati atau putus cinta, tip berikut ini sangat berhubungan denganmu, sebagai upaya untuk meredakan sakit yang tengah kamu derita. Ada sepuluh kunci yang bisa kamu pakai untuk menghadapi perasan sedih karena ditinggal pacar. Mau tahu?

Berdamai dengan diri sendiri

Jangan menyalahkan dirimu sendiri sebagai penyebab putusnya cinta yang telah kamu jalin. Pahami sajalah bahwa putus cinta dan patah hati adalah risiko sebuah hubungan pacaran. Menangislah kalau kamu menginginkan, habiskanlah semua beban yang menghimpit dalam dadamu. Tapi kesedihan itu tidak boleh berlarut-larut, karena malam yang paling gelap pun pasti menjemput pagi.

Hindari membuat keputusan-keputusan besar

Saat sedih karena patah hati, emosi biasanya masih sangat labil dan tidak pasti. Gunakan waktu-waktu itu hanya untuk bersantai dan mengerjakan hal-hal yang ringan saja. Pendek kata, jangan membuat keputusan yang terlalu cepat, apalagi sampai timbul niat untuk bunuh diri atau bunuh si dia. Hehe....

Pahamilah bahwa putus cinta itu wajar

Jangankan baru pacaran, yang sudah menikah dan punya banyak anak pun bisa cerai. Jadi, jangan terlalu disedihkan. Yakinkan dirimu sendiri bahwa kamu pasti bisa menyelesaikan persoalan ini, dan menjalani hidup baru yang lebih fresh. Ingat kata Shaden dalam lagu lamanya, dunia belum berakhir...!

Merenunglah 

Nikmati saja semua kondisi kehilangan dan kesendirian itu. Kata banyak orang, hidup sendiri itu lebih nikmat, bisa bebas melakukan apa saja tanpa ada yang melarang. Untuk itu, berlama-lamalah berbicara dengan diri sendiri, renungkan dan intospeksi diri. Itu semua akan menjadi penawar rasa sakit yang menyembuhkan, sekaligus akan menjadi bekal di masa depan kalau kamu ingin merajut tali cinta yang baru.

Bicaralah dengan orang-orang yang kamu percayai 

Dari mereka biasanya kamu akan mendapatkan kata-kata bijak yang terasa menghibur di hati. Paling tidak, mengadulah kepada ayah, ibu, kakak, atau siapa saja anggota keluarga yang kamu anggap paling konsern.

Temui kawan-kawan lama dan kumpullah dengan mereka

Bernostalgia dengan teman-teman biasanya dapat membawa kita kembali ke masa lalu yang indah dan lucu, hingga kita bisa sejenak melupakan saat ini. Atau, pergilah dengan sahabat-sahabat dekatmu saat ini yang bisa membantumu tersenyum, bahkan tertawa lebar. Lupakan masalah yang tengah kamu hadapi, dan bicaralah tentang hal-hal baru.

Jangan melarikan diri dengan cinta lain 

Orang yang baru putus cinta biasanya cenderung ingin cepat-cepat punya pacar lagi untuk menepis kesendirian. Salah besar itu. Karena pelarian tersebut tidak akan menyembuhkan, tetapi justru akan menimbulkan masalah baru.

Menulislah 

Jika kamu merasa benci banget dengan pacar yang baru putus ini, tulislah semua kebencian itu pada secarik kertas. Tulis juga semua uneg-uneg yang bikin kamu dongkol dan super bete. Lalu bakarlah kertas itu. Ini akan membantu menyalurkan emosimu.

Manjakan  dirimu 

Dengan  tidak  memiliki pacar, kamu jadi bebas melakukan apa saja. Kalau dulu pacarmu selalu melarang naik gunung, umpamanya, kini kamu bebas melakukannya. Dengan mengerjakan yang kamu suka, itu akan membuatmu bahagia sekaligus memperbaiki mood yang lagi rusak. Selain itu, siapa tahu dengan mengerjakan hobimu itu kamu bisa meraih prestasi baru?

Tetaplah optimis

Ingat-ingat pesan Mama Kartini, habis gelap terbitlah terang. Tidak ada kebahagiaan abadi, begitu pula tidak ada kesedihan abadi. Bangkitlah untuk menjalani hidup baru yang lebih terarah, dan tersenyumlah. Dunia tidak selebar celana kolor. Dan satu hal yang harus diingat, jangan trauma. Tetaplah meyakini bahwa cinta itu indah. Hanya saja kamu belum menemukan cinta yang sebenarnya. Tapi suatu saat nanti, kamu pasti kan memliki. Tersenyumlah, dan dunia akan tersenyum bersamamu!