Kulit Putih Ternyata Rentan Terkena Kanker Kulit

 Kulit Putih Ternyata Rentan Terkena Kanker Kulit

BIBLIOTIKA - Kulit merupakan bagian tubuh paling luar. Sengatan sinar matahari, pasti yang akan merasakan adalah tubuh kita di bagian kulit terlebih dahulu.

Bukan merupakan suatu hal yang aneh lagi jika suatu saat, kulit kita bisa terkena kanker kulit. Kanker kulit ialah tumor ganas yang terletak di kulit. Penyakit ini ditandai dengan pertumbuhan sel-sel kulit yang tidak terkendali, dapat merusak jaringan di sekitarnya, dan mampu menyebar ke bagian tubuh yang lain.

Kanker kulit mempunyai banyak macam dan faktor penyebab. Selain itu, kanker kulit terbagi menjadi beberapa macam. Jenis yang paling sering terdapat yaitu karsinoma sel basal (KSB), karsinoma sel skuamosa (KSS), dan melanoma maligna (MM).

Bentuk kanker kulit pada karsinoma sel basal adalah tampak tumor dengan luka di tengah dan tepinya, yang terdiri atas bintil-bintil berkilat, seperti mutiara berwarna hitam. Untuk bentuk karsinoma sel skuamosa, tampak luka luas yang tidak sembuh-sembuh dengan tepi yang menimbulkan berbenjol-benjol, serta luka dengan dasar jaringan granulasi.

Adapun bentuk dari melanoma maligna yang berasal dari tahi lalat yang luas sejak lahir, tampak benjolan dengan tepi yang tidak teratur. Tampak juga anak sebar melanoma pada kulit. Gejala yang dapat diketahui pada pasien yang mengalami kanker kulit di antaranya terdapat benjolan, luka yang semakin membesar yang merusak jaringan sekitar, timbul luka yang tidak beraturan, dan terkadang menimbulkan bau.

Faktor risiko kanker kulit ini terdiri atas faktor eksternal dan internal. Faktor dari luar (eksternal) itu di antaranya sinar ultraviolet yang berasal dari sinar matahari, atau sinar pengion dari sinar X atau radiasi, bahan kimia, misalnya arsen, hidrokarbon aromatik polisiklik, dan virus, di antaranya virus papiloma humanus.

Sementara untuk faktor risiko dari dalam (internal) adalah karena daya tahan tubuh, kelainan kulit sebelumnya, seperti tahi lalat biasa atau tahi lalat yang luas sejak lahir, luka yang tidak sembuh-sembuh, penyakit genetik pada kulit, yaitu xeroderma pigmentosum dan albinisme, adanya materi pembawa sifat yang dapat menyebabkan kanker (onkogen dan gen supresor tumor).

Di antara sekian banyak faktor penyebab yang bisa menjadi pencetus, penyebab utamanya adalah mutasi sinar ultraviolet atau mutasi dari DNA yang ada di dalam sel. Hal tersebut terjadi karena yang sering terkena sinar matahari adalah kulit. Selain itu juga, orang yang sering memutihkan kulit juga rentan terkena penyakit ini.

Dalam proses pemutihan kulit, maka akan membuat pigmen pada kulit seseorang menjadi menipis, atau bahkan pigmennya hilang, dan melanin berkurang. Dari hal tersebutlah, maka seseorang yang sering melakukan proses pemutihan kulit rentan terkena kanker kulit.

Mendeteksi adanya kanker kulit bisa dilakukan dengan cara memeriksa kulit sendiri. Caranya, dengan memeriksa kulit mulai kulit kepala, muka, leher, tengkuk, lengan, badan (dada, perut, punggung, dan pantat), tungkai sampai telapak kaki. Periksa dengan menggunakan cermin setinggi tubuh dan cermin kecil (bila melihat bagian belakang tubuh) dalam ruangan yang berpenerangan baik.

Jika Anda berkonsultasi ke dokter, maka penyakit kanker kulit bisa dilakukan diagnosis dengan cara yang berbeda-beda, tergantung masalah si pasien. Cara pendiagosisannya bisa dilakukan secara langsung atau bisa dengan menggunakan alat laboratorium. Jika terdapat luka yang tidak kunjung sembuh, semakin melebar dan lukanya hitam, maka disarankan untuk segera memeriksakan ke dokter spesialis kulit.

Pengobatan kanker pada umumnya sama, yaitu dengan satu atau kombinasi beberapa cara berikut pembedahan (operasi), penyinaran (terapi radiasi), kemoterapi (obat pembunuh sel kanker), imunoterapi (meningkatkan daya tahan tubuh), targetted therapy (pengobatan kepada salah satu penyebab kanker), dan kombinasi pengobatan di atas.

Jika melakukan aktivitas di luar ruangan, hendaknya menggunakan pelindung kulit dengan jenis apa pun, bisa dengan topi, payung atau krim pelindung yang juga harus diperhatikan ketahanan, ketebalan, serta fungsi dari krim pelindung itu sendiri.

Kanker kulit bisa terserang pada semua orang, baik laki-laki maupun perempuan. Semakin lanjut usia seseorang, semakin besar kemungkinannya terkena kanker kulit. Orang yang berkulit putih lebih mudah terkena daripada orang yang berkulit gelap. Mereka yang sering terkena sinar matahari lebih besar kemungkinannya menderita kanker kulit.

Kanker kulit banyak menyerang orang yang berkulit putih karena kadar melanin yang dimiliki oleh orang berkulit putih lebih sedikit. Selain itu, bisa juga karena kebiasaan berjemur tanpa menggunakan sunscreen.

Yang juga patut diperhatikan, semua orang bisa terkena kanker kulit. Karena itu, banyak-banyaklah mengonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin C dan vitamin E sebagai antioksidan untuk mencegah radikal bebas dan proses peremajaan kulit. Banyak mengonsumsi sayur dan buah segar, dan hindari pemakaian kosmetik kulit yang mengandung zat kimia berbahaya (merkuri dan lain-lain) adalah cara lain agar terhindar dari kanker kulit.