Hal-hal Menyebalkan di Dunia Blog (2)

  Hal-hal Menyebalkan di Dunia Blog

BIBLIOTIKA - Mungkin terdengar klise kalau kita mendengar ajaran ngeblog yang baik, semisal memperbaiki konten dan lain-lain. Tapi ajaran itu tak pernah lekang. Cara terbaik untuk mendatangkan pengunjung ke blog—kalau memang menginginkan banyak pengunjung—adalah dengan menulis konten yang baik. Kalau konten sudah baik, tidak usah repot nyepam pun pengunjung akan datang sendiri.

Omong-omong soal link spam, saya bahkan tidak berminat pada blog yang melakukan cara semacam itu. Dulu, misanya, saya menyukai sebuah blog yang saya anggap bagus, bahkan saya pernah berkomentar di blognya. Tapi setelah mendapati blog itu ternyata rajin mengirim link spam, saya langsung muak. Sejak itu, saya malas mengunjungi blognya, dan tak pernah berminat lagi melihat isinya.

Respons komentar 

Ada blogger yang sangat ramah. Untuk setiap komentar yang ada di kotak komentarnya, dia membalas satu per satu dengan baik dan ramah, sehingga orang yang berkomentar merasa dihargai. Biasanya, blog milik blogger yang ramah semacam itu rutin dikunjungi orang lain. Meski mungkin posting atau konten di blognya biasa-biasa saja, tapi keramahannya membuat orang suka berkunjung ke blognya.

Ada pula blogger yang ramah, tapi tidak bisa membalas setiap komentar yang ada, karena banyaknya komentar di setiap postingnya. Biasanya hal itu terjadi pada blog terkenal, sehingga banyak pengunjung, dan banyak pula yang berkomentar. Karenanya wajar kalau si empunya blog kewalahan jika harus membalas satu per satu. Namun, biasanya, dia akan membalas jika suatu komentar memang membutuhkan jawaban atau balasan.

Kemudian, ada pula jenis blogger lain, yang “setengah ramah”. Blogger jenis ini bisa ditandai dari kebiasaannya menjawab di kotak komentar. Jika yang berkomentar di blognya adalah orang yang dia kenal, dia akan menjawab dengan baik dan ramah. Tapi kalau yang berkomentar tidak dia kenal, dia pun menjawab dengan dingin, atau bahkan tidak menjawab sama sekali. Jadi, meski komentar di blognya cuma segelintir, dia hanya akan menjawab komentar-komentar dari orang yang dia kenal.

Tentu saja itu hak masing-masing blogger. Mau ramah, mau setengah ramah, atau bahkan mau sok artis, itu hak masing-masing orang. Cuma, kalau kita telah menyediakan kotak komentar di blog, kita juga perlu menyadari bahwa kotak komentar tak jauh beda dengan ruang tamu. Saat ada yang datang, kita punya kewajiban menghormati. Jika orang menulis komentar dengan baik, dalam arti bukan spam, apalagi komentar itu membutuhkan respons/balasan/jawaban, kita punya kewajiban moral untuk merespons.

Nah, untuk bagian inilah yang paling menyebalkan. Kita mengunjungi suatu blog, dan di sana tersedia kotak komentar. Karena tertarik pada isi posting, kita pun berkomentar di sana dengan baik, relevan dengan isi posting, sekaligus menanyakan sesuatu yang kita harap mendapat respons/jawaban. Tetapi, sampai berabad-abad, pertanyaan kita di kotak komentar tidak pernah ditanggapi.

Ada pula yang sengaja memoderasi komontar di blognya, tapi komentar yang masuk—apa pun isinya—tidak dimunculkan. Lha kalau memang begitu, untuk apa masang kotak komentar di blog? Kalau memang tidak ingin berinteraksi dengan pengunjung blog, sebaiknya hilangkan saja kotak komentar di blog, agar tidak ada pengunjung yang “tertipu”.

Dengan kata lain, kalau kita tidak ingin ada orang yang datang ke rumah, karena bisa mengganggu, sebaiknya tutuplah pintu. Itu jauh lebih baik—daripada membuka pintu, tapi pura-pura tak tahu ketika ada orang bertamu.

Loading blog berat

Jika ditanya seperti apa blog yang buruk, biasanya saya spontan menjawab, “Blog yang berat!”

Kadang, kita menemukan blog yang sangat hebat—isinya menarik, tulisannya hebat, informasi di dalamnya detail dan terperinci. Tapi loading blognya berat minta ampun. Tak peduli setertarik apa pun, saya biasanya akan langsung menutup blog itu. Dunia tidak selebar daun kelor, dan di luar sana ada miliaran blog yang sama hebat. Kenapa harus buang-buang waktu menunggu loading blog yang lelet?

Loading blog yang berat bisa disebabkan berbagai hal, dari urusan server, jatah bandwith, sampai banyaknya ornamen tidak penting di laman blog. Yang jelas, apa pun latar belakangnya, blog yang loading-nya berat itu menyebalkan!

Jika kita masih bingung seperti apa perbedaan antara blog yang loading-nya berat dan ringan, silakan buka Google atau Wikipedia. Dua situs itu merupakan contoh ideal untuk loading yang ringan. Saat kita membuka Google atau Wikipedia, hanya dalam waktu sekian detik langsung terbuka. Sangat nyaman, user friendly, dan menyenangkan! Karenanya wajar banyak orang menggunakan Google atau Wikipedia.

Blog-blog yang masih menggunakan Blogspot atau Wordpress seharusnya tidak mengalami masalah loading, karena tidak punya masalah dengan server, bandwith, dan segala macam. Karenanya, jika blog kita menggunakan Blogspot atau Wordpress tapi loading-nya berat, artinya ada yang salah dengan blog kita. Mungkin terlalu banyak ornamen tidak penting, mungkin karena script-script tidak penting, mungkin pula karena kita memang suka hal-hal tidak penting.

Tampilan flash yang mencolok mata, atau musik yang otomatis berbunyi, itu contoh hal-hal tidak penting yang sering memberatkan loading blog. Omong-omong, saya bahkan langsung menutup suatu blog jika terdengar bunyi apa pun dari blog tersebut. Saat mengunjungi suatu blog, saya ingin membaca isinya. Dan saat membaca, saya tidak suka diganggu bunyi apa pun. Dunia nyata sudah terlalu bising. Sungguh tidak bijaksana jika kita membawa kebisingan sama ke dunia maya.