Cara Makan yang Benar untuk Kebutuhan Energi

  Cara Makan yang Benar untuk Kebutuhan Energi

BIBLIOTIKA - Karena makan adalah kebutuhan sehari-hari, maka mau tak mau kita mesti melakukan hal ini, yakni memasukkan makanan ke dalam tubuh kita, dengan tujuan agar tubuh dapat melakukan dan menjalankan tugasnya, mulai dari beraktivitas sampai mengerjakan hal-hal yang menuntut dilaksanakan.

Nah, menyangkut makanan, tidak jarang orang menghadapi problem yang aneh. Mereka sering kali tetap saja merasa lapar, padahal sudah makan. Problem lain, ada orang yang merasa malas makan, atau menjadi malas setelah makan. Atau, ada juga orang yang tak berselara makan, meski perutnya sudah lapar.

Bagaimana problem-problem di atas bisa terjadi? Biasanya hal-hal semacam di atas terjadi karena adanya masalah pada metabolisme tubuh. Biasanya pula, penyebabnya pada pola makan yang keliru, yang perlu diperbaiki.

Nah, kalau tips-tips di atas ditujukan secara khusus untuk Anda yang sedang berdiet, maka tips-tips berikut ini ditujukan kepada Anda yang berdiet ataupun yang tidak sedang berdiet. Berikut ini adalah cara makan yang benar, yang akan benar-benar memberikan Anda sumber energi yang bagus, sehingga Anda tidak akan lagi mengalami masalah-masalah seperti yang disebutkan di atas.

Makanlah secukupnya saja

Yang dimaksud dengan makan yang cukup adalah, makanlah di saat lapar dan berhentilah saat kenyang. Jika Anda makan pada saat perut lapar dan berhenti ketika kenyang, Anda akan memiliki cadangan energi yang sangat banyak. Sebaliknya, kalau Anda mengabaikan sinyal lapar saat perut harus diisi, maka energi Anda akan mudah lenyap.

Jangan takut menguji-coba pola makan. Secara umum saja, manusia akan merasa lapar setiap empat jam. Lantas, mana yang baik, makan tiga kali sehari atau enam kali dengan porsi yang lebih sedikit? Cobalah yang paling sesuai untuk kondisi perut Anda. Dalam dua hari, Anda akan menyesuaikan diri dengan pola makan tersebut.

Hindari makan besar yang penuh lemak

Lemak akan bertahan lama dalam perut, membuat darah menjadi lama untuk mencapai otak, otot, dan jaringan lain. Akibatnya, Anda akan merasa malas dan kekenyangan selama enam jam seusai makan. Inilah biasanya yang menjadikan orang jadi merasa malas setelah makan, karena lemak dalam tubuhnya menghambat peredaran darahnya.

Tinggalkan pola makan berorientasi karbohidrat

Kebiasaan menyantap karbohidrat di pagi hari mungkin perlu diperbaiki. Cobalah perlahan beralih ke makanan yang kaya protein, seperti susu, telur, atau ikan. Protein adalah sumber makanan yang memproduksi dopamin, yaitu zat yang bisa membuat Anda tetap bugar. Sebaliknya, karbohidrat membuat tubuh melepas serotonin, yaitu zat kimia dalam otak yang membuat orang menjadi mudah mengantuk dan malas.

Makanlah makanan yang kaya zat besi setiap hari 

Usahakanlah setidaknya Anda menyantap seporsi makan yang kaya dengan zat besi. Zat besi membantu membawa oksigen ke jaringan dalam tubuh.

Makanan yang kaya dengan zat besi terdiri dari daging berwarna merah, putih, atau gelap, seperti ayam, bebek, kerang-kerangan, roti yang diperkaya zat besi, sereal, buah-buahan yang dikeringkan, dan juga biji-bijian.

Perhatikan konsumsi kopi dan alkohol

Alkohol adalah zat sedatif yang bisa membuat Anda mengalami dehidrasi, sementara kopi mendorong Anda selalu ingin ke belakang (untuk buang air kecil) dan pada akhirnya Anda akan mengalami dehidrasi juga.

Karenanya, jika memang Anda bisa mengkonsumsi kopi atau alkohol, maka usahakanlah untuk mengimbangi setiap gelas asupan kopi dan alkohol Anda tersebut dengan segelas air setiap hari.

Jangan makan terlalu sedikit

Wanita biasanya makan dalam porsi yang sangat sedikit. Padahal, wanita membutuhkan lebih banyak lemak daripada yang mereka kira. Wanita aktif dan yang berkarir, tetap dapat mempertahankan berat badan dengan asupan 2.000 hingga 4.000 kalori per hari.