Biografi S. Robson Walton, Pemimpin Perusahaan Wal-Mart

Biografi S. Robson Walton, Pemimpin Perusahaan Wal-Mart

BIBLIOTIKA - Jika Alice Walton adalah anak bungsu Sam Walton, maka S. Robson Walton adalah anak sulung Sam Walton. Nama lengkapnya Samuel Robson Walton, namun biasa dipanggil Rob Walton, atau disebut S. Robson Walton. Berbeda dengan saudara-saudaranya yang bisa dibilang tidak terlibat dalam operasional Wal-Mart, Rob Walton justru menjadi pemimpin perusahan tersebut. Dia pula yang menghadapi krisis ekonomi parah yang sempat menghantam Amerika dan Eropa pada 2008, dan menyelamatkan Wal-Mart dari badai moneter yang datang.

Rob Walton lahir di Oklahoma, Amerika Serikat, pada 28 Oktober 1944. Mungkin karena anak tertua, dia pun seperti dipersiapkan ayahnya untuk memimpin Wal-Mart. Rob kuliah di University of Arkansas jurusan Administrasi Bisnis pada 1966. Ayahnya yang mengarahkan dia agar mengambil jurusan Administrasi Bisnis. Selain kuliah di sana, Rob Walton juga kuliah di Columbia University School of law, dan mendapat gelar dalam bidang hukum.

Setelah lulus, Rob langsung bergabung dengan Wal-Mart sebagai anggota dewan direksi, sampai menjadi wakil ketua. Selain bergabung dengan Wal-Mart dan membantu usaha ayahnya, Rob Walton juga mengelola sebuah firma hukum bersama beberapa temannya. Meski kemudian, pada 1978, Rob memutuskan keluar dari firma itu, dan bergabung secara penuh dengan Wal-Mart.

Pada 1982, dia didaulat mendampingi ayahnya, menjadi wakil presiden direktur di Wal-Mart. Sepuluh tahun kemudian, pada 1992, Rob Walton ditunjuk sebagai pemimpin Wal-Mart, setelah ayahnya meninggal dunia. Pada waktu menjadi pemimpin Wal-Mart itulah, bakat dan kemampuan bisnis Rob Walton mulai terlihat sangat menonjol. Mungkin karena kesadaran bahwa dia bertanggung jawab membawa perusahaan keluarganya menuju lebih baik, dia pun bekerja keras mewujudkannya.

Bakat dan kemampuan bisnis Rob Walton teruji ketika badai global krisis moneter menghantam Amerika Serikat pada 2008. Pada masa itu, daya beli masyarakat menurun, karena tingkat pengangguran naik drastis. Wal-Mart, di bawah kendali Rob Walton, menggunakan strategi yang tak terpikir oleh para pesaingnya, yaitu memberikan diskon besar-besaran.

Strategi itu terbukti menyelamatkan Wal-Mart dari badai krisis, bahkan mengeruk keuntungan hingga 13,4 miliar dollar, dan hal itu berimbas pada naiknya harga saham Wal-Mart di lantai bursa, yang mencapai 18 persen. Kenyataan itu merupakan prestasi gemilang, mengingat banyak perusahaan lain yang justru mengalami kebangkrutan pada 2008. Diskon besar terbukti ampuh dalam mengatrol minat beli masyarakat.

Mengenai strategi pemberian diskon tersebut, Rob Walton menyatakan, “Secara teori, memangkas harga jual akan mempengaruhi keuntungan, namun hal itu tertutupi jika angka penjualan meningkat.” Sampai saat ini, Rob walton masih memimpin Wal-Mart, dan saudara-saudaranya pun percaya penuh kepada kemampuannya.

Sayangnya, meski sukses di bidang bisnis, Rob Walton kurang sukses dalam kehidupan berumah tangga. Ia menikah tiga kali, dan semuanya berakhir dengan perceraian.