Tips Merawat Taman dalam Ruangan

Tips Merawat Taman dalam Ruangan

BIBLIOTIKA - Ada kalanya, kita ingin ada suasana atau nuansa kesejukan dan kesegaran di ruangan rumah kita. Untuk tujuan itulah kita kemudian membangun taman di dalam ruangan rumah. Ini memang bukan hal yang aneh lagi, karena sudah banyak orang yang melakukannya. Yang mungkin belum diketahui banyak orang adalah cara sehat dalam merawatnya.

Merawat tanaman dalam ruangan tentunya jauh lebih sulit dibanding dengan merawat tanaman yang ada di luar rumah. Namun, setidaknya ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam perawatan taman dalam ruangan, jika Anda menginginkan tanaman Anda selalu tumbuh sehat, indah, dan bisa memberi nuansa kesegaran sebagaimana yang Anda inginkan.

Pertama, adalah memilih jenis tanaman, dan kedua adalah cara menanamnya. Sedang yang ketiga adalah rotasi pohon secara bergantian.

Untuk pemilihan jenis tanaman, yang perlu diperhatikan adalah tanaman itu harus tidak membutuhkan banyak sinar matahari, seperti tanaman meranta, pakis, diefenpachia, atau drasaina.

Tanaman yang memerlukan banyak sinar matahari, semisal puring atau tanaman berbunga, tidak baik diletakkan di dalam ruangan, karena pertumbuhannya sangat tergantung pada sinar matahari.

Untuk cara menanamnya, tanaman dalam ruangan sebaiknya diletakkan dalam pot yang berlubang pada bagian bawahnya. Sebab, selain mudah untuk dipindahkan, tanaman dalam pot juga sekaligus bisa bernuansa artistik dengan pemilihan pot yang sesuai dengan tanaman. Namun, meski begitu, pot yang terbuat dari tanah liat adalah yang terbaik, sebab memiliki pori-pori untuk proses airasi (proses penyerapan air pada tanaman).

Ketika menyiram pohon, sebaiknya air yang menggenang pada bagian tatakan pot tidak dibuang, atau usahakan agar tidak terlalu penuh hingga luber. Sebab genangan air tersebut akan diserap kembali oleh pohon. Karenanya, menyiram tanaman dalam ruang sebaiknya tidak setiap hari, karena sudah terbantu oleh penyerapan dari genangan air tersebut.

Untuk rotasi tanaman, hal ini diperlukan, karena sebuah tanaman pun membutuhkan pertukaran udara. Jenis pohon semacam meranta atau palem, diperkirakan hanya kuat satu minggu di dalam ruang. Namun jenis tanaman dari Jepang seperti petsia, bisa bertahan selama sekitar satu bulan dalam ruangan.

Rotasi ini dilakukan dengan tujuan agar tanaman mengalami proses sintesa, antara udara dalam ruang dengan udara di luar serta sinar matahari. Setelah satu dua hari, pohon-pohon tersebut sudah bisa kembali dimasukkan ke dalam ruangan. Yang perlu diingat, jika pohon-pohon itu dipaksa untuk tetap berada di dalam ruangan (tanpa adanya rotasi), maka pohon itu pun akan tidak sehat, dengan salah satu ciri semakin layu pada bagian daunnya.

Terakhir, pergantian pupuk atau penambahan tanah juga perlu diperhatikan, sesuai dengan jenis dan kondisi tanaman Anda.


Tips mencegah polusi dengan tanaman

Persoalan global warming atau pemanasan global sudah dibilang sebagai persoalan dunia, karenanya siapa pun seharusnya bertanggung jawab untuk mengatasinya.

Nah, cara mudah untuk membantu mengatasi global warming adalah dengan menanam jenis-jenis tumbuhan tertentu di rumah kita. Jika Anda ingin membantu mengatasi global warming sekaligus menjadikan halaman rumah Anda semakin indah, silakan ikuti tips berikut.

Tanamlah tumbuhan yang daunnya tidak mudah rontok, rimbun, sekaligus tidak beracun, semisal tanaman teh, palem, kaktus, kejibeling, dan lain-lain. Anda bisa menanamnya sendiri (dalam arti murni sebagai tanaman), atau bisa menggabungkannya sebagai pagar halaman.

Daun-daun yang rimbun dari tanaman Anda akan membantu menyerap gas berbahaya (CO2), juga polusi dari debu, suara, dan udara yang ada di sekeliling lingkungan Anda. Ini merupakan cara yang ringan, mudah, sekaligus murah, dalam membantu mengatasi masalah besar.

Jika masing-masing orang mau melaksanakan hal ini, maka setidaknya langkah kecil ini akan menjadi suatu langkah besar.