Ternyata Ada Hewan Betina yang Materialistis

Ternyata Ada Hewan Betina yang Materialistis

BIBLIOTIKA - Bowerbird, atau burung namdur jantan, harus mati-matian dalam mencari perhatian calon pasangan betina, dan salah satunya dengan memamerkan kekayaan. Untuk menarik pasangan betina, namdur jantan akan membangun sebuah struktur yang luar biasa rumit, yang disebut “a bower”.

Struktur rumit itu menyerupai gubuk kecil, yang dibuat dari ranting-ranting. Setelah itu, burung jantan tersebut akan menghiasi pondoknya dengan berbagai benda sebagai hadiah bagi calon pasangannya. Ia bisa mengumpulkan hingga lima ribu macam benda yang terdiri atas tulang, kerang, bulu, kerikil, bunga, bahkan plastik dan kaca, serta berbagai benda buatan manusia untuk melengkapi pondoknya, tempat ia akan menunggu betina pujaannya. Dan, seperti para pejantan umumnya, namdur jantan juga menyombongkan yang mereka miliki.

Potongan-potongan benda yang jumlahnya mencapai ribuan itu secara hati-hati ditata dalam tema monokromatik (misalnya semua item di satu bagian berwarna biru, sementara di bagian lain berwarna merah). Burung itu benar-benar akan marah jika ada orang atau burung lain yang merusak atau mengacaukan pondoknya, misalnya dengan menempatkan satu benda yang berbeda warna.

Namdur jantan menghabiskan waktu hingga berjam-jam untuk memilih dan mengatur hal-hal itu. Bahkan, mereka tidak peduli jika terpaksa harus pergi ke pondok namdur jantan lain untuk mencuri suatu barang demi melengkapi keindahan pondoknya sendiri. Dan, biasanya, sambil mencuri, dia akan membuat pondok saingannya kacau dan berantakan!

Setelah semuanya tertata rapi, namdur jantan masih harus pintar merayu dan beratraksi di depan si betina dengan menyanyi dan memamerkan kemampuan lainnya. Namdur betina kemudian akan memilih pejantan yang paling kaya, yang memiliki sarang paling bagus serta menarik, serta yang paling berbakat, untuk mengawininya.

John Endler, pakar ekologi dari Deakin University, Australia, yang meneliti urusan aneh ini, bahkan menyatakan bahwa namdur jantan juga menggunakan barang-barang yang mereka kumpulkan untuk membuat ilusi optik. Burung itu akan mengatur pernak-pernik mereka dari ukuran yang terbesar hingga terkecil, menyusunnya sedemikian rupa hingga membentuk jalan yang menuju ke sarang mereka.

Penyusunan pernak-pernik secara khusus itu menjadikan sarang mereka seolah-olah terlihat lebih kecil, sementara si burung akan terlihat lebih gagah bagi para betina yang melihat ke arah sarang. “Trik itu disebut forced perspective,” ujar John Endler. “Dengan menggunakan trik tersebut, pejantan dapat merayu para betina yang melintas dengan postur tubuh mereka yang seolah-olah tinggi besar.”

Jika barang-barang yang telah disusun oleh namdur jantan diacak atau diubah susunannya, burung itu akan segera mengembalikan susunannya ke posisi semula, sesuai dengan yang telah mereka buat sebelumnya. Karena, jika barang-barang itu tidak tampak “mewah” bagi namdur betina, biasanya cinta akan “bertepuk sebelah tangan”, karena si betina akan pergi begitu saja.

Fakta:

Burung african grey parrot adalah burung terpintar di dunia, dan tingkat kepintarannya setara dengan anak usia 3 tahun.

Pada 1890, Eugene Schieffelin melepaskan 60 ekor burung starling (bukan burung asli daerah) di Central Park, New York. Sekarang terdapat lebih dari 200 juta ekor burung starling di Amerika Utara.