Mengenang Kembali Tragedi Titanic

 Mengenang Kembali Tragedi Titanic

BIBLIOTIKA - Salah satu kapal raksasa yang sangat terkenal di dunia adalah Titanic. Kapal ini merupakan satu di antara tiga kapal penumpang berukuran super yang bertujuan untuk mengawali perniagaan perjalanan trans-Atlantik. Titanic dimiliki oleh perusahaan pelayaran White Star Line, dan dibuat di galangan kapal Harland and Wolff, dan merupakan kapal uap penumpang terbesar di dunia pada masa peluncurannya.

Pada saat pelayaran pertamanya, Titanic menabrak gunung es pada pukul 23:40 (waktu kapal), Minggu, 14 April 1912, dan tenggelam dua jam empat puluh menit kemudian pada 2:20 pagi hari Senin. Bencana tersebut mengakibatkan kematian 1.513 orang, menjadikannya sebagai bencana laut terburuk semasa aman dalam sejarah, dan sampai kini menjadi legenda bencana laut yang paling termashyur.

Titanic dilengkapi dengan teknologi paling maju pada masa itu, dan orang awam sampai para ahli percaya bahwa kapal ini “tidak mungkin tenggelam”. Karenanya, sangat mengejutkan bagi banyak orang bahwa meskipun telah dilengkapi teknologi modern dan awak kapal yang berpengalaman, Titanic masih tenggelam dengan jumlah korban kematian yang tinggi.

Karena kegairahan media massa mengenai korban terkenal Titanic, serta legenda mengenai apa yang terjadi di atas kapal, mengakibatkan undang-undang laut diganti. Kemudian, pada tahun 1985, pasukan penyelam yang diketuai oleh Jean-Louis Michael dan Robert Ballard berhasil menemukan kapal tenggelam ini dalam keadaan telah pecah, dan penemuan itu menjadikan Titanic kembali terkenal dan dibicarakan banyak orang, hingga kemudian difilmkan oleh James Cameron.

Seperti yang telah dinyatakan di atas, Titanic mulai berlayar pada bulan April 1912. Kapal super besar ini dirancang sebagai kapal yang tak mungkin tenggelam; terbuat dari baja, serta memiliki dasar ganda dan 16 kompartemen anti bocor.

Hampir semua orang yakin bahwa ini kapal paling aman yang pernah dibuat, dan keyakinan inilah yang dipegang teguh oleh perancangnya, ahli mesinnya, karyawannya, ABK kapal, pemilik, dan penumpang, termasuk pula sebagian besar masyarakat umum. Keyakinan bahwa Titanic tidak akan pernah tenggelam inilah yang membawa kapal ini ke akhir yang tragis.

Titanic berangkat dari Inggris dengan tujuan ke New York City. Umumnya, kapal yang berlayar di lautan membawa jumlah sekoci untuk menampung semua yang ada di kapal. Tapi tidak untuk Titanic. Kapal ini hanya membawa sekoci yang hanya mampu memuat sepertiga dari seluruh penumpang. Dan lagi, tidak ada alat yang praktis untuk digunakan evakuasi.

Log kapal awalnya mencatat peringatan akan adanya gunung es dalam steamer lane dalam waktu tiga hari mendatang. Pesan ini tidak digubris. Peringatan kedua dikirimkan, namun sang operator radio tidak memberi tanggapan juga. Mereka tetap teguh dalam keyakinan bahwa Titanic yang super besar ini tidak mungkin tenggelam.

Peringatan berikutnya muncul beberapa jam kemudian, namun kapten kapal ataupun manajernya tidak juga khawatir. Titanic sedang melaju penuh dengan kecepatan 22 knot per jam. Menjelang pukul 21:30 malam, Titanic merekam lima peringatan akan kehadiran gunung es, dengan laporan terakhir yang menyebutkan kapal akan mengalami tabrakan. Tapi tindakan waspada yang dilakukan hanyalah menyuruh penjaga malam untuk tetap waspada.

Dua jam kemudian, pada pukul 11:32 malam, pesan berikutnya diudarakan ke Titanic oleh seorang pelaut di sebuah kapal yang kebetulan berada tak jauh dari tempat Titanic melaju, tapi kapten kapal tetap saja tak menggubris. Dan Titanic, dengan sebongkah besar kebanggaannya akan kapal yang mustahil tenggelam pun terus melaju.

Pada pukul 11:40 malam, sebuah gunung es yang bukan main besarnya terlihat di depan… namun segalanya sudah terlambat. Titanic menabrak bongkahan gunung es yang tidak bergerak ini, dan bagian dasarnya yang dari baja menerima hantaman yang sangat keras. Pintu yang seharusnya anti bocor dan bulkhead-nya tidak dapat menahan serangan, dan Titanic yang katanya mustahil tenggelam itu pun mulai merunduk dan tenggelam.

Sekoci dilempar ke air, namun hanya mampu menampung sedikit penumpang. Sinyal permintaan bantuan dikirimkan, namun tak ada yang terlalu menggubris karena dikira Titanic benar-benar tak mungkin tenggelam. Dan Titanic pun akhirnya benar-benar lenyap dari atas perairan dalam waktu tak lebih dari tiga jam.