Mana Lebih Dulu, Telur atau Ayam?

Mana Lebih Dulu, Telur atau Ayam?

BIBLIOTIKA - Sejak zaman Columbus bermain gundu, sampai Justin Bieber menyanyi di YouTube, pertanyaan tentang telur dan ayam masih sering dijadikan bahan obrolan. Pertanyaan itu bisa menjadi pertanyaan filosofis yang menantang jawaban mendalam, juga sering dijadikan teka-teki konyol yang jawabannya kadang membuat tersenyum. Konon, pertanyaan itu juga menjadi pertanyaan tertua di dunia, karena telah ditanyakan sejak berabad-abad lalu.

Jadi, mana lebih dulu, telur atau ayam?

Kita mulai dari telur. Pembentukan kulit telur bergantung pada satu protein yang hanya terdapat di dalam indung telur ayam. Artinya, telur hanya akan ada jika (sebelumnya) telah ada di dalam tubuh ayam.

Protein yang disebut di atas adalah ovocledidin-17, atau OC-17, yang bertindak sebagai katalis untuk mempercepat pengembangan kulit telur. Cangkang keras itu sangat penting sebagai tempat bagi kuning dan putih telur, sementara protein tersebut mengubah kalsium karbonat menjadi kristal kalsit yang membentuk kulit telur. Kristal kalsit terdapat di berbagai tulang dan tempurung, tetapi terbentuk lebih cepat di dalam tubuh ayam. Unggas itu mampu menghasilkan 6 gram kulit telur setiap 24 jam.

Para ilmuwan di Sheffield dan Warwick University telah membuktikan hal itu. Dengan menggunakan super komputer yang disebut HECToR, mereka melakukan zoom in atas proses pembentukan telur, dan hasil pengamatan itu mengungkapkan bahwa ovocledidin-17 sangat penting dalam memulai kristalisasi atau tahap awal penciptaan kulit telur.

Dr. Colin Freeman, dari Departemen Teknik Material Universitas Sheffield, menyatakan, “Selama ini orang mengira telur lebih dulu ada, tapi sekarang kita memiliki bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa ayamlah yang lebih dulu ada.”

Fakta:

Pada 15 Januari 1978, harian Sunday Times memberitakan pembunuhan yang terjadi di Thonburi, Thailand, gara-gara telur dan ayam. Dua lelaki, yang tak disebutkan namanya, membincangkan kemungkinan telur atau ayam yang lebih dulu ada. Yang satu menyatakan telur dulu, sedang yang lain meyakini ayam dulu. Perbedaan pendapat itu menjadi panas, dan terjadi pertengkaran yang berakhir salah satunya terbunuh. Si korban menyatakan telur lebih dulu sebelum ayam.