10 Tips Mudah Menghemat Listrik

10 Tips Mudah Menghemat Listrik

BIBLIOTIKA - Menghemat listrik sebenarnya tidak terlalu sulit. Yang paling dibutuhkan adalah kesadaran dan pembiasaan. Untuk hal tersebut, Anda bisa menggunakan 10 tips di bawah ini untuk memudahkan Anda sekeluarga dalam upaya menghemat pemakaian listrik.
  1. Nyalakan lampu hanya jika diperlukan saja. Bila tidak digunakan, sebaiknya lampu ruangan dimatikan.
  2. Nyalakan lampu halaman atau teras ketika hari benar-benar telah gelap, dan segera matikan setelah subuh tiba. Untuk menghindari kelalaian, Anda juga bisa menggunakan foto relay seri dengan saklar. Penggunaan alat ini akan mematikan lampu secara otomatis jika ia menangkap cahaya lain. Anda bisa membeli alat praktis ini dengan harga tidak terlalu mahal di toko peralatan listrik.
  3. Matikan televisi, komputer, radio, atau peralatan elektronik lain, ketika tidak sedang dibutuhkan.
  4. Aturlah agar tingkat pencahayaan (brightness) televisi berada dalam kondisi secukupnya. Demikian juga dengan volume suara pada televisi atau alat audio lainnya. Semakin tinggi suara atau brightness yang dipasang, semakin banyak energi listrik yang akan diserap.
  5. Pilihlah peralatan elektronik untuk rumah, yang memiliki kapasitas sesuai kebutuhan.
  6. Pilihlah jenis alat listrik yang hemat energi.
  7. Batasi frekuensi menyetrika pakaian. Cara paling tepat adalah menyetrika pakaian ketika jumlahnya cukup banyak.
  8. Desainlah rumah sedemikian rupa, sehingga mempermudah sinar matahari memasuki ruangan.
  9. Aturlah tanaman agar halaman atau rumah terlindung dari sinar matahari pada posisi yang tinggi. Jika udara di luar terlalu panas, konsumsi AC yang menggunakan listrik juga akan bertambah.
  10. Jangan terlalu sering membuka/menutup lemari es, dan jangan masukkan barang panas atau hangat ke dalamnya.


Kiat-kiat memilih dan merawat lampu

Kadang kita sering terkecoh saat memilih lampu. Hal yang paling umum, kita sering terpaku pada bentuknya yang unik, tapi lupa membayangkan bahwa itu belum tentu cocok ditempatkan di rumah. Belum lagi kapasitas lampu yang terpasang di dalamnya, malah sering terlupakan. Agar tak salah pilih, beberapa langkah berikut ini bisa dijadikan acuan:

Jangan hanya tergiur oleh bentuk, namun harus diperhatikan besar kecilnya daya watt listrik, apakah sesuai dengan daya watt listrik di rumah atau tidak.

Jika itu memang lampu impor, telitilah lebih jauh tentang keasliannya, karena harga lampu impor cukup mahal.

Carilah lampu yang sekaligus jenis bohlamnya mudah didapat.

Harus terjamin jika suatu saat lampu mengalami kerusakan (kap pecah atau tiang alumunium / besi patah) tidak akan sulit mencari bahan yang sama, meskipun impor.

Rawatlah secara rutin seluruh lampu yang ada dengan cara:
  1. Tidak perlu menggunakan bahan kimia untuk menghaluskan jenis-jenis bahan pada lampu (kaca, alumunium, besi), tapi cukup memolesnya dengan lap kain halus.
  2. Bersihkan debu dan kotoran lain secara hati-hati dan lembut.
  3. Jangan sekali-kali menggunakan air, sebab air justru dapat menimbulkan bercak setelah kering.
  4. Untuk lampu taman, biasanya dilakukan pembersihan yang umum, seperti mengelapnya dengan kain basah, bahkan sesekali menyemprotnya, sebab lampu taman sudah didesain anti air dan anti panas matahari.
  5. Agar tidak menimbulkan rasa bosan, Anda bisa mengubah-ubah peletakan lampu untuk menciptakan variasi.