Tips Menghemat Bahan Bakar Mobil

Tips Menghemat Bahan Bakar Mobil

BIBLIOTIKA - Kata hemat menjadi dambaan pemakai kendaraan. Dengan hemat bahan bakar, berarti tidak perlu sering merogoh kantong untuk mengeluarkan dana. Apalagi bagi mereka yang sering menggunakan jalan bebas hambatan. Berikut ini langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menghemat bahan bakar kendaraan Anda:
  1. Anda harus dapat mengendalikan emosi sewaktu menyetir.
  2. Ketika mengemudikan mobil di jalan tol, sedapat mungkin jangan sampai mempermainkan gas terlalu sering.
  3. Terlalu sering menekan pedal gas akan membuat bahan bakar yang keluar otomatis akan lebih banyak sehingga mengakibatkan pemborosan.
  4. Dalam mengendarai kendaraan, usahakan tetap dalam kecepatan yang stabil.
  5. Bagi yang mempunyai panel pengukur, jagalah rpm-nya agar jangan terlalu tinggi.
  6. Jangan terlalu sering mengoper gigi.
  7. Untuk jeep, pasang saja alat yang bernama free lock. Jika keadaan jalan raya mulus, Anda cukup menyetel alat tersebut sehingga yang bekerja hanya dua roda depan saja. Sebaliknya jika jalan rusak atau berlumpur, setel kembali alat tersebut. Keuntungan lain dari alat ini, dapat Anda lepas dan pasang sesuai keinginan, pada saat keadaan jalan sekalipun.


Mengatasi oli boros

Hal yang seharusnya tidak boleh terlupa oleh pengendara sebelum menggunakan mobilnya adalah memeriksa oli mesin. Pemeriksaan ini penting dilakukan, mengingat konsumsi oli yang meningkat merupakan salah satu indikator kerusakan pada kendaraan.

Bila Anda peka mengukur jumlah kebutuhan oli kendaraan, maka kerusakan-kerusakan yang mungkin diderita oleh kendaraan Anda dapat segera terdeteksi. Berikut hal-hal yang harus diperhatikan:

Kondisi oli dapat diketahui hanya dengan menarik tongkat pengukur oli (oil deep stick).

Jika posisi oli berada di tanda L atau malah tidak terlihat, artinya Anda harus segera menambahkan oli sampai batas F.

Apabila penambahan oli mesin mencapai sekitar 1 liter perbulan, atau bahkan lebih, Anda harus merasa curiga. Konsumsi oli yang meningkat ini bisa jadi satu tanda bahwa ada kerusakan pada kendaraan Anda.

Lokasi rawan yang paling mudah Anda periksa adalah wilayah luar mesin. Pada wilayah ini, Anda dapat memeriksa lubang pembuang yang mungkin kurang kencang, gasket yang sudah rusak, atau sumbat penutup blok mesin (engine block plug) yang sudah melemah. Ketiga hal ini mengakibatkan kebocoran tetesan oli.

Untuk mendeteksi sumber kebocoran itu, gelarlah selembar kertas koran di kolong mesin selama semalam. Dari tetesan itu Anda dapat mengetahui letak sumber kebocoran. Nah, kebocoran inilah yang harus diperbaiki.

Jika masalah-masalah di atas tidak ada tetapi konsumsi oli tetap tinggi, mungkin masalahnya ada pada pemakaian jenis oli yang kurang sesuai, seperti penggunaan oli yang encer. Sebab, oli encer lebih mudah mengalir dibanding jenis oli yang berat atau kental. Keencerannya itu membuat oli mudah keluar saat melalui gasket atau celah-celah tertentu.