Tips Mendidik Anak Berzodiak Aries

 Tips Mendidik Anak Berzodiak Aries

BIBLIOTIKA - Anak Aries lahir antara tanggal 21 Maret–19 April. Secara garis besar, seperti inilah gambaran kepribadian anak berzodiak Aries, dan saran dalam mendidiknya.

Karakter:

Kalau Anda menyuruh sesuatu, atau memintanya untuk melakukan sesuatu, bayi atau anak Aries mungkin tidak akan bergerak atau melakukannya. Tetapi, meski begitu, dia adalah sosok yang sangat aktif bergerak melakukan apa saja, selama dia sendirilah yang menginginkannya. Anda bisa membayangkan bagaimana karakternya?

Terkadang, sebagai ibunya, Anda mungkin dongkol, khususnya kalau dia sudah tergolong balita yang sudah bisa diajak bicara, dan dapat diajak berpikir (untuk ukuran anak-anak).

Anda melihatnya tidak bisa diam, terus bergerak kesana-kemari, melakukan apa saja semaunya, tetapi dia bisa berubah membatu seperti patung ketika Anda yang menyuruhnya untuk bergerak. Atau sebaliknya, Anda memintanya agar diam atau tenang di tempatnya, tapi dia malah semakin aktif bergerak. Padahal Anda berpikir anak Anda tersebut bukan bayi lagi; dia sudah dapat diajak berpikir dan nyambung kalau diajak bicara.

Jadi, apa sebenarnya yang terjadi dengan anak Anda yang satu ini?

Anak Aries memang memiliki karakter yang khas semacam itu. Meskipun ada kalanya anak-anak yang lain juga menunjukkan sifat-sifat serupa, tetapi hal itu lebih menonjol pada anak Aries. Dia adalah sosok yang “semaunya sendiri”, tidak bisa disuruh-suruh apalagi diperintah-perintah.

Dia adalah anak yang mampu menciptakan inisiatif, dan kemudian bergerak mengikuti inisiatifnya sendiri. Dia adalah bocah yang tidak hanya lucu, tetapi juga memiliki semangat yang menggebu. Ketika semangat itu menyala dalam dirinya, bisa dikatakan tak ada apa pun yang dapat memadamkannya.

Melihat karakternya yang semacam itu, sudahkah Anda memahami siapakah sebenarnya anak Anda?

Benar, dia adalah calon seorang pemimpin! Tak peduli laki-laki atau perempuan, anak Aries adalah sosok yang menyimpan karakter kepemimpinan yang kuat di dalam dirinya. Sebegitu kuat karakter itu, bahkan orangtuanya sendiri (atau Anda sebagai ibunya) sampai kewalahan menghadapinya. Dia adalah anak yang memimpin dirinya sendiri. Jika menginginkan sesuatu, dia akan melakukannya, tak peduli apa pun kata orangtuanya, bahkan tak peduli apa pun kata dunia!

Saran:

Karena wataknya yang khas semacam itu, anak Aries tidak bisa dididik dengan bentakan atau perintah-perintah. Suatu waktu, Anda mungkin marah karena melihat suatu perbuatannya, dan kemudian membentaknya agar diam dan tak melakukannya lagi. Anda memerintahkannya agar tidak melakukan sesuatu yang membuat Anda marah, dan anak Anda pun terlihat patuh serta menurut.

Tetapi Anda pun selalu dapat melihat bahwa cara semacam itu selalu gagal diterapkan untuknya. Ketika melihat Anda marah dan membentaknya, mungkin dia akan diam. Tetapi begitu Anda berlalu, dia akan mulai lagi, mulai bergerak kembali, dan mulai membuat Anda marah-marah lagi.

Munculnya kemarahan Anda kepadanya tentu saja kemarahan yang didasari atas rasa sayang sebagai orangtua kepada anaknya. Bisa saja Anda melihat anak Anda berlari-lari kesana-kemari, dan Anda khawatir dia akan terjatuh atau membentur sesuatu. Lalu Anda memarahinya agar diam dan tidak berlari-lari. Tujuan Anda, sebagai orangtua, tentu saja tujuan yang baik, karena didasari motivasi rasa sayang agar anak Anda tidak terluka akibat aktivitasnya.

Tetapi, yang perlu diingat, anak Anda yang satu ini bukan anak biasa. Kalau anak-anak lain mungkin akan kapok dan “trauma” setelah dimarahi satu kali. Tetapi anak Anda akan mendengarkan perintah dan kemarahan Anda melalui telinga kanannya, untuk kemudian keluar lagi lewat telinga kiri. Bentakan, kemarahan, perintah-perintah, dan segala macam anjuran yang “bersifat orangtua” tidak berlaku bagi bocah satu ini.

Jadi, apa yang harus Anda lakukan? Cara yang bijak tentu saja adalah mengikuti “aturan mainnya”. Karena dia berkarakter pemimpin, dialah yang harus mengambil inisiatif. Kalau dia lari-lari kesana-kemari, Anda tidak bisa menghentikannya.

Karenanya, yang bisa Anda lakukan adalah menyarankan inisiatif; dia boleh terus berlari, tetapi harus berhati-hati, dan Anda ikut menjaganya. Kalau akhirnya dia terjatuh dan terluka, dia akan belajar dari situ, dan pelajaran itu akan tertanam dalam pikiran serta ingatannya sepuluh kali lebih kuat dibanding pelajaran apa pun yang disampaikan dengan ucapan, perintah, atau kemarahan dan bentakan.

Ketika anak Anda merasa sakit oleh sesuatu yang telah dilakukannya, Anda tidak perlu lagi mengajari atau memarahinya—dia sudah belajar sendiri dari sana. Setelah itu, dia akan belajar dari pengalamannya, dan akan lebih berhati-hati ketika akan melakukan hal itu kembali.

Anak Anda mungkin terkesan keras kepala, sukar dinasihati, bahkan tidak mempan dimarahi. Tetapi, pemimpin sejati selalu belajar dari pengalaman, dan mereka adalah murid terbaik bagi pengalamannya sendiri. Biarkan anak Anda belajar menjadi pemimpin!

Baca lanjutannya: Tips Mendidik Anak Berzodiak Taurus