Tips Memburu Barang Obralan

 Tips Memburu Barang Obralan

BIBLIOTIKA - Ketika harga-harga barang melonjak secara luar biasa, tawaran diskon pada paket-paket penjualan obralan ibarat setetes air di padang gersang. Agar setetes air dalam bentuk barang obral itu bisa bermanfaat, beberapa perencanaan berikut ini sangat berguna bila Anda sedang atau berniat ingin sukses berburu barang obral:

Sebelum berangkat ke pusat perbelanjaan, bulatkan tekad bahwa Anda harus sukses. Pengertian sukses di sini berarti Anda mendapatkan barang yang benar-benar dibutuhkan, berkualitas bagus, dan dengan harga yang relatif murah.

Acara berbelanja Anda kurang sukses, jika barang yang dibeli ternyata cacat, ukuran tidak pas (misalnya membeli busana), harganya terlalu mahal dibandingkan di toko lain atau sebetulnya Anda tidak membutuhkan barang yang terlanjur dibeli.

Alangkah bijaknya untuk memahami gaya dan selera Anda sekali lagi, untuk mempermudah penyusunan daftar kebutuhan. Misalnya dalam hal kebutuhan berbusana. Periksalah sekali lagi koleksi pakaian Anda. Cek lagi, warna apa yang paling sering Anda pakai, kemudian busana mana yang perlu diganti.

Buatlah daftar busana yang diperlukan. Dengan tetap mempertahankan gaya pribadi, Anda akan sukses menghindarkan diri dari pemborosan. Busana yang tidak sesuai dengan selera dan gaya Anda, hanya akan tergantung sia-sia di dalam lemari sepanjang tahun.

Batasi anggaran untuk setiap item barang yang dibutuhkan. Misalnya, sekian rupiah untuk satu set alat masak. Dengan cara ini Anda akan secara otomatis mempertimbangkan harga barang dikaitkan dengan kegunaannya, serta kemampuan untuk membelinya.

Kumpulkan informasi diskon pada banyak pusat perbelanjaan. Ini berarti, semakin banyak pilihan berarti semakin baik.

Sangat bermanfaat apabila Anda mengetahui tempat-tempat mana yang diskonnya lebih besar, atau tempat mana yang hanya mengobral koleksi lama.

Hindari kesulitan pada saat pembayaran di kasir. Cek lagi tagihan kartu kredit Anda untuk mengetahui plafon atau batas yang mungkin untuk pembelian dengan kartu kredit.

Siapkan juga uang tunai sekedarnya.

Sedapat mungkin hindarilah perilaku konsumsi yang impulsif. Lebih istimewa lagi kalau Anda mengajak teman yang paham lebih banyak tentang harga dan kualitas berbagai macam barang. Biarlah dia memberikan pendapatnya, tentang apa yang bagus dan apa yang jelek bagi Anda. Jangan tersinggung kalau pilihan Anda dibilang jelek, karena informasi itu lebih objektif dibandingkan apa yang dipromosikan oleh pramuniaga.

Cara lain yang cukup jitu untuk menangkal perilaku impulsif adalah dengan berpikir jangka panjang. Hindari membeli barang-barang trendi yang hanya menjadi mode dalam jangka pendek. Warna-warna mencolok banyak digemari pada akhir-akhir ini, namun untuk amannya, pilih saja warna-warna klasik yang akan tahan bertahun-tahun.

Kalau Anda memiliki banyak waktu luang, Anda bisa membandingkan harga antar pusat perbelanjaan. Juga memahami barang-barang apa saja yang biasa diobral, apakah stok lama atau barang baru. Jangan sampai Anda kecewa ketika membeli suatu jenis produk dengan harga biasa, tetapi seminggu kemudian melihat barang sejenis sudah diobral dengan diskon 40%, misalnya.