Tips, Kiat, dan Panduan Merawat Burung Piaraan

 Tips, Kiat, dan Panduan Merawat Burung Piaraan

BIBLIOTIKA - Sebagaimana manusia, burung yang bagus adalah burung yang tampil dengan rasa percaya diri. Dengan begitu, burung akan bersuara lantang dan gerak-geriknya pun spontan, tidak ragu-ragu.

Agar burung punya rasa percaya diri, harus dilakukan hal-hal yang menjadi kebiasaannya, seperti disiapkannya makan dan minum, serta kandang yang dibersihkan secara teratur. Dengan demikian, ia akan memiliki rutinitas yang baik, rapi, dan bersih, sehingga burung tidak menjadi murung dan malas beratraksi.

Dalam hal makanan dan minuman, sebaiknya burung diberikan makanan pur, yaitu jenis makanan burung yang berasal dari olahan jagung, buah-buahan, dan vitamin lainnya. Jenis makanan ini sangat digemari burung dibanding jagung kering. Selain itu, burung juga harus diberi susu atau teh manis, selain untuk energi, juga untuk variasi rasa minuman sehari-hari.

Burung juga sebaiknya tidak terus disimpan di dalam kandang. Tapi dilepas dengan cara hanya mengikat salah satu bagian kakinya, dan diletakkan pada taman atau ruang yang tetap dapat dimasuki udara bebas. Sebaiknya burung diletakkan di tempat yang terbuka secara langsung dengan langit, agar burung tetap bisa kena panas dan hujan, seperti di alam bebas.

Khusus untuk burung beo, sebaiknya jenis burung ini tidak disatukan dengan jenis burung lainnya. Sebab nantinya beo akan menirukan setiap suara jenis burung yang ada di sekitarnya. Agar tetap punya jati diri, burung beo sebaiknya diletakkan terpisah di area yang lebih luas untuk merangsang keinginan bicaranya.

Yang tak kalah penting, burung-burung piaraan harus disambangi secara rutin setiap hari. Dengan demikian, burung akan merasa tenteram karena diperhatikan.


Mengenal burung-burung yang dilindungi

Ini penting bagi para penggemar burung sebagai koleksi atau sebagai hewan peliharaan di rumah.

Menurut catatan Departemen Kehutanan, di Indonesia ini setidaknya terdapat 17 (tujuh belas) jenis burung yang dilindungi karena populasinya yang terus berkurang akibat berbagai sebab, di antaranya adalah karena perburuan dan lingkungan yang kurang alami akibat penggundulan hutan dan kegiatan pembangunan lainnya. Pemerintah mengancam hukuman yang cukup berat bagi mereka yang nekat memelihara burung langka yang dilindungi tersebut.

Nah, berikut ini adalah daftar dari 17 burung yang dilindungi itu:
  1. Burung cenderawasih (Paradisedae).
  2. Burung madu, jantingan, klaces (Nectarinidae).
  3. Burung darat laut (Sternidae).
  4. Bangau hitam, sandanglawe (Ciconia episcopus).
  5. Marabu, bangau tongtong (Laptoptilos javanicus).
  6. Kuntul, bangau putih (dari jenis Egretta dan Bubulcus ibis).
  7. Burung sesap, penghisap madu (Meliphagidae).
  8. Burung paok, burung cacing (Pittidae).
  9. Ibis putih, platuk besi (Therskiornis aethiopica).
  10. Kowak merah (Nyticorax caledonicus).
  11. Kasumba, suruku, burung luntur (Trogonidae).
  12. Julang, anggang, rangkong, kangkareng (Bucerotidae).
  13. Alap-alap putih, alap-alap tikus (Elanus hypoleucus).
  14. Burung dara mahkota, burung titi, mambruk (dari jenis Gora).
  15. Burung udang, raja udang (Alcedinidae).
  16. Djunai, burung mas, minata (Caloenas nicobarica).
  17. Ibis hitam, roko-roko (Plegadis falcinellus).