Tips agar Acara Petualangan Nyaman dan Mengasyikkan

 Tips agar Acara Petualangan Nyaman dan Mengasyikkan

BIBLIOTIKA - Anda suka berpetualang? Ada cukup banyak orang yang suka mendaki gunung, menjelajahi hutan-hutan belantara yang belum dirambah orang, ada banyak pula yang suka hiking untuk mengisi hari liburan. Berikut ini adalah beberapa tips yang akan membantu agar acara petualangan Anda semakin nyaman dan mengasyikkan.

Pertama, jangan lupa bawa air minum. Ini adalah perlengkapan standar namun paling vital ketika berpetualang ke gunung, ke hutan, atau ke daerah petualangan lain. Meskipun terkadang di gunung terdapat sumber-sumber mata air yang bisa diminum, namun perlengkapan air tetap tak boleh dilupakan.

Di beberapa tempat petualangan memang juga terdapat warung-warung khusus yang menyediakan makanan dan minuman untuk para petualang, namun pasti harganya di atas rata-rata harga pasaran. Kecuali itu, beberapa tempat untuk petualangan benar-benar tak berpenghuni, sehingga air memang harus dibawa sendiri dan jumlahnya bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

Namun disarankan untuk membawa air putih, bukan minuman berwarna atau yang berkarbonasi, seperti minuman bersoda. Seperti yang sering dikatakan orang, kita bisa tidak makan selama tujuh hari dan tetap bisa bernapas. Namun jika tidak minum selama tiga hari saja, itu sama artinya dengan mempertaruhkan nyawa.

Bawa pula makanan kecil. Sebaiknya membawa makanan kecil yang bisa mengganjal perut selama menikmati perjalanan. Makanan kecil yang disarankan berupa biskuit yang mengandung karbohidrat dan kalori cukup banyak untuk menjaga tenaga cadangan. Selain itu, siapkan juga makanan besar berupa santapan siang. Untuk kepraktisannya, dapat membawa makanan kemasan seperti mi instan ataupun makanan kaleng.

Siapkan alat masak sederhana. Karena adanya santap siang yang menggunakan bahan yang harus dimasak, maka bawalah alat masak berupa panci dan kompor gas kecil yang dapat diperoleh di toko-toko yang menyediakan peralatan berkemah. Jangan membawa air masak berlebihan yang akhirnya membuat beban bertambah.

Jangan lupa perlengkapan navigasi, alat penerangan dan survival. Ketiga macam perlengkapan ini sebenarnya diperlukan apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, misal kemalaman, atau tersesat di suatu hutan. Apabila perjalanan sudah diperhitungkan dengan sangat matang, soal waktu yang pas misalnya, maka perlengkapan ini bisa diabaikan. Namun sebaiknya tetap disiapkan untuk berjaga-jaga bila sewaktu-waktu diperlukan.

Bawalah pakaian, mencakup pakaian yang dipakai sehari-hari berupa celana panjang berbahan katun dan semacamnya. Sebaiknya jangan menggunakan celana berbahan jins, karena akan menjadi berat apabila terkena air, dan dapat menyebabkan iritasi dan lecet di paha. Gunakanlah pakaian yang bahannya mudah menyerap keringat.

Siapkanlah pakaian, termasuk pakaian dalam, secukupnya sebagai persiapan, tapi jangan terlalu banyak karena selain tidak praktis, juga akan menambah beban. Topi atau penutup kepala juga tidak ada salahnya disiapkan. Selain untuk menjaga kepala dari terik matahari, bisa pula untuk menghalau hujan yang bisa saja turun.

Alas kaki yang disarankan adalah sepatu berbahan kain atau kulit yang ringan, yang dilengkapi dengan lubang udara. Sebaiknya tidak menggunakan sandal jepit atau semacamnya karena biasanya penjelajahan gunung atau hutan belantara akan menemukan hewan-hewan liar yang mengandung bisa seperti ular, kalajengking, dan sebagainya.

Bagi Anda yang suka berpetualang di daerah laut atau pesisir yang panas, jangan lupa membawa pelembab atau sunblock yang berguna untuk meminimalisir efek sinar matahari yang mengenai kulit. Apalagi bagi mereka yang kulitnya sensitif dengan sinar matahari.

Jangan lupa membawa ransel anti air. Semua perlengkapan dikemas dan disusun dalam ransel atau carrier yang berbahan tidak mudah tembus air. Untuk berjaga-jaga, semua perlengkapan sebelum disusun dalam ransel atau carrier, sebaiknya dimasukkan pula ke dalam wadah plastik untuk mengantisipasi kalau hujan turun.

Susunlah barang bawaan dalam ransel. Bagian ini adalah bagian yang sering diabaikan oleh banyak orang karena dianggap tidak terlalu penting. Padahal kemampuan kita mengemas atau menyusun isi ransel atau carrier akan mempengaruhi pembagian beban yang kita rasakan ketika memanggulnya.

Penyusunan dapat dilakukan dengan memperhatikan dua hal, yaitu berdasarkan prioritas kebutuhan, dalam arti perlengkapan yang sering digunakan ditaruh di bagian atas, dan berdasarkan beratnya, dalam arti yang terberat, diletakkan di bagian paling bawah. Berat barang juga harus seimbang antara sisi kanan dan sisi kiri, agar beban terbagi rata di bahu dan punggung.

Alas tidur atau matras juga bisa dimasukkan ke dalam ransel untuk memberi ruang yang kaku pada bagian ransel, sehingga dapat dengan mudah diisi dan untuk kepraktisan. Alas tidur ini sebaiknya jangan ditaruh di luar ransel sebagaimana dilakukan banyak orang, karena itu bisa merepotkan dan bisa mengganggu perjalanan, seperti tersangkut di dedaunan, atau ranting pepohonan.