Teknik Pengobatan, Larangan, dan Efek Samping Akupressure

Teknik Pengobatan, Larangan, dan Efek Samping Akupressure

BIBLIOTIKA - Secara teknis, akupressure dilakukan di atas lantai atau di atas meja. Pasien disarankan untuk mengenakan busana yang ringan sekaligus longgar. Kemudian, sang terapis menunjukkan bagian-bagian yang akan dipijat dengan menggunakan siku, kaki, ibu jari, dan juga ujung jari.

Waktu pengobatannya secara umum adalah berkisar antara tiga puluh menit hingga sampai satu jam. Sementara frekuensi pengobatannya bisa berlainan. Untuk orang Barat, terapi ini dilakukan untuk kasus-kasus tertentu seperti terkilir dan semacamnya.

Namun bagi para tradisionalis, terapi ini dilakukan untuk tujuan menjaga kesehatan dan keseimbangan sistem tubuh. Untuk tujuan itu, yakni menjaga kesehatan dan keseimbangan tubuh, akupressure dilakukan secara teratur.

Pijatan-pijatan pada titik tertentu juga dapat dilakukan secara rutin untuk mencegah penyakit tertentu yang sering datang, seperti rasa pusing, mata yang penat atau lelah, atau juga jantung yang berdebar-debar.

Sesuai dengan prinsip pengobatan tradisional dari Timur, energi yang terpenting di dalam tubuh yang disebut Chi terbentang sepanjang empat belas meridian (garis bujur) yang menghubungkan organ vital seluruh tubuh. Selama ribuan tahun, sistem ini telah dipraktekkan, dan para terapis tradisional akhirnya berhasil membuat semacam peta ratusan acupoints atau titik pijat sensitif sepanjang meridian.

Mereka memahami bahwa apabila salah satu saluran energi itu tersumbat atau terhalang, maka akan menimbulkan penyakit pada organ atau jaringan yang terhubung jauh dengannya. Oleh sebab itu bisa saja seseorang ahli akupressure yang akan menyembuhkan sakit kepala justru mencari Chi yang tersumbat pada bagian telapak kaki.

Ilmu kedokteran Barat belum berhasil membuktikan adanya meridian dalam teori pengobatan mereka, meskipun beberapa titik pijat terbukti serupa dengan titik pemicu syaraf yang mereka kenal. Meskipun demikian, seperti halnya bentuk pijatan lainnya, akupressure juga dapat memberikan relaksasi, walaupun menyebabkan rasa sakit sesaat pada bagian yang sensitif atau kaku.

Para pakar juga menyatakan suatu teori bahwa akupressure, sebagaimana halnya akupunktur, dapat bekerja dengan baik dengan cara merangsang keluarnya cairan tubuh semacam endorphin atau hormon lain untuk menghilangkan rasa sakit.

Larangan dalam akupressure

Meskipun terapi akupressure ini dilakukan dengan perlahan dan tetap atau tidak berpindah-pindah tempat, tetapi ada beberapa hal yang bisa dianggap cukup mengkhawatirkan. Misalnya tekanan yang terlalu kuat atau terlalu keras bagi penderita tulang rapuh (osteoporosis), atau pada orang yang memiliki sejarah gangguan tulang belakang atau luka orthopedis lain maupun memar ringan.

Apabila pasien menderita luka terbuka yang masih berdarah, maka akupressure juga bukan pilihan yang tepat dalam terapi pengobatan. Akupressure juga harus dihindari apabila seseorang sedang memakai obat-obatan anticoagulant, yaitu obat yang bertujuan untuk mencegah penggumpalan darah, atau dalam perawatan steroid (doping) dalam jangka panjang.

Apabila orang-orang semacam di atas itu tetap bersikeras menginginkan terapi akupressure, maka risikonya adalah semakin rapuhnya jaringan tubuh.

Selain itu, akupressure justru disarankan bagi wanita hamil, dengan tujuan untuk mengurangi rasa sakit selama kehamilan dan kelahiran. Meskipun demikian, akan lebih baik apabila melalui konsultasi dengan dokter kandungan terlebih dulu, dan teknik akupressure pun sebaiknya menghindari pijatan pada daerah perut.

Akupressure pada bagian kaki dan tungkai bisa pula berbahaya apabila pasien memiliki masalah dengan sirkulasi yang diakibatkan diabetes atau pemekaran pembuluh darah. Orang yang bagian tubunnya ada yang mengalami luka dan iritasi kulit sebaiknya juga tidak menggunakan terapi pengobatan akupressure.

Efek samping akupressure

Setelah suatu sesi pengobatan dengan metode akupressure, ada sebagian orang yang menyatakan kalau kepalanya menjadi terasa ringan dan kemudian pening selama sesaat. Namun rasa sakit berkepanjangan juga terkadang terjadi. Hal semacam itu terjadi, pada umumnya, dalam kasus pelepasan energi atau penetralan racun. Apabila pasien mengalaminya, secepat mungkin harus memberitahu sang terapis.

Praktek pengobatan dengan metode akupressure ini telah dijalankan oleh banyak praktisi dengan berbagai cara atau gaya. Beberapa teknik ditemukan, yang berhubungan dengan jenis metabolisme tubuh. Beberapa praktisi mengacu pada praktik atau gaya tradisional Timur, kadang-kadang juga dikombinasikan dengan komponen lain seperti ramuan-ramuan obat.

Perbedaannya, praktisi di Barat menghilangkan unsur filosofisnya, dan menganggap titik meridian sebagai sistem perangsang syaraf, dan bukan titik denyut yang membawa informasi khusus tentang tubuh manusia.

Apabila akupressure dilakukan sebagai salah satu cara untuk menjaga kesehatan dan keseimbangan tubuh, maka terapi ini akan lebih mirip dengan tindakan preventif atau pencegahan, dan dapat dilakukan kapan saja waktunya. Sedang untuk masalah yang cukup berat, terapi selama beberapa minggu dapat diharapkan untuk penyembuhan.